KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Cabuli Belasan Santri, Dua Pengasuh Ponpes di Kabupaten Semarang Ditangkap Polisi

Cabuli Belasan Santri, Dua Pengasuh Ponpes di Kabupaten Semarang Ditangkap Polisi

Cabuli Belasan Santri, Dua Pengasuh Ponpes di Kabupaten Semarang Ditangkap Polisi

Polres Semarang berhasil mengungkap sejumlah kasus asusila, premanisme, perjudian, dan narkoba dalam upaya cipta kondisi menjelang bulan Ramadan. Foto: Humas Polres Semarang

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Satreskrim Polres Semarang berhasil menangkap dua pengasuh pondok pesantren yang diduga melakukan pencabulan terhadap santri. Kedua pelaku berasal dari dua pondok pesantren yang berbeda.

Kapolres Semarang, AKBP Ratna Quratul Ainy, dalam keterangan tertulisnya menjelaskan bahwa kejadian tersebut melibatkan dua lokasi pondok pesantren, yakni Ponpes MU dan Ponpes MH.
Di Ponpes MU, pelaku berinisial CB (60), yang merupakan seorang pengasuh di pesantren tersebut, diduga melakukan tindakan pencabulan pada awal Februari 2025.

“Korban berjumlah 10 orang, semuanya adalah santri laki-laki berusia antara 13 hingga 17 tahun,” jelasnya.

Modus yang digunakan pelaku, lanjutnya, adalah dengan memberikan iming-iming berupa rokok, reward, serta perlakuan istimewa kepada para korban.

“Pencabulan dilakukan di kamar pelaku maupun kamar santri yang diminta untuk memijatnya,” ungkapnya.

Sementara itu, di Ponpes MH pelaku berinisial MS (53), yang juga merupakan pengasuh pondok pesantren, diduga melakukan hal serupa pada awal Februari 2025.

“Dua santri perempuan berusia 11 dan 13 tahun menjadi korban. Lokasi pencabulan di dalam kelas saat para korban sendirian. Seperti halnya pelaku CB, modus yang digunakan MS juga meminta korban untuk memijatnya,” ujarnya.

Ratna mengungkapkan, Polres Semarang bekerja sama dengan Dinas P3AKB, Dinas Sosial, serta psikologi forensik Rumah Sakit Ken Saras untuk melakukan pendampingan dan rehabilitasi psikis terhadap para korban.

“Tujuannya untuk memulihkan kondisi psikis korban yang trauma,” sambungnya.

Selain dua kasus tersebut, dalam rangka cipta kondisi menjelang Ramadan, Polres Semarang juga berhasil mengungkap sejumlah kasus. Di antaranya premanisme, perjudian, asusila, dan narkoba. Sebanyak dua pelaku premanisme diamankan, sementara dalam kasus perjudian, sebanyak 10 pelaku berhasil ditangkap, dengan barang bukti berupa judi domino dan dadu kopyok.

Selain itu, dalam kasus asusila, terdapat enam kejadian dengan tujuh pelaku, dan dalam kasus narkoba, terdapat lima kejadian dengan sembilan pelaku, serta barang bukti berupa 7,5 gram sabu, empat butir alprazolam, dan 190 butir trihexyphenidil. (win)

Knowledge

Tidak ada postingan.

Kabar Terkini

POPULER

Kontingen Kabupaten Semarang mengakhiri Porprov XVII Jawa Tengah 2026 di peringkat ke-10 dengan raihan 25 medali emas, 30 perak, dan 32 perunggu. Meski belum mencapai target 30 emas, hasil tersebut meningkat dibandingkan Porprov 2023. Cabang olahraga karate menjadi penyumbang terbanyak dengan tujuh medali emas.
Lampaui Hasil 2023, KONI Kabupaten Semarang Akhiri Porprov XVII di Peringkat 10
Bakal calon Kepala Desa Cukilan, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Hermawan Sigit atau Nanang, menyiapkan sejumlah gagasan pembangunan yang mencakup perbaikan tata kelola pemerintahan, pengembangan UMKM, optimalisasi wisata lokal, dan pengelolaan sampah rumah tangga. Ia mengusung visi masyarakat religius, maju, sejahtera, dan mandiri dengan mengedepankan partisipasi warga serta penerapan program secara bertahap.
Bertarung dalam Pilkades Cukilan, Hermawan Sigit siapkan sejumlah Jurus Jitu, “urip kudu urup”
Polres Salatiga menggelar serah terima jabatan sejumlah pejabat di Pendopo Widya Qasana Tribrata, Jumat (23/10/2026). AKP Henri Widyoriani mendapat amanah sebagai Kasatres PPA dan PPO Polres Magelang Kota, sedangkan jabatan Kasat Resnarkoba Polres Salatiga diserahkan kepada AKP Joko Iskandar. Pergantian juga berlangsung pada jabatan Kasat Reskrim dari AKP Radytya Triatmaji Pramana kepada AKP Iwan Kristiana.
25 Tahun Bertugas di Polres Salatiga, AKP Henri Geser, Emban Amanah sebagai Kasatres PPA Polresta Magelang.
Persaingan cabang olahraga biliar dalam Porprov Jawa Tengah XVII 2026 di Kabupaten Semarang menghadirkan kejutan dengan tumbangnya sejumlah atlet unggulan. Hingga Rabu (28/10/2026), sebanyak 10 dari 15 nomor pertandingan telah selesai digelar. Sebanyak 112 atlet dari 29 kabupaten/kota mengikuti kompetisi yang berlangsung di J_Pool Billiard and Cafe dan Kingdom Billiard hingga Jumat (30/10/2026).
Kejutan di Cabor Biliar Porprov Jateng XVII, Sejumlah Unggulan Tumbang
[pekok2]