URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Erupsi Gunung Merapi pada tanggal 11 dan 12 Maret 2023 menyebabkan material abu vulkanik menyebar ke sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Semarang. Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Semarang mengimbau masyarakat untuk mengenakan masker dan mobil yang terkena abu vulkanik disemprot air sebelum dilap.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Dampak Erupsi Gunung Merapi, Sejumlah Wilayah di Kabupaten Semarang Terkena Abu Vulkanik

Dampak Erupsi Gunung Merapi, Sejumlah Wilayah di Kabupaten Semarang Terkena Abu Vulkanik

Dampak Erupsi Gunung Merapi, Sejumlah Wilayah di Kabupaten Semarang Terkena Abu Vulkanik

Dampak Erupsi Gunung Merapi, Sejumlah Wilayah di Kabupaten Semarang Terkena Abu Vulkanik

featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN - Erupsi Gunung Merapi yang terjadi Sabtu (11/3/2023) dan Minggu (12/3/2023) menyebabkan sejumlah wilayah terdampak material berupa abu vulkanik. Tak hanya daerah sekitar Gunung Merapi saja, melainkan juga wilayah di Kabupaten Semarang juga terdampak.

Dari penuturan Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kabupaten Semarang, Juwair Suntara, abu vulkanik terlihat di sejumlah kecamatan, meliputi Getasan, Banyubiru, Ambarawa, Jambu, Pringapus dan Ungaran.

“Laporan dari masyarakat dan relawan, abu vulkanik sudah sampai Kabupaten Semarang,” ungkapnya di Ungaran, Senin (13/3/2023).

Atas hal itu ia mengimbau kepada masyarakat yang hendak beraktivitas di luar ruangan untuk mengenakan masker.

“Karena kalau sampai terhirup menimbulkan risiko gangguan di paru-paru,” ujarnya.

Sementara pantauan di halaman parkir komplek Setda Kabupaten Semarang, sejumlah kendaraan roda empat yang berada semalaman di tempat tersebut tampak terkena hujan abu vulkanik. Seperti mobil milik Setyo Bowo (52), seorang jurnalis yang setiap hari melakukan peliputan di wilayah Kabupaten Semarang.

“Mobil memang sengaja saya tinggal di setda. Pas ngecek tadi pagi kok ternyata kena abu vulkanik,” tuturnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Vega Lazuardi, Sekretaris Diskominfo Kabupaten Semarang. Dalam unggahan story whatsapp pribadinya, ia menyatakan bahwa hujan abu vulkanik sudah sampai di Ungaran sejak Minggu (12/3/2023) malam.

“Hujan abu vulkanik Merapi sudah sampai Ungaran, hanya agak tipis. Untuk mobil yang parkir di luar jangan langsung dilap, mohon disemprot air dulu,” katanya. (win)

BACA JUGA :

Masyarakat Dusun Wates, Desa Wates, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, terus melestarikan tradisi Saparan atau merti dusun yang digelar setiap Senin Kliwon pada bulan Sapar. Tradisi yang berlangsung turun-temurun ini diwujudkan melalui rangkaian ritual adat, open house, serta pertunjukan kesenian sebagai ungkapan syukur, mempererat silaturahmi, dan menjaga nilai gotong royong sekaligus melestarikan warisan budaya Jawa di tengah perkembangan zaman.
Saparan di Getasan, Tradisi Tahunan yang Hadirkan Suasana Mudik dan 'MBG Swadaya'
Dosen STAI Kuningan, Dakhori, menjelaskan bahwa istilah Londo Ireng kini berkembang sebagai simbol kritik terhadap praktik kekuasaan yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat. Pernyataan tersebut disampaikan kepada Rasika FM, Minggu (26/7/2026), sebagai refleksi atas ketimpangan sosial, pembangunan, dan demokrasi. Menurutnya, kritik terhadap kebijakan merupakan bagian penting dalam menjaga akuntabilitas pemerintahan serta memastikan kemerdekaan benar-benar dirasakan masyarakat.
Istilah Londo Ireng Kembali Muncul, Dr. Dakhori Soroti Bahaya Mental Penjajah di Tubuh Bangsa Sendiri
Forkopimda Kabupaten Semarang tampil sebagai pemain ketoprak bertajuk "Rebut Kembar Mayang" pada puncak peringatan HUT ke-35 DPD Permadani Kabupaten Semarang di GOR Pandanaran Wujil, Kecamatan Bergas, Sabtu (25/7/2026) malam. Ngesti Nugraha bersama jajaran pimpinan daerah turun langsung ke panggung sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya Jawa sekaligus mengajak generasi muda menjaga bahasa, tata krama, dan nilai-nilai luhur budaya melalui seni tradisional
Forkopimda Kabupaten Semarang Main Ketoprak, Cara Unik Permadani Lestarikan Budaya Jawa
Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Abdul Ghoffar Rozin menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan kolaborasi lintas elemen dalam menghadapi bencana saat Apel Kesiapsiagaan Jambore Relawan NU Peduli se-Jawa Tengah di Bumi Perkemahan Harda Walika, Gunungpati, Kota Semarang, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan ini diisi peluncuran aplikasi NU Risk, penyerahan bantuan kebencanaan, serta penanaman pohon sebagai upaya memperkuat respons bencana, pemulihan korban, dan konservasi lingkungan.
Gus Rozin: Relawan NU Peduli Harus Siaga, Cepat dan Utamakan Kemanusiaan
BPBD Kabupaten Semarang Siapkan 150 Tangki Air Bersih Hadapi Kemarau, Enam Desa Sudah Terdampak
BPBD Kabupaten Semarang Siapkan 150 Tangki Air Bersih Hadapi Kemarau, Enam Desa Sudah Terdampak
Petani cabai di Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, menghadapi penurunan harga saat musim panen meski produksi meningkat. Cabai sret kini hanya dihargai sekitar Rp20.000 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting sekitar Rp16.000 per kilogram di tingkat petani. Melimpahnya hasil panen dan berkurangnya pembeli menyebabkan harga turun, sehingga keuntungan petani menjadi sangat tipis meski produktivitas tanaman cukup tinggi.
Panen Cabai Berlimpah, Petani Sumowono Justru Gigit Jari karena Harga Anjlok

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Pemerintah Kota Salatiga resmi melakukan soft launching parkir elektronik di Jalan Monginsidi, Senin (27/7/2026), sebagai langkah mempercepat transformasi digital layanan publik. Program hasil kolaborasi dengan Bank Jateng ini menghadirkan sistem pembayaran retribusi parkir non-tunai untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, efisiensi, dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Uji coba dimulai di dua ruas jalan sebelum diperluas ke 20 titik pada Oktober 2026 dan ditargetkan menjangkau sekitar 120 titik parkir pada awal 2027.
Berharap PAD Naik, Pemkot Salatiga Luncurkan Uji Coba Parkir Elektronik
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga