RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Bangkitkan Ekonomi UMKM Perkopian, Komunitas Kopi Peduli Kabupaten Semarang Bagi-bagi Kopi Seduhan

Bangkitkan Ekonomi UMKM Perkopian, Komunitas Kopi Peduli Kabupaten Semarang Bagi-bagi Kopi Seduhan

Bangkitkan Ekonomi UMKM Perkopian, Komunitas Kopi Peduli Kabupaten Semarang Bagi-bagi Kopi Seduhan

UNGARAN – Sebanyak 500 cup kopi seduhan dibagikan oleh Komunitas Kopi Peduli Kabupaten Semarang kepada pengunjung Gua Maria Kerep Ambarawa belum lama ini. Pembagian itu dimaksudkan untuk mendukung kebangkitan para pelaku usaha perkopian yang sempat terpuruk di masa pandemi Covid-19.

Ketua Komunitas Kopi Peduli Assa Kamal mengatakan kegiatan tersebut juga bertujuan mengenalkan kopi khas Kabupaten Semarang.

“Banyak pengunjung yang datang dari luar kota untuk berziarah di Gua Maria ini, jadi kami berharap kopi khas semakin dikenal dan bisa meningkatkan kesejahteraan para petani dan pelaku UMKM di bidang perkopian,” ujarnya.

Assa mengatakan potensi kopi Kabupaten Semarang tak kalah dari daerah lain. Bahkan memiliki keunggulan karena potensi alamnya sangat mendukung. Kopi khas tersebut berasal dari area Gunung Ungaran yang terpusat di Gedongsongo, kopi Kelir di Kecamatan Jambu, dan kopi Banaran.

“Usaha perkopian sempat anjlok hingga 50 persen karena ada larangan kerumunan. Padahal, kopi itu kan enaknya dinikmati sembari ngobrol dan nongkrong. Karena itu kami semua sempat terpukul dan sekadar hanya bertahan menjalankan usaha,” ucapnya.

Tekad kebangkitan mulai muncul karena saat ini mulai ada kelonggaran di masa PPKM Level 2 yang berlaku di Kabupaten Semarang.

“Meski memang belum pulih seperti sedia kala, tapi memang sudah berangsur membaik. Kami optimistis keadaan akan membaik, apalagi konsumen juga mulai sadar pentingnya protokol kesehatan,” kata dia.

Magdalena, seorang pengunjung Gua Maria Kerep, mengaku senang mendapat segelas kopi khas Kabupaten Semarang.

“Sudah seharusnya potensi-potensi yang ada itu harus dipromosikan. Apalagi kopi ini sudah bukan lagi sekadar minuman tapi juga menjadi gaya hidup dari anak muda hingga orang tua,” ungkapnya. (win)

BACA JUGA :

Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi
Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan
Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana