KABAR RASIKA

Di Tengah Kenaikan Harga Emas Dunia, Inflasi Jawa Tengah Tetap Terkendali di 2,86%

Di Tengah Kenaikan Harga Emas Dunia, Inflasi Jawa Tengah Tetap Terkendali di 2,86%

Di Tengah Kenaikan Harga Emas Dunia, Inflasi Jawa Tengah Tetap Terkendali di 2,86%

Foto: Dokumen

Semarang – Meski harga emas dunia melesat tajam, laju inflasi di Provinsi Jawa Tengah pada Oktober 2025 masih terjaga dalam rentang sasaran 2,5±1%. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi bulanan (mtm) Jawa Tengah sebesar 0,40%, meningkat dibanding September (0,21%) dan sedikit lebih tinggi dari inflasi nasional (0,28%).

Secara tahunan (yoy), inflasi Jawa Tengah mencapai 2,86%, sejalan dengan angka inflasi nasional yang juga berada di level yang sama.

Kota Surakarta Catat Inflasi Tertinggi

Seluruh kota pantauan di Jawa Tengah mengalami inflasi pada Oktober. Kota Surakarta mencatat inflasi tertinggi sebesar 0,49% (mtm), disusul Semarang dan Tegal. Adapun inflasi terendah terjadi di Cilacap dan Purwokerto, masing-masing sebesar 0,33% (mtm).

Harga Emas Pendorong Utama Inflasi

Kenaikan inflasi terutama dipicu oleh kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya (andil 0,21%), khususnya akibat naiknya harga emas perhiasan yang memberi andil 0,19%.
Lonjakan harga emas ini tidak lepas dari tren global. Berdasarkan data Trading Economics, harga emas dunia pada Oktober 2025 meningkat 19,98% dibanding bulan sebelumnya dan melonjak 60,66% dibanding tahun lalu, mencapai rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high). Kenaikan ini dipengaruhi tingginya ketidakpastian ekonomi global.

Kenaikan Harga Ayam dan Telur Ikut Menyumbang

Selain emas, kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau juga menjadi penyumbang inflasi. Harga telur ayam ras dan daging ayam ras meningkat seiring tingginya permintaan masyarakat, salah satunya karena pelaksanaan program MBG.

Sementara itu, cabai merah mengalami kenaikan harga akibat berakhirnya masa panen raya. Sebaliknya, bawang merah justru menahan laju inflasi karena masih dalam masa panen di beberapa sentra, seperti Kabupaten Brebes.

Sektor Transportasi Alami Kenaikan Ringan

Kelompok Transportasi turut memberi andil kecil terhadap inflasi (0,02%), dipicu normalisasi tarif kereta api setelah berakhirnya promo diskon 20% dan flash sale tiket hingga Rp80.000 pada 28 September 2025, dalam rangka HUT ke-80 PT KAI.

Koordinasi Pengendalian Inflasi Terus Diperkuat

Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Jawa Tengah akan terus memperkuat koordinasi dan sinergi program pengendalian inflasi. Upaya tersebut difokuskan pada menjaga pasokan dan kelancaran distribusi barang kebutuhan pokok, agar inflasi tetap stabil di kisaran target 2,5±1%

BACA JUGA :

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia menggelar program stabilisasi harga dan hilirisasi pangan di Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (12/10/2026). Program ini menyediakan beras seharga Rp11.000 per kilogram dan cabai rawit merah Rp10.000 per kemasan 200 gram, sekaligus memperkuat produksi pertanian dan membantu pedagang menghadapi kenaikan biaya bahan baku.
Tekan Inflasi, BI dan Pemprov Jateng Gelar Tebus Murah 6 Ton Beras dan 600 Kg Cabai
Digitalisasi ekonomi dan keuangan di Jawa Tengah terus berkembang hingga Juli 2026, ditandai transaksi QRIS yang mencapai 870,01 juta senilai Rp73,45 triliun. Bank Indonesia Jawa Tengah mencatat penggunaan pembayaran digital juga merambah UMKM, pariwisata, perdagangan, ekonomi kreatif, transaksi pemerintah daerah, hingga pembayaran lintas negara.
Ekonomi Digital Jawa Tengah Makin Terhubung, QRIS Tembus Rp73 Triliun
BI Jateng Angkat Jejak Cheng Ho dalam Rupiah Tresno Budoyo 2026
BI Jateng Angkat Jejak Cheng Ho dalam Rupiah Tresno Budoyo 2026
Bank Indonesia Jawa Tengah mendorong transformasi pariwisata sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru melalui Forum PUSAKA JATENG 2026, Jumat (11/9/2026). Forum di Semarang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha dan akademisi untuk memperkuat ekosistem pariwisata agar meningkatkan belanja wisatawan, memperpanjang lama tinggal, membuka lapangan kerja, serta menggerakkan UMKM dan ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Jateng Ramai Wisatawan, Tapi Ekonominya Sudah Ikut Tumbuh?
Muat Lebih

INFOGRAFIS

TERKINI

Tiga Rumah Warga di Tingkir Lor Sabtu Sore Hangus Terbakar, Kerugian 1 Milyar
Tiga Rumah Warga di Tingkir Lor Sabtu Sore Ludes Terbakar, Kerugian 1 Milyar
Kebakaran melanda tiga rumah warga di Ngentak, Kelurahan Tingkir Lor, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga, Sabtu (17/10/2026). Petugas Damkar Kota Salatiga bersama tim gabungan berhasil memadamkan api sekitar...
Prihatin Suryaningtyas, guru IPA SMP Muhammadiyah Plus Salatiga, lolos seleksi nasional Program Korean e-Learning Improvement Cooperation (KLIC) 2026, hasil kerja sama Kemendikdasmen RI dengan lembaga pendidikan Gangwon, Korea Selatan. Program ini bertujuan meningkatkan literasi digital dan keterampilan guru dalam pemanfaatan teknologi pembelajaran. Prihatin dijadwalkan mengikuti pelatihan lapangan di Korea Selatan pada 17–24 Oktober 2026.
Prihatin Suryaningtyas, Guru SMP Muhammadiyah Salatiga Lolos Belajar Gratis ke Korea
Prihatin Suryaningtyas, guru IPA SMP Muhammadiyah Plus Salatiga, lolos seleksi nasional Program Korean e-Learning Improvement Cooperation (KLIC) 2026, hasil kerja sama Kemendikdasmen RI dengan lembaga...
Sidorejo Kidul Kekeringan, Pemkot Salatiga Distribusi 5
Sidorejo Kidul Kekeringan, Pemkot Salatiga Distribusi 5.000 Liter Air, Cukupkah?
Wali Kota Salatiga Robby Hernawan meninjau penyaluran 5.000 liter air bersih bagi warga Druju, Kelurahan Sidorejo Kidul, Kecamatan Tingkir, pada 14 Oktober 2026. Bantuan dari PDAM Kota Salatiga tersebut...
Menjelang Pilkades Susukan, Kabupaten Semarang, pada 14 Desember 2026, kepala desa petahana Joni Anwar memberikan klarifikasi atas isu yang beredar di media sosial terkait kerja sama PT Wilbert dan penyewaan tanah kas desa. Joni membantah mengambil keuntungan pribadi, sementara praktisi hukum Muhammad Sofyan mengingatkan pentingnya menyampaikan informasi berdasarkan data dan fakta.
Diterpa Isu Miring, Joni Anwar Buka Suara, Tegaskan BPD dan Perangkat Desa tidak Ambil Keuntungan
Menjelang Pilkades Susukan, Kabupaten Semarang, pada 14 Desember 2026, kepala desa petahana Joni Anwar memberikan klarifikasi atas isu yang beredar di media sosial terkait kerja sama PT Wilbert dan penyewaan...
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Semarang meminta rencana pengembangan panas bumi atau geotermal di kawasan Gedongsongo dan Sepakung dikaji ulang. Dalam audiensi dengan DPRD Kabupaten Semarang, Jumat (16/10/2026), PCNU menyoroti potensi dampak terhadap sumber mata air, pertanian, dan pariwisata serta mendorong studi banding ke daerah yang telah mengembangkan proyek serupa.
PCNU Kabupaten Semarang Minta Proyek Geotermal Dikaji Ulang, Ditengarai Ancam Pertanian dan Wisata
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Semarang meminta rencana pengembangan panas bumi atau geotermal di kawasan Gedongsongo dan Sepakung dikaji ulang. Dalam audiensi dengan DPRD Kabupaten Semarang,...
Muat Lebih

POPULER

IMG-20250513-WA0020
Komunitas Zeusa USA, Tambah Tua Semakin Digdaya
Tiga Rumah Warga di Tingkir Lor Sabtu Sore Hangus Terbakar, Kerugian 1 Milyar
Tiga Rumah Warga di Tingkir Lor Sabtu Sore Ludes Terbakar, Kerugian 1 Milyar
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Semarang meminta rencana pengembangan panas bumi atau geotermal di kawasan Gedongsongo dan Sepakung dikaji ulang. Dalam audiensi dengan DPRD Kabupaten Semarang, Jumat (16/10/2026), PCNU menyoroti potensi dampak terhadap sumber mata air, pertanian, dan pariwisata serta mendorong studi banding ke daerah yang telah mengembangkan proyek serupa.
PCNU Kabupaten Semarang Minta Proyek Geotermal Dikaji Ulang, Ditengarai Ancam Pertanian dan Wisata
Tuan Rumah 12 Cabor Porprov XVII, Salatiga Bidik Prestasi, Targetkan 51 Emas
Tuan Rumah 12 Cabor Porprov XVII, Salatiga Bidik Prestasi, Targetkan 51 Emas
[pekok2]