URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]

Mbak Google

KABAR RASIKA

Dianggap Lebih Menguntungkan, Petani Kadirejo Pabelan Kini Tanam Porang

Dianggap Lebih Menguntungkan, Petani Kadirejo Pabelan Kini Tanam Porang

Dianggap Lebih Menguntungkan, Petani Kadirejo Pabelan Kini Tanam Porang

featured-img

Kades Kadirejo Riyadi saat menjelaskan manfaat tanaman porang dan prospek. Bisnisnya kepada media

RASIKAFM – Sedikitnya 200 Petani di Desa Kadirejo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, dan sejumlah petani desa disekitar Pabelan, kini mulai membudidayakan tanaman porang (amorphophallus oncophyllus prain). Umbi porang dikenal kaya akan karbohidrat, lemak, protein, mineral, vitamin, dan serat. Bahan pangan tersebut merupakan komoditas ekspor sebagai bahan baku industri pangan, kosmetik, dan produk lainnya.

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=BjeMkHnqV4w[/embedyt]
Kades Kadirejo Riyadi saat menjelaskan manfaat tanaman porang dan prospek. Bisnisnya kepada media

Kepada rasikafm.com kepala Desa Kadirejo, Riyadi mengatakan, selama beberapa bulan ini pihaknya sudah mengembangkan budidaya porang di beberapa hektare lahan pertanian. Bahkan diantaranya sudah ada yang layak panen. Untuk pengembangan budidaya tanaman tersebut pihaknya bekerja sama dengan Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP) Universitas Diponegoro dan beberapa universitas lainnya.

”Kami bersyukur budidaya porang di Desa Kadirejo dan desa lainnya di Kecamatan Pabelan telah berhasil,” katanya.

Menurut Kang Gondrong panggilan akrab Riyadi porang tumbuh subur di sekitar lahan sawah, di bawah pohon jati, sonokeling, mahoni, sengon, dan tanaman lainnya. Nilai ekonomisnya sangat tinggi, karena dicari pemasok untuk keperluan industri. Budidaya porang juga tidak sulit, karena tanaman tersebut tumbuh tanpa mengenal musim. ”Budidaya tanaman porang ini bisa menjadi alternatif tambahan penghasilan petani, selain menanam padi di sawah,” tambahnya.

Sementara itu Untuk lebih mengenalkan tanaman porang, Gondrong secara rutin melaksanakan pemberdayaan masyarakat desa, berupa pelatihan pertanian tanaman porang. Uji coba penanaman dilaksanakan di Desa Kadirejo dan desa sekitarnya.

Tanaman porang yang kini mulai dikembangkan di desa kadirejo dan sekitar Pabelan

Dilain pihak Dosen Program Studi Agroekoteknologi Departemen Pertanian FPP Undip, Dr Ir Budi Adi Kristanto MS menjelaskan, bagi para petani sangat mudah menyiapkan media tanaman porang. Termasuk dalam pengendalian hama, umbi porang yang telah diolah menjadi tepung glukomannan dimanfaatkan untuk industri pangan, kimia, dan farmasi. Tepung tersebut diolah menjadi mie, bahan campuran produk roti, es krim, permen, jeli, selai, dan lainnya.

Sudadi, salah satu petani porang mengungkapkan, tanaman porang dapat dipanen pertama kali setelah umurnya mencapai dua tahun. Umbi yang dipanen setelah mencapai bobot 1 kg. Umbi yang beratnya kurang dari 1 kg ditinggalkan dan dipanen pada musim berikutnya. Ciri-ciri tahaman porang siap panen jika daun telah kering dan jatuh ke tanah. Satu tanaman porang bisa menghasilkan umbi hingga berat 2 kg. Dari sekitar 40 ribu tanaman dalam satu hektare lahan dapat dipanen 80 ton umbi pada periode penanaman tahun kedua.

Adapun harga umbi porang segar di pasaran mencapai Rp 4.000/kg dan harga porang siap olah dan ekspor mencapai Rp 14 ribu/kg. Lalu harga umbi porang kering atau telah diolah menjadi chip sekitar Rp 50 ribu/kg hingga Rp 60 ribu/kg. Kemudian harga tepung porang di pasaran sekitar Rp 120 ribu/kg hingga Rp 150 ribu/kg. Petani juga bisa memanfaatkan ekonomis dari budidaya porang dengan menjual bibit porang, biji porang, dan lainnya. (rief)

BACA JUGA :

DPRD Kabupaten Semarang meminta pemerintah daerah melakukan kajian menyeluruh sebelum pengembangan energi panas bumi Gunung Ungaran dilanjutkan, Senin (31/8/2026). Dewan menyoroti potensi dampak pengeboran lebih dari 2.000 meter terhadap kondisi geologi, lingkungan, sumber air, cagar budaya, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
Legislator Kabupaten Semarang Soroti Risiko Geothermal Ungaran, Ingatkan Dampak Pengeboran
Kejaksaan Negeri Salatiga memberikan penyuluhan hukum dan kampanye antikorupsi kepada sekitar 150 siswa SMAN 3 Salatiga melalui program Jaksa Masuk Sekolah, Senin. Kegiatan tersebut bertujuan menanamkan kesadaran hukum, kejujuran, integritas, dan tanggung jawab sejak dini, sekaligus mengenalkan bahaya HIV/AIDS serta pengelolaan sampah kepada para pelajar.
JMS di SMAN 3 Salatiga, Gandeng Berbagai Pihak, “Wujudkan Generasi Emas Anti Korupsi”
Pemkab Semarang menyiapkan anggaran hampir Rp16 miliar untuk pelaksanaan Pilkades serentak yang dijadwalkan pada 14 Desember 2026. Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan anggaran tersebut digunakan untuk mendukung seluruh tahapan Pilkades, dengan kebutuhan tambahan dipenuhi melalui efisiensi belanja yang tidak menjadi prioritas.
Pemkab Semarang Tambah Anggaran Pilkades, Belanja Tak Mendesak Jadi Sasaran Efisiensi
WhatsApp Image 2026-08-30 at 22.25
Meriah! Peringatan HUT Paguyuban PKL Setia Kawan ke-24 di Pasaraya Salatiga
WhatsApp Image 2026-08-30 at 21.48
85 Kontingen Meriahkan Pawai Pembangunan dan Budaya Kabupaten Semarang 2026, Hidupkan Semangat Palagan Ambarawa
Seorang pecinta reptil, Galih Rizky F (20), terjatuh ke jurang sedalam sekitar 40 meter saat melakukan herping di kawasan Curug Lawe Benowo Kalisidi (CLBK), Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jumat (28/8/2026) malam. Tim SAR gabungan mengevakuasi korban sekitar 2,5 jam kemudian dengan teknik HART. Korban mengalami cedera kepala, lengan, dan tungkai.
Pecinta Reptil Terjatuh ke Jurang 40 Meter Saat Herping di CLBK Ungaran

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
WhatsApp Image 2026-08-30 at 21.48
85 Kontingen Meriahkan Pawai Pembangunan dan Budaya Kabupaten Semarang 2026, Hidupkan Semangat Palagan Ambarawa
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo: Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved