URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]

Mbak Google

KABAR RASIKA

Berangkat Sekolah di Antar Naik Motor Polisi, Arif Merasa Seperti Mimpi

Berangkat Sekolah di Antar Naik Motor Polisi, Arif Merasa Seperti Mimpi

Berangkat Sekolah di Antar Naik Motor Polisi, Arif Merasa Seperti Mimpi

Foto Arief Rasika
Banit Lantas Polsek Tengaran Aiptu Joko Nur Warsito, saat memboncengkan Arif siswa SDN Sugihan 3 Tengaran, selasa 13 Juni 2023
featured-img

RASIKAFM.COM | SEMARANG - Pagi itu Muhammad Arif Mustofa bangun kesiangan, bocah berusia 10 tahun siswa SD Negeri Sugihan 03 Tengaran tersebut segera bergegas mandi. Ia Lantas memakai seragam dan sepatu, tanpa sarapan kemudian berjalan menuju ke sekolahnya yang berjarak Kurang lebih 3 km.

Sebenarnya dia tidak perlu tergesa gesa jika dari rumah pukul 06.00 WIB, namun saat itu waktu menunjukkan pukul 06.30, padahal jarak antara sekolah dengan rumahnya di Urut Sewu Ampel Boyolali, jika ditempuh dengan jalan kaki lebih dari 20 menit. Akibatnya ia berjalan setengah berlari agar bisa sampai ke sekolah tidak lebih dari pukul 07.00.

Beruntung saat berlari itulah, dibelakangnya ternyata melintas anggota Polsek Tengaran Aiptu Joko Nur Warsito yang saat itu tengah sambang kewilayahan .Joko dengan Sigap menghampiri siswa kelas 5 SD Sugihan 3 tersebut. Dirinya langsung menanyakan ada apa gerangan sehingga harus berlari. Dengan sedikit tersipu malu Arif mengatakan ia terpaksa berlari karena takut sampai ke sekolah lebih dari pukul 07.00 WIB.

“pak polisi, saya sengaja berlari agar tidak terlambat ke sekolah, hari ini saya bangun kesiangan sehingga semuanya serba mendadak” papar Arif polos.

Dengan sikap ramahnya, Aiptu Joko langsung mengambil helm yang ada di jok belakang dan kemudian memakaikannya kepada Arif untuk diantarkan ke sekolah. Sepanjang perjalanan Joko banyak bercerita dan memberikan motivasi kepada Arif, yang belakangan diketahui merupakan siswa dari sekolah pinggiran di wilayah perbatasan Kabupaten Semarang dengan Boyolali tersebut.

“Nak masa depan kamu masih cukup panjang, kamu juga harus yakin bahwa sesuatu yang dimulai dengan niat yang tulus akhirnya akan membawamu ke arah kesuksesan” pesan Joko kepada Arif.

Dari pandangan spion terlihat Arif langsung menggangguk tanda setuju, usai medapatkan saran dari polisi yang belakangan diketahui merupakan Banit Lantas Polsek Tengaran ini. Arif tak henti hentinya merasa bangga karena bisa naik motor polisi dan mendapat pencerahan soal masa depan. Bahkan dalam hati kecilnya ia besuk ingin menjadi Polisi.

Tanpa disadari perjalanan mereka berdua kemudian sampai juga di depan gerbang SDN Negeri Sugihan 3, tidak ada 5 menit ternyata dengan diboncengkan sepeda motor dinas milik Joko mereka telah sampai di depan pintu sekolah.

Layaknya hubungan antara orang tua dan anak, sebelum mereka berpisah Joko juga sempat memberi salam “tos” kepada Arif. Sambil memberikan semangat dengan terus mantab menatap masa depan yang cerah.

“Jangan minder ya mas meski kamu sekolah di SD Pinggiran” ujar Joko sambil menstater motor dinasnya. (rief)

– Joko Nur Warsito, saat memboncengkan Arif siswa SDN Sugihan

– Joko Nur Warsito, saat diwawancarai Rasika

– Arif siswa SD Sugihan 3 saat diwawancarai Rasika

 

BACA JUGA :

Kasus kekerasan terhadap anak di Kabupaten Semarang menurun menjadi 35 kasus pada semester pertama 2026 setelah sebelumnya terus meningkat dalam tiga tahun terakhir. DP3AKB Kabupaten Semarang menyampaikan penurunan tersebut saat peringatan Hari Anak Nasional, Kamis (23/7/2026), sembari menegaskan perlindungan anak berkebutuhan khusus tetap diprioritaskan melalui pendampingan korban, pencegahan perundungan, serta penguatan layanan pendidikan inklusif dan rencana beasiswa bagi 1.682 anak inklusi pada 2027.
Hari Anak Nasional, DP3AKB Kabupaten Semarang Dampingi Kasus Kekerasan Terhadap Anak Difabel, Pemkab Perkuat Perlindungan Anak Inklusi
Tetap Produktif di Usia Senja, 112 Peserta Sekolah Lansia Pancasila Kabupaten Semarang Diwisuda
Tetap Produktif di Usia Senja, 112 Peserta Sekolah Lansia Pancasila Kabupaten Semarang Diwisuda
Selama hampir 20 tahun, keluarga Muhroji di Dusun Rejowinangun, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, hidup tanpa aliran listrik meski tiang listrik telah berdiri di dekat rumah mereka. Hingga Rabu (22/7/2026), permohonan pemasangan listrik belum terealisasi karena diperlukan penambahan jaringan. Kondisi ekonomi yang terbatas membuat keluarga tersebut bertahan menggunakan sentir berbahan bakar minyak goreng sebagai penerangan setiap malam.
20 Tahun Hidup dalam Gelap, Keluarga Miskin di Sumowono Terangi Malam dengan Sentir Jelantah
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang memperkuat budaya sadar bencana melalui inovasi SADEWA (Strategi Deteksi, Edukasi, dan Waspada Bencana). Program berbasis kolaborasi pentahelix dan digitalisasi ini berhasil meningkatkan jumlah Desa Tangguh Bencana (Destana) menjadi 116 desa hingga 2026. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan edukasi, sistem deteksi dini, KKN Tematik Kebencanaan, serta optimalisasi dana desa guna meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai ancaman bencana.
Lewat SADEWA, BPBD Kabupaten Semarang Bangun Budaya Sadar Bencana dari Desa
Pemerintah Kabupaten Semarang meluncurkan Sekolah Tani Milenial 2026 untuk mendorong regenerasi petani di tengah menurunnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian. Program yang diikuti 240 peserta itu digelar di Kecamatan Sumowono, Selasa (21/7/2026), dengan pembekalan budidaya, kewirausahaan, dan pemasaran digital guna mencetak petani modern yang mampu menjaga ketahanan pangan.
Tak Malu jadi Petani, Khoirul Mantap Ikut Pelatihan Sekolah Tani Milenial Usai Lulus Kuliah
Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menilai Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih berpotensi menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekaligus bersaing dengan ritel modern. Pernyataan itu disampaikan usai meninjau Kopdes Merah Putih di Bergas Kidul dan Lodoyong, Selasa (21/7/2026), dengan syarat kelengkapan barang, dukungan fasilitas, dan kepastian regulasi pengelolaan koperasi terus diperkuat.
DPRD Kabupaten Semarang Nilai Kopdes Merah Putih Berpotensi Saingi Ritel Modern, Asal Pasokan Barang Lengkap

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Puluhan pecatur dari berbagai daerah mengikuti Turnamen Catur Taman Tingkir Cup I kategori non-master di Kota Salatiga, Minggu (19/7/2026), dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Salatiga. Ajang ini digelar untuk mewadahi penghobi catur, mengembangkan bibit atlet muda, mempererat komunitas pecatur, serta diharapkan menjadi agenda bergengsi yang mampu melahirkan prestasi hingga tingkat nasional.
Puluhan Peserta ikuti Turnamen Catur Taman Tingkir Cup I Non-Master
Wali Kota Salatiga bersama Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, Ketua Tim Penggerak PKK, dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melaksanakan ziarah ke makam para mantan Wali Kota Salatiga pada Senin (21/7/2026) sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-1276 Kota Salatiga. Ziarah dilakukan di TPU Ngemplak dan Makam Sidomulyo untuk mendoakan serta memberikan penghormatan kepada almarhum John Manuel Manoppo dan Letkol Soegiman atas jasa dan pengabdian mereka dalam membangun Kota Salatiga
Jelang Hari Jadi, Robby bersama Istri Tabur Bunga di Makam Mantan Wali Kota
Puluhan korban dugaan penipuan pembelian rumah di Perumahan Bandarjo Village Permai, Kecamatan Ungaran Barat, mengadukan kasus tersebut ke Komisi C DPRD Kabupaten Semarang, Rabu (15/7/2026). Para korban menuntut pengembang mengembalikan dana sekitar Rp1,4 miliar setelah proyek mangkrak, rumah tidak kunjung dibangun, dan sebagian sertifikat belum diterbitkan. DPRD meminta pengembang menuntaskan pengembalian dana hingga September 2026 serta menunda penerbitan izin proyek sampai seluruh persoalan konsumen selesai.
Puluhan Korban Perumahan Bandarjo Village Permai Mengadu ke DPRD, Tuntut Refund Rp1,4 Miliar