URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Para peternak sapi di Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, membagikan 1.000 liter susu secara gratis kepada warga pada Minggu, 10 November 2024. Aksi ini diinisiasi oleh para peternak dan pengepul susu sapi perah yang merasa kecewa karena susu mereka tidak laku dijual akibat pembatasan dari industri pengolahan susu (IPS) di Semarang.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Bukan untuk Mandi, Peternak di Getasan ini Justru Bagikan Ribuan Liter Susu ke Warga

Bukan untuk Mandi, Peternak di Getasan ini Justru Bagikan Ribuan Liter Susu ke Warga

Bukan untuk Mandi, Peternak di Getasan ini Justru Bagikan Ribuan Liter Susu ke Warga

Para peternak sapi di Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, membagikan 1.000 liter susu secara gratis kepada warga pada Minggu, 10 November 2024. Aksi ini diinisiasi oleh para peternak dan pengepul susu sapi perah yang merasa kecewa karena susu mereka tidak laku dijual akibat pembatasan dari industri pengolahan susu (IPS) di Semarang.
Foto Arief Rasika
ribuan warga berebut mendapatkan susu sapi secara gratis di halaman kantor Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Minggu 10 November 2024.

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Peternak sapi di Kecamatan Getasn Kabupaten Semarang membagikan ribuan liter susu secara gratis ke warga karena produk mereka tidak laku dijual, Minggu (10/11/2024). Susu produk lokal Semarang itu kini tidak laku dijual.

Hal yang sama sebelumnya juga terjadi pada peternak di Kabupaten Boyolali . Mereka membagikan produk karena tidak laku dijual. Bahkan ada yang membuang susu dan digunakan untuk mandi.

Sementara yang terjadi di Getasan Pembagian susu gratis ini merupakan ungkapan kekecewaan para peternak dan pengepul susu sapi akibat produksi susunya tidak dapat terserap seluruhnya ke industri pengolahan susu (IPS) di Semarang.

Para peternak dan pengepul tersebut membagikan susu sapi gratis sebanyak 1.000 liter di halaman kantor Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Antusias masyarakat dalam mendapatkan susu gratis ini cukup tinggi, bahkan para warga rela berdesakan untuk mendapatkan susu gratis. Para warga membawa botol, jeriken hingga galon.

Pengurus Kelompok Peternak Susu Sidomulyo Getasan Sugiyanto mengungkapkan, aksi yang dilakukan ini merupakan wujud kekecewaan dan protes dari dampak pembatasan penjualan susu sapi perah sejak dua bulan terakhir.

“Sejak dua bulan yang lalu pembatasannya. Ini juga bentuk kekecewaan dan protes karena ada pembatasan. Pemerintah harus turun tangan bisa mencarikan jalan solusi,” kata Sugiyanto

Aksi tersebut dilakukan pengepul dan 500 peternak sapi perah di Kecamatan Getasan. Diharapkan, dengan adanya aksi ini, pemerintah dapat lebih cepat untuk mencari solusi bagi peternak dan pengepul susu sapi perah.

“Dari pembatasan ini, susu jadi banyak yang tersisa. Jadi ini inisiatif agar sisa-sisa susu yang tidak diterima dapat bermanfaat bagi masyarakat. Harapannya semoga perekonomian peternak dan suplier bisa pulih kembali,” jelasnya.

Warga setempat, Bingah mengaku rela berdesakan untuk mendapatkan susu sapi secara gratis dengan membawa teko. Namun, dia juga ikut sedih dengan adanya pembatasan itu, sehingga membuat susu lokal tidak laku dijual.
“Meski dapat susu gratis, tapi saya kasihan kepada peternak, karena produk mereka tidak bisa diterima pabrik” ujarnya.

Bingah bersaudara saat diwawancara Fasika FM

BACA JUGA :

Seorang pecinta reptil, Galih Rizky F (20), terjatuh ke jurang sedalam sekitar 40 meter saat melakukan herping di kawasan Curug Lawe Benowo Kalisidi (CLBK), Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jumat (28/8/2026) malam. Tim SAR gabungan mengevakuasi korban sekitar 2,5 jam kemudian dengan teknik HART. Korban mengalami cedera kepala, lengan, dan tungkai.
Pecinta Reptil Terjatuh ke Jurang 40 Meter Saat Herping di CLBK Ungaran
Polres Semarang mengamankan pelajar berinisial YA (16) yang diduga hendak melakukan duel satu lawan satu di Jalan Lingkar Ambarawa, Kabupaten Semarang, Rabu (26/8/2026) dini hari. Polisi menemukan celurit sepanjang sekitar 130 sentimeter yang dibawa YA setelah ajakan duel diduga disepakati melalui media sosial.
Viral Pelajar Bawa Celurit 1,3 Meter di Ambarawa, Polisi Gagalkan Rencana Duel
Seorang pria berinisial M (59), penghuni kos di Kampung Sawo, Bugel, Sidorejo, Kota Salatiga, ditemukan meninggal dunia pada Rabu (26/8/2026) malam. Polisi dan tim medis melakukan pemeriksaan serta olah TKP setelah menerima laporan melalui Call Center 110. Pemeriksaan awal tidak menemukan tanda penganiayaan maupun kekerasan pada tubuh korban.
Murni Sakit, Penghuni Kos Ditemukan Meninggal. Saksi akui Cium Bau Busuk
Daihatsu Ayla dan Mitsubishi L300 Pick Up bertabrakan di Simpang Empat Klampeyan, Noborejo, Argomulyo, Kota Salatiga, Selasa (25/8/2026) siang. Kecelakaan terjadi saat Ayla hendak menyeberang Jalan Pertapaan Gedono dan bertabrakan dengan L300 yang melaju dari arah Tingkir menuju Kembang. Kedua pengemudi selamat tanpa luka.
Ayla VS L300 Adu Banteng, Pemilik Mobil hanya bisa Geleng - geleng
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5.000 Persen, Industri Jadi Motor Pertumbuhan

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved