URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Peningkatan curah hujan yang cukup signifikan menimbulkan potensi bencana alam. Di Kabupaten Semarang, sejumlah wilayah menjadi daerah rawan banjir bandang saat masuknya musim hujan pada Oktober 2022 ini.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Curah Hujan Mulai Meningkat, BPBD Kabupaten Semarang Minta Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan

Curah Hujan Mulai Meningkat, BPBD Kabupaten Semarang Minta Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan

Curah Hujan Mulai Meningkat, BPBD Kabupaten Semarang Minta Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan

featured-img

UNGARAN – Peningkatan curah hujan yang cukup signifikan menimbulkan potensi bencana alam. Di Kabupaten Semarang, sejumlah wilayah menjadi daerah rawan banjir bandang saat masuknya musim hujan pada Oktober 2022 ini.

Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang, Riyadi mengatakan wilayah yang paling rawan dilanda banjir yakni daerah sekitar Rawa Pening. Meliputi Desa Ngrapah, Kecamatan Banyubiru, Kelurahan Lodoyong, Kecamatan Ambarawa, Desa Candirejo dan Desa Lopait, Kecamatan Tuntang

“Karena posisinya ada di dataran rendah dibanding sekitarnya, sehingga rawan mendapatkan luapan air dari aliran sungai di wilayah yang lebih tinggi,” ujarnya di Ungaran, Jumat (7/10/2022).

Di wilayah Lodoyong dan Ngrapah, lanjut Riyadi, potensi banjir terjadi karena derasnya aliran air dari dataran tinggi, misalnya daerah Bandungan dan Sumowono. Ditengarai, tata kelola lahan di bagian atas kurang begitu baik, ditambah sungai-sungai yang ada di bawahnya relatif dangkal. Sehingga alirannya sampai Sungai Panjang yang berlokasi di dekat pasar Ambarawa.

“Aliran sungai itu sampai ke Desa Bejalen, akhirnya pas tikungan ada penyempitan karena penduduk membangun rumah di sana jadi berpotensi meluap airnya,” sambungnya.

Riyadi menambahkan, pihaknya telah mengirimkan surat kepada seluruh kantor kecamatan di Kabupaten Semarang terkait peringatan potensi bencana. Pihaknya meminta warga meningkatkan kewaspadaan dan memperhatikan kondisi lingkungan masing-masing termasuk membersihkan got-got dari sampah, sedimentasi yang bisa menghambat aliran air.

“Personel kami tetap siaga 24 jam, alatnya juga sudah siaga. Untuk sementara warga tidak diperbolehkan pinjam ekskavator dahulu, karena harus siaga dalam kondisi begini,” tandasnya. (win)

 

BACA JUGA :

Polres Semarang mengamankan pelajar berinisial YA (16) yang diduga hendak melakukan duel satu lawan satu di Jalan Lingkar Ambarawa, Kabupaten Semarang, Rabu (26/8/2026) dini hari. Polisi menemukan celurit sepanjang sekitar 130 sentimeter yang dibawa YA setelah ajakan duel diduga disepakati melalui media sosial.
Viral Pelajar Bawa Celurit 1,3 Meter di Ambarawa, Polisi Gagalkan Rencana Duel
Kepala Dinsos Kabupaten Semarang Istichomah
Penerima Bansos Terindikasi Judol Bakal Dicoret, Dinsos Kabupaten Semarang Buka Pengajuan Sanggahan
pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon