URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
UKSW tetap komitmen untuk memenuhi kewajiban pada mahasiswa beasiswa Pegunungan Bintang Papua meski mengalami kesulitan biaya hidup. Pihak UKSW juga mendorong para mahasiswa tetap menempuh pendidikan. Upaya bantuan sembako dari pihak lain sangat diapresiasi oleh UKSW.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Aspek Sosial, UKSW Tetap Berikan Kesempatan Kepada 210 Mahasiswa Beasiswa Pegunungan Bintang Untuk Kuliah.

Aspek Sosial, UKSW Tetap Berikan Kesempatan Kepada 210 Mahasiswa Beasiswa Pegunungan Bintang Untuk Kuliah.

Aspek Sosial, UKSW Tetap Berikan Kesempatan Kepada 210 Mahasiswa Beasiswa Pegunungan Bintang Untuk Kuliah.

featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA - Meski telah mencuat dengan kabar para mahasiswa beasiswa asal Papua ini mengalami ‘kelaparan’, UKSW Salatiga tetap komitmen untuk kewajiban dilaksanakan.

Bahkan UKSW mendorong para mahasiswa beasiswa tetap menempuh pendidikan. Padahal, per Januari 2022 ini UKSW tidak lagi mengeluarkan biaya untuk para mahasiswa beasiswa ini.

Adanya upaya para pihak mencoba membantu 210 para mahasiswa beasiswa Papua ini dengan menggelontorkan bantuan sembako dan diapresiasi UKSW. Menurut informasi terbaru, dana pendidikan bagi 210 mahasiswa beasiswa Pegunungan Bintang Papua ini akan cair dia minggu ke depan.[custom-related-posts title=”Kabar Terkait:” none_text=”None found” order_by=”title” order=”ASC”]

Menanggapi hal itu Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Kealumnian Yafet Yosafet Wilben Rossy menegaskan pihak UKSW tidak tutup mata terkait dengan permasalahan tersebut.

UKSW juga telah memberikan kelonggaran kepada mahasiswa asal Pegunungan Bintang tetap bisa mengikuti perkuliahan di UKSW Salatiga.

Dijelaskan Yosafat kerjasama beasiswa mahasiswa asal Pegunungan Bintang dengan UKSW dilakukan pada Maret 2021. Kerjasama itu ditindaklanjuti dengan mengirimkan 100 mahasiswa pada tahun ajaran 2021/2022.

“Tahun berikutnya tahun 2022/2023 ada 100 mahasiswa dan tambahan 10 mahasiswa. Itu artinya Totalnya ada 210 mahasiswa yang ada di UKSW,” terangnya kepada wartawan di Rumah Noto UKSW Kamis (9/2/2023).

Biaya Hidup Mahasiswa Papua

Dikatakan Sejak memulai kerjasama ini tahun pertama pihaknya telah mendapatkan transfer Rp 1,5 miliar dari Pemkab Pegunungan Bintang. Kemudian tahun kedua sebanyak Rp 3 miliar.

“Seluruh dana ini dipakai untuk membantu adek-adek kita. Terutama biaya hidup bulanan mereka setiap bulannya Rp 1,5 juta. Jadi uang itu kita kembalikan seluruhnya ke temen-temen mahasiswa,” jelasnya.

Yosafat mengungkapkan persoalan kesulitan biaya kebutuhan hidup mahasiswa tersebut, karena pihak Pemkab hanya mentransfer sekitar Rp 5 miliar dari total. Sementara per bulan Maret ini seharusnya ada anggaran Rp 28.148.000.000.

“Karena hanya ditransfer 5 miliar, selama ini mereka kuliah sebetulnya dalam tanda petik karena mendapatkan ijin dan keringanan dibiayai oleh UKSW Salatiga yang seharusnya biaya itu dibayarkan oleh Pemerintah Kabupaten pegunungan bintang,” jelas dia.

“Sampai posisi sekarang ini tidak ada lagi yang tersisa yang dikirim untuk Biaya hidup dari temen-temen mahasiswa bahkan sudah minus Rp 200 juta,” tambahnya.

Komunikasi Dengan Pemkab Pegunungan Bintang

Pihaknya sudah memanggil Pemkab Pegunungan Bintang. Mereka telah hadir pada 15 Januari 2023. Hasil pertemuan itu UKSW dan Pemkab Pegunungan Bintang sepakat untuk melanjutkan kerjasama.

“Kita sepakat untuk terus melanjutkan kerjasama ini dengan catatan bahwa, pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang segera bisa memenuhi kewajiban-kewajibannya yang belum direalisasikan hingga saat ini,” terangnya.

Diakui pihaknya baru-baru ini juga telah melakukan komunikasi. Ia berharap Pemkab Pegunungan Bintang bisa segera memenuhi kewajibannya dalam kesempatan pertama.

“Ke depannya tentu kita ingin berbicara lagi bagaimana mengatasi situasi ini. karena bagaimanapun juga tentu dalam kerjasama kedua belah pihak menjaga komitmennya. Dan saling menguntungkan,”tandasnya.

Dikatakan permasalahan tersebut karena saat ini ada kendala internal Pemkab Pegunungan Bintang Papua.

“Yang jelas ada kendala-kendala internal Kabupaten Pegunungan Bintang . Sekarang ini sedang diusahakan untuk diselesaikan oleh bupati yang sekarang,” tandasnya.

 

BACA JUGA :

Sebanyak 165 warga binaan Rutan Kelas IIB Salatiga mengikuti Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang digelar BPS Kota Salatiga di Aula Rutan, Kamis (20/8/2026). Pendataan tersebut dilakukan untuk memperoleh data ekonomi yang akurat dan komprehensif sebagai dasar perencanaan pembangunan, sekaligus memperkuat sinergi antara BPS dan jajaran pemasyarakatan.
Sensus Ekonomi 2026 Sasar Rutan Salatiga
Sebuah kios perlengkapan pakaian muslim di Pasar Raya II, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Salatiga, terbakar pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada lampu bagian atas ruko yang digunakan sebagai gudang. Tiga unit mobil damkar dikerahkan dan api berhasil dipadamkan tanpa korban jiwa.
Tiga Unit Mobil Pemadam Lumpuhkan Api yang Membakar Kios Perlengkapan Muslim di Salatiga
Kejaksaan Negeri Salatiga memberikan penyuluhan hukum kepada siswa SMP Negeri 10 Salatiga melalui program Jaksa Masuk Sekolah (JMS), Kamis (20/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di mushola sekolah tersebut membahas perundungan, tawuran, kekerasan, narkotika, pelecehan seksual, pencurian, hingga penggunaan media sosial secara bijak untuk membangun kesadaran hukum sejak dini.
Program JMS di SMP 10 Salatiga, Siswa Diberikan Materi Tentang Hukum dan Konsekuensinya
Kejaksaan Negeri Salatiga menyetorkan Rp150.297.670 hasil lelang 19 lot Barang Rampasan Negara ke Kas Negara, Kamis (20/8/2026). Lelang yang digelar melalui KPKNL Semarang pada 11–12 Agustus itu diikuti 66 peserta dan mencakup berbagai barang, mulai dari mobil, ponsel, pompa, penampungan air hingga tanah.
Eksekusi Tuntas, Kejaksaan Negeri Salatiga Setorkan Uang Ratusan Juta ke Kas Negara
Muat Lebih

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Kejaksaan Negeri Salatiga menyetorkan Rp150.297.670 hasil lelang 19 lot Barang Rampasan Negara ke Kas Negara, Kamis (20/8/2026). Lelang yang digelar melalui KPKNL Semarang pada 11–12 Agustus itu diikuti 66 peserta dan mencakup berbagai barang, mulai dari mobil, ponsel, pompa, penampungan air hingga tanah.
Eksekusi Tuntas, Kejaksaan Negeri Salatiga Setorkan Uang Ratusan Juta ke Kas Negara