URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
TNI, Polri, dan Pemkot Salatiga menggelar patroli gabungan pada Minggu (31/8/2025) malam dipimpin Dandim 0714/Salatiga Letkol Inf Guvta Alugoro Koedoes, Walikota Robby Hernawan, dan Kapolres AKBP Veronica. Patroli menyasar titik rawan gangguan kamtibmas untuk menjaga keamanan dan memberi rasa aman melalui pengawasan dan himbauan langsung ke warga.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Antisipasi Kerusuhan Susulan, Tiga Pilar Gelar Patroli Gabungan

Antisipasi Kerusuhan Susulan, Tiga Pilar Gelar Patroli Gabungan

Antisipasi Kerusuhan Susulan, Tiga Pilar Gelar Patroli Gabungan

Patroli Gabungan tiga pilar
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Dalam rangka memperkuat sinergi TNI-Polri dan Pemerintah Daerah dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah, Komandan Kodim 0714/Salatiga Letkol Inf Guvta Alugoro Koedoes bersama Walikota Salatiga. Robby Hernawan dan Kapolres Salatiga AKBP Veronica memimpin langsung pelaksanaan patroli gabungan.Minggu(31/08/25) malam.

Kegiatan patroli gabungan antara personel Kodim 0714/Salatiga dan Polres Salatiga ini dilaksanakan secara menyeluruh di sejumlah titik strategis dan kawasan rawan gangguan ketertiban di wilayah Kota Salatiga. Tujuan dari patroli ini adalah untuk menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh masyarakat.

Kegiatan patroli ini juga disertai himbauan oleh anggota Kodim 0714/Salatiga melalui mobil sepanjang perjalanan di kota Salatiga.

Dalam keterangan persnya Dandim Letkol Inf Guvta Alugoro Koedoes menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen TNI dalam mendukung keamanan wilayah serta memperkuat sinergitas bersama instansi terkait.

“Keamanan kota adalah tanggung jawab bersama. Kami hadir di tengah masyarakat untuk memberikan rasa aman, sekaligus memastikan bahwa situasi wilayah tetap kondusif,” ujarnya.

Senada dengan itu, Walikota Salatiga Robby Hernawan menyambut baik pelaksanaan patroli gabungan ini. Ia menyampaikan apresiasi terhadap kolaborasi antara TNI dan Polri yang selama ini terus terjalin dengan baik.

“Patroli ini menunjukkan soliditas antarinstansi. Kehadiran pimpinan daerah bersama jajaran TNI dan Polri di lapangan juga merupakan bentuk pelayanan langsung kepada masyarakat,” katanya.

Kapolres Salatiga AKBP Veronica menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi langkah preventif untuk menekan potensi gangguan kamtibmas, khususnya pada malam hari dan akhir pekan.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap sudut kota berada dalam pengawasan dan pengamanan yang optimal,” tegas Kapolres.

Kegiatan patroli berlangsung aman dan lancar, serta mendapat respons positif dari warga yang merasa lebih tenang dan terlindungi dengan kehadiran aparat gabungan di lingkungan mereka.

BACA JUGA :

Kecelakaan lalu lintas melibatkan Honda Vario H-5153-CI dan Kawasaki Ninja AD-6999-HM di Simpang Tiga Tegalrejo, Kelurahan Tegalrejo, Argomulyo, Kota Salatiga, Minggu (9/8/2026) pagi. Pengendara Vario, P (60), warga Getasan, Kabupaten Semarang, mengalami cedera kepala setelah bertabrakan saat berbelok dan kemudian meninggal dunia setelah mendapat perawatan, sedangkan pengendara Kawasaki Ninja tidak mengalami luka serius.
Dua Motor Adu Banteng Minggu Pagi. Pengendara Honda Vario Wassalam
Puluhan warga mendatangi lingkungan rumah salah satu terduga pelaku kasus perampokan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Candra Waskito, di Green Ambarawa Residence, Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jumat (7/8/2026) malam. Polisi memastikan situasi tetap terkendali setelah warga dan pengendara sempat memadati sekitar lokasi hingga pukul 21.00 WIB, sementara pengamanan diperketat dan kondisi kembali normal sekitar pukul 01.15 WIB.
Massa Datangi Perumahan Terduga Pelaku Perampokan Bos Royal Phone, Polisi: Situasi Terkendali
Tim gabungan kepolisian mengamankan dua terduga pelaku kasus dugaan perampokan yang menewaskan pemilik konter Royal Phone, Chandra Waskito, di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Penangkapan dilakukan di Kota Semarang dan Kabupaten Semarang pada Jumat (7/8/2026), kurang dari 48 jam setelah kejadian, setelah polisi mengembangkan penyelidikan dengan melibatkan Polda Jawa Tengah, Polres Semarang, dan Polres Grobogan untuk mengungkap peran serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Misteri Perampokan Royal Phone Ambarawa Terkuak, Polisi Ringkus Dua Terduga Pelaku
Polres Semarang mengungkap temuan serpihan tulang yang diduga bagian dari tulang kepala serta bercak darah di TKP konter Royal Phone, Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Jumat (7/8/2026), dalam penyelidikan kasus dugaan perampokan disertai pembunuhan terhadap Chandra Waskito. Polisi juga telah memeriksa tujuh saksi, menemukan 53 unit telepon genggam di mobil tempat jasad korban ditemukan di Gubug, Kabupaten Grobogan, dan masih menunggu hasil otopsi untuk memastikan penyebab kematian.
Serpihan Tulang Ditemukan di TKP Royal Phone Ambarawa, 53 Unit HP Ditinggal Di Dalam Mobil Korban
Polres Semarang memastikan mayat yang ditemukan di dalam mobil Honda Jazz di wilayah Gubug, Kabupaten Grobogan, pada Jumat (7/8/2026), merupakan Chandra Waskito, pemilik konter Royal Phone di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa. Korban diduga tewas akibat tindak pidana pencurian dengan kekerasan. Polisi masih memburu pelaku serta mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti untuk mengungkap kronologi serta motif kejahatan.
Polisi Pastikan Mayat dalam Mobil di Grobogan Bos Royal Phone Ambarawa
Satreskrim Polres Semarang mengembangkan penyelidikan dugaan pencurian dengan kekerasan di konter HP Royal Phone, Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, setelah ditemukan sesosok mayat dan mobil milik korban di wilayah Gubug, Kabupaten Grobogan, Jumat (7/8/2026). Penyidik masih mengumpulkan keterangan saksi, hasil olah tempat kejadian perkara, serta barang bukti untuk mengungkap identitas pelaku dan memastikan keterkaitan kedua
Polisi Selidiki Dugaan Curas Royal Phone Ambarawa hingga Telusuri Penemuan Mayat di Grobogan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Rabu, 5 Agustus 2026, didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara di Semarang 24,1 derajat Celsius dengan kelembapan 85 persen, sementara hujan ringan berpotensi terjadi secara tidak merata di wilayah pegunungan, dataran tinggi, sebagian Jawa Tengah bagian timur, dan sekitarnya.
05 Agustus 2026: Cuaca Semarang Cerah Berawan, BMKG Prediksi Hujan Ringan di Sejumlah Wilayah Jawa Tengah
Polres Semarang memastikan mayat yang ditemukan di dalam mobil Honda Jazz di wilayah Gubug, Kabupaten Grobogan, pada Jumat (7/8/2026), merupakan Chandra Waskito, pemilik konter Royal Phone di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa. Korban diduga tewas akibat tindak pidana pencurian dengan kekerasan. Polisi masih memburu pelaku serta mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti untuk mengungkap kronologi serta motif kejahatan.
Polisi Pastikan Mayat dalam Mobil di Grobogan Bos Royal Phone Ambarawa

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved