RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Arus Balik, Penumpang Mudik Lewat Terminal Tingkir Berkurang

Arus Balik, Penumpang Mudik Lewat Terminal Tingkir Berkurang

Arus Balik, Penumpang Mudik Lewat Terminal Tingkir Berkurang

Memasuki hari ketiga Lebaran pada Rabu, 2 April 2025, belum terjadi lonjakan arus balik di Terminal Tipe A Tingkir, Salatiga, dengan prediksi peningkatan terjadi pada Minggu atau Senin mendatang. Kepala Terminal Tingkir, Vicky Chandra Yanuar, menjelaskan bahwa kondisi saat ini masih normal, meskipun terjadi penurunan jumlah penumpang dibanding tahun sebelumnya.
Foto Arief Rasika
Suasana Terminal Tingkir Salatiga

RASIKAFM. COM | SALATIGA – Memasuki hari ketiga lebaran pada Rabu (2/4/2025) belum terlihat lonjakan arus balik. Prediksi arus balik akan melonjak pada Minggu atau Senin mendatang.

Kepala terminal tipe A Tingkir Salatiga, Vicky Chandra Yanuar kepada wartawan menjelaskan jika kondisi saat ini masih landai dan seperti biasa. Kendati demikian, jika melihat dari data tahun sebelumnya, memang ada penurunan jumlah penumpang yang melalui terminal.

“Tahun 2024 terdapat 229 bus yang datang dan berangkat di kurun waktu yang sama dengan saat ini. Jumlah penumpang datang sebanyak 5278 orang dan penumpang berangkat sebanyak 5291 orang.

Tetapi di tahun 2025 ini, jumlah bis datang dan berangkat berkurang dua unit menjadi 227. Tetapi selisih penumpang datang cukup besar. Tahun ini hanya 4168 orang. Sementara yang berangkat hanya 4325 orang” Ujar Vicky.

Menurutnya, jika di prosentase, jumlah bus datang dan berangkat berkurang 0.87 persen. Sementara penumpang datang berkurang 1110 orang atau 21.03 persen. Sementara penumpang berangkat turun 966 atau 18.26 persen.

Terminal Tingkir adalah salah satu terminal bus yang strategis. Penumpang dari Ampel, Kopeng, Suruh/Karanggede  bisa menuju terminal itu untuk ke luar kota.

Kementerian Perhubungan tengah membangun atau merevitalisasi Terminal Tipe A Tingkir. Terminal yang dibangun dengan konsep mixed use ini dan menjadi pusat kegiatan masyarakat dan UMKM.

Kehadiran terminal ini diharapkan dapat membuka lapangan pekerjaan, khususnya kepada para UMKM di daerah Salatiga dan sekitarnya.

BACA JUGA :

Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi
Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan
Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran