URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) secara resmi menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Blora, ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman pada Rabu (6/3/2024), di Grha Kartini. Rektor UKSW, Prof. Dr. Intiyas Utami, S.E., M.Si., Ak., dan Bupati Kabupaten Blora, Arief Rohman, S.IP., M.Si., bertindak sebagai penandatangan nota kesepahaman tersebut.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Bupati Blora Gandeng UKSW, Ciptakan Inovasi dan Live Laboratory

Bupati Blora Gandeng UKSW, Ciptakan Inovasi dan Live Laboratory

Bupati Blora Gandeng UKSW, Ciptakan Inovasi dan Live Laboratory

penandatanganan nota kesepahaman, Bupati Kabupaten Blora dengan Rektor Intiyas
penandatanganan nota kesepahaman, Bupati Kabupaten Blora dengan Rektor Intiyas
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – UKSW resmi menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Blora, ditandai dengan ditandatanganinya Nota Kesepahaman pada Rabu (6/3/2024), di Grha Kartini. Nota kesepahaman ditandatangani oleh Rektor UKSW Prof. Dr. Intiyas Utami, S.E., M.Si., Ak., dan Bupati Kabupaten Blora Arief Rohman, S.IP., M.Si.

Membersamai penandatanganan nota kesepahaman hari ini adalah Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Kealumnian (WR KK) Prof. Yafet Yosafet Wilben Rissy, Dekan dan Koordinator Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Kealumnian Fakultas di UKSW. Sementara itu hadir dari Pemerintah Kabupaten Blora Sekretaris Daerah Komang Gede Irawadi, serta kepala dinas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setempat.

Rektor Intiyas dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kunjungan dari Pemerintah Kabupaten Blora ke Kampus Indonesia Mini, UKSW. Tak hanya itu, Rektor Intiyas juga menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan sinergitas yang sudah terjalin selama ini, yang terwujud dalam berbagai kerja sama yang dikoordinasi oleh CEMSED (Center for Micro and Small Enterprise Dynamics-red), FEB (Fakultas Ekonomika dan Bisnis-red), dan FPB (Fakultas Pertanian dan Bisnis-red). Kegiatan tersebut antara lain berupa review peraturan daerah, pemetaan potensi dan peluang investasi di Blora, sejumlah penelitian dan juga pembuatan materi promosi investasi.

“Kami berharap Bapak Bupati berkenan membuka peluang bagi fakultas lainnya untuk bekerja sama juga karena banyak tenaga ahli UKSW yang bisa berkolaborasi. Saat ini kami juga sedang berupaya membuat live laboratory, di mana kita bisa berkolaborasi dengan pemerintah daerah setempat untuk membantu menyelesaikan permasalahan yang ada secara tuntas,” kata Rektor Intiyas.

Bupati Kabupaten Blora. Bupati Arief Rohman, mengatakan adalah suatu kehormatan bisa berkunjung di salah satu kampus terbaik di Indonesia yang sudah diakui dunia. Dalam kesempatan ini, Bupati Arief Rohman menyampaikan bahwa ada sejumlah permasalahan di Kabupaten Blora yang membutuhkan peran serta stakeholder, salah satunya perguruan tinggi seperti UKSW. Permasalahan tersebut antara lain soal kemiskinan, stunting, dan juga pengembangan potensi wisata.

“Kami datang ke sini salah satunya adalah bagaimana UKSW bisa hadir untuk mengurangi kemiskinan di Blora yang saat ini masih cukup tinggi. Tidak hanya itu, kami juga punya masalah stunting, berharap ada peran perguruan tinggi juga,” ungkap Bupati Kabupaten Blora.

Bupati Arief juga mengajak UKSW untuk terus mengembangkan inovasi. Disampaikannya, UKSW bisa mendampingi satu atau tiga desa yang nantinya bisa dijadikan prototype dengan menghasilkan berbagai inovasi.

“Kalau ada pendampingan dari UKSW akan banyak inovasi yang dilahirkan. Masing-masing OPD juga kami minta punya inovasi karena itu kita jalin kerja sama dengan perguruan tinggi,” imbuhnya.

BACA JUGA :

Sebanyak 111 siswa SMP Arunika dan SD School of Life Lebah Putih mengikuti Kemah Alih Golongan 2026 di Bumi Perkemahan Kuncen, Polobogo, Kabupaten Semarang. Kegiatan dikemas sebagai pembelajaran berbasis pengalaman untuk melatih kemandirian, kerja sama, pemecahan masalah, dan kemampuan berpikir kritis melalui berbagai tantangan di alam.
Ratusan Siswa ikuti Kemah Alih Golongan, Tanamkan Sikap Belajar Mandiri, dan Bekerja Sama di Alam
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Sebanyak 165 warga binaan Rutan Kelas IIB Salatiga mengikuti Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang digelar BPS Kota Salatiga di Aula Rutan, Kamis (20/8/2026). Pendataan tersebut dilakukan untuk memperoleh data ekonomi yang akurat dan komprehensif sebagai dasar perencanaan pembangunan, sekaligus memperkuat sinergi antara BPS dan jajaran pemasyarakatan.
Sensus Ekonomi 2026 Sasar Rutan Salatiga
Sebuah kios perlengkapan pakaian muslim di Pasar Raya II, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Salatiga, terbakar pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada lampu bagian atas ruko yang digunakan sebagai gudang. Tiga unit mobil damkar dikerahkan dan api berhasil dipadamkan tanpa korban jiwa.
Tiga Unit Mobil Pemadam Lumpuhkan Api yang Membakar Kios Perlengkapan Muslim di Salatiga
Muat Lebih

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan