URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Kondisi topografi Kabupaten Semarang yang bervariasi membuat wilayah ini kaya akan potensi produk pertanian dan perkebunan. Sejumlah desa dari 19 kecamatan yang ada memiliki produk unggulan berupa kopi yang sudah terkenal cita rasanya.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Angkat Kopi Lokal Kabupaten Semarang Lewat Lomba Racik Kopi

Angkat Kopi Lokal Kabupaten Semarang Lewat Lomba Racik Kopi

Angkat Kopi Lokal Kabupaten Semarang Lewat Lomba Racik Kopi

featured-img

UNGARAN – Kondisi topografi Kabupaten Semarang yang bervariasi membuat wilayah ini kaya akan potensi produk pertanian dan perkebunan. Sejumlah desa dari 19 kecamatan yang ada memiliki produk unggulan berupa kopi yang sudah terkenal cita rasanya. Salah satunya adalah Desa Wirogomo, Kecamatan Banyubiru. Daerah di kaki Gunung Telomoyo ini memiliki produk kopi lokal dengan kualitas unggul.

Ditemui saat Lomba Racik Kopi dalam rangkaian Kabupaten Semarang Expo (Kasmex) 2022 di Lapangan Pangsar Jenderal Soedirman Ambarawa pada Kamis (20/10/2022), Fauzan (35) seorang petani kopi yang berasal dari wilayah tersebut mengatakan Kabupaten Semarang memiliki potensi kopi yang luar biasa.

“Jenis robusta, arabica, kate dan sebagainya kita punya semua. Kualitasnya juga tidak kalah dengan daerah lain,” ungkapnya.

Dijelaskan Fauzan, hal itu bisa dibuktikan dengan gelaran Kontes Kopi Spesialti Indonesia (KKSI) tahun 2021 lalu. Produk kopi miliknya masuk nominasi 15 besar seluruh Indonesia, sementara juara I berhasil direbut oleh salah seorang petani kopi asal Kecamatan Jambu.

“Artinya apa, kopi lokal milik kita juga bisa bersaing. Sehingga tinggal bagaimana kita mengolahnya, meski tekstur tanah dan ketinggian juga berpengaruh terhadap cita rasanya,” sambungnya.

Ia juga mengajak para petani dan pecinta kopi untuk dapat mengolah kopi sepenuh hati.

“Mulai dari tahap sortasi, roasting, resting, ditumbuk, diayak hingga siap minum harus sepenuh hati. Biar rasanya bisa dikenal di seluruh nusantara,” katanya.

Sementara Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan (Dispertanikap) Kabupaten Semarang Wigati Sunu menyampaikan tujuan diadakannya Lomba Racik Kopi tersebut adalah untuk mengangkat produk kopi yang ada di Kabupaten Semarang.

“Semua kecamatan kita berdayakan, terutama melalui kaum milenial agar produk kopi unggulan yang kita miliki bisa semakin dikenal masyarakat luas,” paparnya.

Menurutnya, dengan potensi kebun kopi seluas 2.300 hektare yang tersebar di sentra penghasil kopi di wilayah Kabupaten Semarang seperti Kecamatan Jambu, Banyubiru, Ungaran Barat, dan Sumowono dapat menghasilkan setidaknya 140 ton kopi.

“Jumlah itu cukup banyak untuk dapat memenuhi permintaan pasar. Bahkan saat ini sudah banyak buyer dari luar negeri yang membeli produk kopi dari Kabupaten Semarang,” pungkasnya. (win)

 

BACA JUGA :

Pemerintah Kabupaten Semarang meluncurkan Sekolah Tani Milenial 2026 untuk mendorong regenerasi petani di tengah menurunnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian. Program yang diikuti 240 peserta itu digelar di Kecamatan Sumowono, Selasa (21/7/2026), dengan pembekalan budidaya, kewirausahaan, dan pemasaran digital guna mencetak petani modern yang mampu menjaga ketahanan pangan.
Tak Malu jadi Petani, Khoirul Mantap Ikut Pelatihan Sekolah Tani Milenial Usai Lulus Kuliah
Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menilai Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih berpotensi menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekaligus bersaing dengan ritel modern. Pernyataan itu disampaikan usai meninjau Kopdes Merah Putih di Bergas Kidul dan Lodoyong, Selasa (21/7/2026), dengan syarat kelengkapan barang, dukungan fasilitas, dan kepastian regulasi pengelolaan koperasi terus diperkuat.
DPRD Kabupaten Semarang Nilai Kopdes Merah Putih Berpotensi Saingi Ritel Modern, Asal Pasokan Barang Lengkap
Legislatif Nilai Pengawasan Perizinan di Kabupaten Semarang Lemah, Pemkab Diminta Lebih Tegas
Legislatif Nilai Pengawasan Perizinan di Kabupaten Semarang Lemah, Pemkab Diminta Lebih Tegas
Kopdar dengan Media, Rutan Salatiga Bangun Sinergi, Tangkal Informasi Negatif
Kopdar dengan Media, Rutan Salatiga Bangun Sinergi, Tangkal Informasi Negatif
DPRD Kabupaten Semarang Desak Galian C Dipersempit, Nilai Kerusakan Lingkungan Tak Sebanding dengan Manfaat
DPRD Kabupaten Semarang Desak Galian C Dipersempit, Nilai Kerusakan Lingkungan Tak Sebanding dengan Manfaat
Keluhan Jalan Rusak Masih Mendominasi Aduan Warga Kabupaten Semarang, DPU Akui Keterbatasan Anggaran
Keluhan Jalan Rusak Masih Mendominasi Aduan Warga Kabupaten Semarang, DPU Akui Keterbatasan Anggaran

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Reformasi Transportasi Publik Saatnya Trans Jateng Hadir di Jekuti (Jepara – Kudus – Pati)
Reformasi Transportasi Publik: Saatnya Trans Jateng Hadir di Jekuti (Jepara – Kudus – Pati)
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Forum Pelanggan Air Minum Nasional (FORPAMNAS) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) IV di Yogyakarta, Jumat (17/7/2026), yang diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai provinsi. Forum ini membahas pembentukan badan regulator air minum, menyusun program kerja serta memilih kepengurusan periode 2026–2030 guna memperkuat perlindungan hak pelanggan, meningkatkan kualitas pelayanan Perumda Air Minum, dan mempererat kolaborasi dengan pemerintah serta para pemangku kepentingan.Munas IV FORPAMNAS di Yogyakarta mendorong pembentukan regulator air minum, memperkuat hak pelanggan, dan meningkatkan pelayanan Perumda Air Minum.
FORPAMNAS Dorong Pembentukan Badan Regulator Air Minum, Munas IV Resmi Digelar di Yogyakarta