URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Kantor PT Reska milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang berada di Kawasan Kota Lama Semarang terbakar pada Selasa (10/1/2023) sekira pukul 00.08 WIB.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Bangunan Milik PT KAI di Semarang Terbakar, Seorang Petugas Damkar Terluka Saat Pemadaman

Bangunan Milik PT KAI di Semarang Terbakar, Seorang Petugas Damkar Terluka Saat Pemadaman

Bangunan Milik PT KAI di Semarang Terbakar, Seorang Petugas Damkar Terluka Saat Pemadaman

featured-img

RASIKAFM.COM | SEMARANG – Kantor PT Reska milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang berada di Kawasan Kota Lama Semarang terbakar pada Selasa (10/1/2023) sekira pukul 00.08 WIB. Akibat kejadian ini, seorang petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) mengalami luka dan kini sedang mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Pantiwilasa Semarang.

Kabid Ops dan Penyelamatan Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Untung Sugiono mengatakan, pihaknya mengetahui kejadian ini setelah menerima laporan adanya peristiwa kebakaran di depan Pabrik Roko Praoe Lajar. Setelah menerima informasi itu, pihaknya kemudian turun ke lokasi untuk melakukan pemadaman.

Setelah sampai di tempat kejadian, pihaknya langsung berupaya memadamkan api yang membakar bangunan seluas kurang lebih 200 meter persegi itu. Saat proses pemadaman, salah satu anggota mengalami luka karena terkena ledakan dari tabung gas.

“Disitu pasukan kita atau anggota kita yang di lapangan ada tabung tiga atau empat gitu sudah diamankan. Tapi dari karyawan situ diambil taruh di air kemudian kesamber api akhirnya anggota kita ada yang kena (ledakan) kena muka sama tubuhnya langsung dilarikan ke Pantiwilasa dibantu oleh ambulance hebat,” ujar Untung kepada wartawan.

Dirinya menjelaskan, selama proses pemadaman ini, pihaknya menerjunkan 10 armada mobil pemadam kebakaran dan 80 personel. Api berhasil dijinakan sekira pukul 02.00 WIB.

“Proses pemadaman ada sedikit kendala karena hidran tidak berfungsi. Apinya muncul mulai jam 12 (00.00 WIB) sampai 02.00 setelah itu jam 04.05 ke rumah sakit,” terangnya.

Dari hasil pemeriksaan sementara, diduga penyebab kebakaran ini dikarenakan adanya korseleting listrik di bangunan itu. Kerugian akibat kejadian ini diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Terpisah, Humas PT KAI Services, Nyoman Suardhita menjelaskan, lokasi yang terbakar merupakan anak perusahan Kereta Api yang berkantor pusat di Jakarta dalam bidang penyedia makanan.

Pihaknya memastikan untuk pelayanan penumpang KAI tetap berjalan normal dan dipastikan tidak ada kendala. “Sementara ini setelah kejadian tersebut Direksi sudah memerintahkan penyedian suporting KAI. Kami ini penyedia makanan diatas kerata dan masih terlayani kondisi pelayanan tetap berjalan normal dan dipastikan normal. Sementara pegawai di relokasi ada tempat-tempt untuk mereka bekerja opersional bekerja tetap berjalan,” tuturnya.

Disisi lain, informasi yang ia terima kejadian ini diakibatkan karena adanya korseleting listrik kemudian menimbulkan api. Petugas keamanan yang berjaga waktu itu sempat berusaha memadamkan api namun tidak berhasil.

“Korseleting listrik jadi ada percikaan api teman-teman coba memadamakaan api menggunakan APAR, banyak APAR saat itu tapi terlanjur besar. Untuk kerugian sementara belum kami sebutkan karena dari Jakarta masih melakukan maping untuk mengerjakan. Atas kejadian ini dari kami tidak ada korban jiwa,” imbuhnya.

Sementara itu, Manager Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Ixfan Hendri Wintoko memastikan pelayanan bagi pelanggan kereta api tidak mengalami gangguan. “Untuk pelayanan pelanggan dan perjalanan Kereta api dari dan ke Semarang-Tawang tidak ada gangguan karena posisinya agak jauh dari stasiun,” katanya.

BACA JUGA :

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Sebuah kios perlengkapan pakaian muslim di Pasar Raya II, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Salatiga, terbakar pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada lampu bagian atas ruko yang digunakan sebagai gudang. Tiga unit mobil damkar dikerahkan dan api berhasil dipadamkan tanpa korban jiwa.
Tiga Unit Mobil Pemadam Lumpuhkan Api yang Membakar Kios Perlengkapan Muslim di Salatiga
Alami Laka Tunggal Rabu Dini Hari, Innova Tergelincir hingga Terbakar di JLS Salatiga
Alami Laka Tunggal Rabu Dini Hari, Innova Tergelincir hingga Terbakar di JLS Salatiga
Daihatsu Xenia bernopol D 1712 DW terbakar sekitar 100 meter setelah mengisi BBM di SPBU Kampung Kali, Jalan Mayjen Sutoyo, Semarang, Senin (17/8/2026) malam. Pertamina menyebut pengemudi diketahui merokok sebelum kendaraan terbakar, sementara penyebab pasti insiden masih menunggu hasil pemeriksaan forensik dan keterangan resmi kepolisian.
Mobil Xenia Terbakar 100 Meter dari SPBU, Pertamina Soroti Empat Galon BBM
Pengemudi Toyota Innova berinisial SW, warga Ambarawa, diduga berada di bawah pengaruh minuman keras saat terlibat kecelakaan dengan Honda Vario di Jalan Fatmawati, Blotongan, Salatiga, Sabtu (16/8/2026) tengah malam. Korban mengalami luka ringan. Kedua pihak berdamai, sementara polisi tetap menilang SW karena mengemudi dalam pengaruh miras.
Akhir Pelarian Diduga Pelaku Tabrak Lari di Jalan Fatmawati Blotongan, Pelaku dan Korban Damai

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga