KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Cegah Penyebaran Covid, Polres Salatiga Bagikan Masker Kepada Mahasiswa STT Barea

Cegah Penyebaran Covid, Polres Salatiga Bagikan Masker Kepada Mahasiswa STT Barea

Cegah Penyebaran Covid, Polres Salatiga Bagikan Masker Kepada Mahasiswa STT Barea

Polsek Sidorejo, Polres Salatiga Rabu 16.2.22 memberikan bantuan ratusan masker kepada para mahasiswa STT Berea. Bantuan diberikan guna mencegah penyebaran virus korona.

Kapolres Salatiga AKBP Indra Mardiana melalui Kapolsek Sidorejo AKP Tri Widaryanto mengatakan pemberian masker ini sebagai upaya menekan penyebaran virus Korona, “kami berharap dengan pembagian masker ini akan menekan persebaran korona, namun kami juga meminta agar mahasiswa ketat jalankan Prokes dengan tetap memakai masker dimanapun berada” ujar Kapolsek

Dalam kesempatan itu kapolsek menyerahkan langsung bantuan masker yang diterima kepala STT Endah Kristiani bersama Felicia, staf sekolah
“Kami harapkan mahasiswa dan semua yang ada di STT bisa memperketat prokes. Yang masih sehat terus memakai masker,” tambah Tri.

Dari data yang ada di sekolah dengan sistem asrama tersebut terdiri dari 54 mahasiswa dan 11 pengajar. Enam diantaranya sudah dinyatakan terpapar korona. Sementara 32 mahasiswa lain bergejala dan hingga kini masih dikarantina.

Endah menjelaskan, awalnya satu pengajar bergejala flu. Setelah dilakukan swab, hasilnya positif. Kontak erat kemudian di tracing dan ditemukan total enam yang positif.

Kapolsek Sidorejo AKP Tri Widaryanto saat diwawancarai Rasika

“Ada banyak yang bergejala dan langsung kira isolasi di lantai dua dan tiga. Total 32 mahasiswa,” jelas Endah. Pihaknya menambahkan Rata rata mereka bergejala batuk, pilek, dan agak demam. Ia mengaku tidak mengetahui asal virus. Karena seluruh mahasiswa dan dosen tinggal disatu lokasi.

Sementara itu Pihak puskesmas Sidorejo Lor terus memantau kasus ini. “Sudah dilakukan swab kepada kontak erat dengan jumlah 32 orang. Namun penanganan sudah bagus dengan adanya ruang terpisah bagi yang bergejala,” jelas dokter Nunung dari Puskesmas Sidorejo Lor.(rief)

Kabar Terkini

POPULER

Pemetaan Zona Kerentanan Gerakan Tanah (ZKGT) menjadi salah satu upaya memperkuat mitigasi bencana di Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga. Hal itu dibahas dalam Forum Konsultasi Publik di Hotel Aston Semarang, Senin (28/9/2026), untuk menyamakan pemahaman serta mendorong pemanfaatan data dalam perencanaan pembangunan dan kesiapsiagaan masyarakat.
Peta Zona Gerakan Tanah Kabupaten Semarang-Salatiga Dibahas, Mitigasi Jadi Perhatian
Seorang siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berinisial R diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelas pada Rabu (23/9/2026). R mengalami sejumlah memar, luka di belakang telinga, bibir pecah, serta trauma setelah kejadian. Pihak sekolah mengaku telah memberikan konsekuensi kepada siswa yang terlibat dan menyiapkan pembinaan serta upaya pemulihan kondisi psikologis korban.
Diduga Jadi Korban Perundungan Berulang, Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran Alami Luka hingga Trauma
Relokasi Makam Wonokendeng di Lingkungan Lonjong, Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Bawen masih menunggu tindak lanjut Pemkab Semarang. Warga telah memilih lahan pengganti sekitar 5.000 meter persegi, tetapi proses pembelian belum berjalan. Kepastian dibutuhkan karena makam lama masih digunakan dan menampung sekitar 550 makam.
Makam Wonokendeng Terdampak Tol Jogja-Bawen, Warga Sudah Pilih Lahan Baru tapi Relokasi Belum Jelas
Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
[pekok2]