KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Akibat Sirekap Gangguan, Rekapitulasi Tingkat Kecamatan Diskorsing Satu Hari

Akibat Sirekap Gangguan, Rekapitulasi Tingkat Kecamatan Diskorsing Satu Hari

Akibat Sirekap Gangguan, Rekapitulasi Tingkat Kecamatan Diskorsing Satu Hari

Rekapitulasi perhitungan suara Pemilihan Umum mengalami penundaan di tingkat kecamatan karena gangguan pada Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap), yang menyebabkan diskorsing mulai dari Minggu (19/2) malam hingga Senin (20/2). Komisioner KPU Salatiga, Jalal Pambudi, mengonfirmasi penundaan tersebut, menjelaskan bahwa rekapitulasi akan dilanjutkan seperti biasa pada Selasa berikutnya.
Foto dok IST
Petugas menjaga aula Kecamatan Sidorejo yang pada Senin (19/2) tidak ada rekapitulasi karena ada gangguan Sirekap. 

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Sistem Informasi Rekapitulasi Pemilihan Umum ( Sirekap) yang digunakan sebagai alat bantu perhitungan suara mengalami gangguan. Akibatnya rekapitulasi perhitungan suara di tingkat kecamatan diskorsing. Penghentian rekapitulasi suara ini mulai dilakukan dari Minggu ( 19/2) malam hingga Senin ( 20/2).

“ Ya benar, rekapitulasi tingkat kecamatan dari Mingu malam hingga Senin ini kita skorsing karena ada sinkronisasi, Selasa besuk sudah mulai lagi rekapitulasi seperti biasa,” kata Komisoner KPU Salatiga Jalal Pambudi saat dikonfirmasi, Selasa ( 19/2/2024).

Sementara itu, dari pantauan wartawan di Kecamatan Sidorejo, situasi aula kecamatan yang digunakan untuk rekapitulasi suara tampak sepi. Di dalam aula banyak tumpukan kotak suara yang berisi surat suara dari keluarahan-kelurahan Dapil Sidorejo. Untuk keamanan, pintu aula dikunci gembok dan dijaga ketat dua personil dari Polres Salatiga yang selalu berjaga shif.

Terpisah Ketua Bawaslu Salatiga Djayusman Yunus mengatakan, pihaknya diberitahu KPU Salatiga pada Minggu malam, bahwa Sirekap mengalami gangguan dan perlu perbaikan, sehingga diminta saat itu ( Minggu malam) untuk istirahat untuk perbaikan Sirekap.

”Kami kemudian meminta saran dari Bawaslu RI, ternyata Bawaslu RI meminta kita untuk lanjut agar rekapitulasi lanjut. Persoalannya ketika kami lanjut dan mereka ( KPU) berhenti, maka tidak ada yang bisa diawasi, kemudian kami diminta untuk membuat saran dan perbaikan agar pihak KPU memperhatikan itu,” jelas Djayusman.

Kabar Terkini

POPULER

Relokasi Makam Wonokendeng di Lingkungan Lonjong, Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Bawen masih menunggu tindak lanjut Pemkab Semarang. Warga telah memilih lahan pengganti sekitar 5.000 meter persegi, tetapi proses pembelian belum berjalan. Kepastian dibutuhkan karena makam lama masih digunakan dan menampung sekitar 550 makam.
Makam Wonokendeng Terdampak Tol Jogja-Bawen, Warga Sudah Pilih Lahan Baru tapi Relokasi Belum Jelas
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Trans Banyumas Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Trans Banyumas: Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang mencatat 218 kejadian kebakaran lahan kosong sepanjang Januari hingga September 2026. Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Damkar Semarang Tantri Pradono mengatakan kebakaran meningkat karena kondisi lahan kering dan aktivitas manusia, sehingga pemilik lahan diminta menjaga kebersihan serta menghindari pembakaran sampah.
Lahan Kosong Jadi Ladang Api, 218 Kebakaran Terjadi di Semarang
[pekok2]