URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]

Mbak Google

KABAR RASIKA

Desa Bener Maju lomba Kampung Tangguh Siaga Candi Tingkat Polres Semarang

Desa Bener Maju lomba Kampung Tangguh Siaga Candi Tingkat Polres Semarang

Desa Bener Maju lomba Kampung Tangguh Siaga Candi Tingkat Polres Semarang

featured-img

Kapolsek Tengaran Iptu Sungkowo bersama kades Bener H. Saefudin berfoto bersama sesaat setelah acara penilaian desa Tangguh candi didusun tugu selasa 23 februari 2021

RASIKAFM – Bertepatan dengan pelaksanaan PPKM mikro yang berlangsung dari tanggal 23 Februari sampai 8 Maret 2021 mendatang desa Bener Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang maju sebagai Desa Kampung Tangguh siaga candi mewakili Kecamatan Tengaran.

Dalam Lomba ditingkat Polres Semarang tersebut Bener bersaing dengan 18 desa Lain diwilayah hukum Polres Semarang.

Sementara itu dalam lomba kampung tangguh Siaga candi yang berlangsung selasa 23 februari 2021 ini team Penilai dari Polres Semarang dipimpin oleh Ketua AKP Yantoro Toyip bersama jajaran.

Kepada rasikafm.com AKP Yantoro Toyip mengatakan jika kegiatan penilaian ini dimaksudkan untuk Mencari pemenang yang nantinya akan maju mewakili polres Semarang ke tingkat Polda Jateng.

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=5YuFjtEr1XY[/embedyt]

setelah dilakukan penilaian secara umum desa Bener sudah memiliki kriteria desa Tangguh. Dimana semua komponen kesehatan sudah ada didesa bener “setelah kami melakukan Cek lapangan pihak desa sudah menjalankan sesuai protokol kesehatan termasuk 8 indikator penilaian seperti tempat isolasi mandiri. lumbung pangan, cctv dan pos kampling serta pembuatan dapur umum . Termasuk dari segi administrasi” kata Toyib yang juga Kasat Binmas polres Semarang ini.

Dia menambahkan warga desa bener juga terlihat memakai masker saat keluar rumah serta ada tempat cuci tangan didepan rumah.

Kepala Desa Bener H. Saefudin mengatakan sejak Covid 19 Melanda. pihak desa telah mengantisipasi penularan diantaranya dengan membuat posko siaga dan rumah isolasi mandiri serta lumbung pangan bagi warga yang positif terkena covid “pihak desa berupaya semaksimal mungkin agar covid 19 tidak Menular salah satu upaya adalah mendirikan ruang isolasi mandiri serta pembagian sembako bagi warga yang terdampak” ungkap Beni panggilan akrab Saefudin (rief)

BACA JUGA :

Tetap Produktif di Usia Senja, 112 Peserta Sekolah Lansia Pancasila Kabupaten Semarang Diwisuda
Tetap Produktif di Usia Senja, 112 Peserta Sekolah Lansia Pancasila Kabupaten Semarang Diwisuda
Selama hampir 20 tahun, keluarga Muhroji di Dusun Rejowinangun, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, hidup tanpa aliran listrik meski tiang listrik telah berdiri di dekat rumah mereka. Hingga Rabu (22/7/2026), permohonan pemasangan listrik belum terealisasi karena diperlukan penambahan jaringan. Kondisi ekonomi yang terbatas membuat keluarga tersebut bertahan menggunakan sentir berbahan bakar minyak goreng sebagai penerangan setiap malam.
20 Tahun Hidup dalam Gelap, Keluarga Miskin di Sumowono Terangi Malam dengan Sentir Jelantah
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang memperkuat budaya sadar bencana melalui inovasi SADEWA (Strategi Deteksi, Edukasi, dan Waspada Bencana). Program berbasis kolaborasi pentahelix dan digitalisasi ini berhasil meningkatkan jumlah Desa Tangguh Bencana (Destana) menjadi 116 desa hingga 2026. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan edukasi, sistem deteksi dini, KKN Tematik Kebencanaan, serta optimalisasi dana desa guna meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai ancaman bencana.
Lewat SADEWA, BPBD Kabupaten Semarang Bangun Budaya Sadar Bencana dari Desa
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) meraih penghargaan Most Impactful University for National Integration dalam ajang Solopos Best Brand and Innovation (SBBI) Awards 2026 di Solo pada 17 Juli 2026. Penghargaan ini diberikan atas kontribusi UKSW dalam menghadirkan pendidikan inklusif, riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat melalui berbagai program di bidang kesehatan, lingkungan, pemberdayaan UMKM, serta penguatan ekonomi desa.
Berkat Akademi BUMDes, UKSW Raih Pengakuan Nasional atas Inovasinya
Menjelang Hari Jadi Ke-1276 Kota Salatiga, upaya Pemerintah Kota Salatiga melestarikan Gedung Pakuwon, bangunan cagar budaya yang menjadi lokasi bersejarah Perjanjian Salatiga 1757, masih terkendala komunikasi dengan pemilik yang berdomisili di Semarang. Hingga Selasa (21/7/2026), Disbudpar belum memperoleh respons atas permohonan audiensi sehingga pemerintah berencana menggandeng Pemkot Semarang untuk memfasilitasi pertemuan, sembari menyiapkan langkah pelestarian agar nilai sejarah bangunan tetap terjaga.
Begini Nasib Gedung Pakuwon Salatiga, Pemkot Kesulitan Bertemu Pemilik
Wali Kota Salatiga bersama Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, Ketua Tim Penggerak PKK, dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melaksanakan ziarah ke makam para mantan Wali Kota Salatiga pada Senin (21/7/2026) sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-1276 Kota Salatiga. Ziarah dilakukan di TPU Ngemplak dan Makam Sidomulyo untuk mendoakan serta memberikan penghormatan kepada almarhum John Manuel Manoppo dan Letkol Soegiman atas jasa dan pengabdian mereka dalam membangun Kota Salatiga
Jelang Hari Jadi, Robby bersama Istri Tabur Bunga di Makam Mantan Wali Kota

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Wali Kota Salatiga bersama Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, Ketua Tim Penggerak PKK, dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melaksanakan ziarah ke makam para mantan Wali Kota Salatiga pada Senin (21/7/2026) sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-1276 Kota Salatiga. Ziarah dilakukan di TPU Ngemplak dan Makam Sidomulyo untuk mendoakan serta memberikan penghormatan kepada almarhum John Manuel Manoppo dan Letkol Soegiman atas jasa dan pengabdian mereka dalam membangun Kota Salatiga
Jelang Hari Jadi, Robby bersama Istri Tabur Bunga di Makam Mantan Wali Kota
Tetap Produktif di Usia Senja, 112 Peserta Sekolah Lansia Pancasila Kabupaten Semarang Diwisuda
Tetap Produktif di Usia Senja, 112 Peserta Sekolah Lansia Pancasila Kabupaten Semarang Diwisuda
Puluhan korban dugaan penipuan pembelian rumah di Perumahan Bandarjo Village Permai, Kecamatan Ungaran Barat, mengadukan kasus tersebut ke Komisi C DPRD Kabupaten Semarang, Rabu (15/7/2026). Para korban menuntut pengembang mengembalikan dana sekitar Rp1,4 miliar setelah proyek mangkrak, rumah tidak kunjung dibangun, dan sebagian sertifikat belum diterbitkan. DPRD meminta pengembang menuntaskan pengembalian dana hingga September 2026 serta menunda penerbitan izin proyek sampai seluruh persoalan konsumen selesai.
Puluhan Korban Perumahan Bandarjo Village Permai Mengadu ke DPRD, Tuntut Refund Rp1,4 Miliar