URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pemkot Salatiga merespon cepat atas kabar ratusan mahasiswa UKSW dari Papua yang mengalami kelaparan. Wali Kota dan Jajaran Mengkoordinasikan dengan Rektorat untuk Afirmasi Penundaan Pembayaran Kuliah. Pemkot Salatiga memberikan bantuan sembako untuk memenuhi kebutuhan pokok mahasiswa.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Ratusan Mahasiswa Papua Kelaparan, Pemkot Salatiga Bergerak Cepat

Ratusan Mahasiswa Papua Kelaparan, Pemkot Salatiga Bergerak Cepat

Ratusan Mahasiswa Papua Kelaparan, Pemkot Salatiga Bergerak Cepat

featured-img

RASIKAFM. COM | SALATIGA - Tersiar kabar ratusan mahasiswa Papua kelaparan, mahasiswa UKSW yang berasal dari Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua menderita kelaparan di Salatiga. Pemkot Salatiga Pj. Wali Kota bersama Sekda dan jajarannya merespon cepat kabar tersebut.

Pemkot Salatiga langsung melakukan komunikasi dengan pihak rektorat terkait biaya hidup dan perkuliahan.

“Kami menerima informasi dari media online, ada sekitar kurang lebih 200 mahasiswa dari Papua yang mengalami kendala pembiayaan soal biaya hidup dan biaya kuliah” ujar Pj. Wali Kota, Sinoeng N. Rachmadi.

“Maka, kami Pemerintah Kota Salatiga segera mengambil langkah cepat untuk berkomunikasi dan berkoordinasi dengan jajaran rektorat, untuk melakukan afirmasi penundaan pembayaran kuliah dan praktikum”, lanjut Sinoeng.

Ratusan mahasiswa dari Papua tersebut terancam di keluarkan dari kontrakan masing-masing akibat tidak mampu membayar.

[custom-related-posts title=”Kabar Terkait:” none_text=”None found” order_by=”title” order=”ASC”]

 

Ratusan mahasiswa Papua kelaparan

Pemkot Salatiga tidak tinggal diam, atas arahan dari Pj. Wali Kota kepada Sekda. malam tersebut mahasiswa dikumpulkan yang terpusat di Pendopo Pakuwon, Gedung Setda Salatiga, Selasa (7/2) malam. Orang nomor satu di Salatiga itu menyalurkan paket sembako secara langsung kepada mahasiswa yang terdampak.

“Peran ini, tentu kami Pemerintah Daerah Salatiga tidak bisa abai dan diam saja. Oleh karena itu, malam ini kami langsung bergerak untuk mendorong tercukupinya kebutuhan pokok selama kurang lebih 10 hari kedepan.” terang Sinoeng.

“Kali ini kami salurkan dua kuintal beras, dua box besar telur, mie instan dan juga biskuit/kue” sambung Sinoeng.

“Saya berkomunikasi dengan Ibu Sekda, pokoknya yang malam ini kita dorong harus segera salurkan” lanjut Sinoeng.

“Dan besok insyaallah ada penambahan minyak goreng, kecap dan kebutuhan pokok lainnya”, pungkas Sinoeng.

 

Kiriman tersendat dari Papua

Prof. Eko Sediono Wakil Rektor Research, Inovasi dan Kewirausahaan sebagian besar mahasiswa yang mengalami kendala tersebut adalah para penerima beasiswa dari Pemda setempat.

“Sebetulnya mereka beasiswa dari Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang, saat ini kirimannya tersendat-sendat” terang Prof. Eko.

“Sehingga kami juga perlu bertanggung jawab karena mereka sudah berada di sini. Kami juga sedang berkomunikasi dengan pemerintah setempat tentang bagaimana supaya dana itu segera turun dan segera sampai ke para mahasiswa”. jelas Prof. Eko.

Pihaknya juga turut berterimakasih kepada Pemkot Salatiga yang telah peduli dengan persoalan yang menimpa mahasiswa dari Pengunungan Bintang Papua.

Oktavia, salah satu mahasiswa dari Kabupaten Bintang Papua bersyukur atas kepedulian dari Pemkot Salatiga kepadanya dan rekan-rekan.

“Seneng banget dan bangga kepada Salatiga telah peduli kepada kami. Terimakasih banyak Pak Wali Kota  atas bantuannya, dan terimakasih malam ini kami juga makan malam bersama dengan bapak”. ujar Oktavia.

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Smokyara di Jombor, Tuntang, Kabupaten Semarang, menawarkan kuliner bebek dengan teknik pengasapan hingga 15 jam tanpa direbus atau dipresto. Restoran milik Eko Setiawan ini juga menyajikan ayam dan ikan asap yang dimarinasi sebelum diasap menggunakan panas dan asap tidak langsung. Menu bebeknya kini diminati hingga 50 ekor per hari.
Pertama di Salatiga, Smokyara Hadir dengan Menu Bebek Asap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seorang pria berinisial M (59), penghuni kos di Kampung Sawo, Bugel, Sidorejo, Kota Salatiga, ditemukan meninggal dunia pada Rabu (26/8/2026) malam. Polisi dan tim medis melakukan pemeriksaan serta olah TKP setelah menerima laporan melalui Call Center 110. Pemeriksaan awal tidak menemukan tanda penganiayaan maupun kekerasan pada tubuh korban.
Murni Sakit, Penghuni Kos Ditemukan Meninggal. Saksi akui Cium Bau Busuk
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Sebanyak 95 lulusan LPK Serbaindo dilepas dalam Wisuda ke-14 di Hotel Laras Asri, Salatiga, Rabu (26/8/2026). Pada kesempatan itu, Serbaindo Group bersama Kemendes PDT meluncurkan program beasiswa pendidikan dan kerja ke Jepang yang menargetkan 45.000 peserta hingga 2030, khususnya untuk memenuhi kebutuhan tenaga caregiver.
Gelar Wisuda ke 14, Serbaindo Group Gandeng Kemendes PDT Buka Program 45.000 Beasiswa ke Jepang

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak masyarakat aktif memeriksa data kesejahteraan dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), termasuk desil yang tercatat, di Jawa Tengah, Rabu (19/8/2026). Warga dapat menyanggah data yang tidak sesuai melalui laman kementerian agar penyaluran bantuan dan program pemberdayaan lebih tepat sasaran.
Warga Diminta Aktif Cek Data Desil dan Sanggah Data DTSEN
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan