KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Dianggap Lebih Menguntungkan, Petani Kadirejo Pabelan Kini Tanam Porang

Dianggap Lebih Menguntungkan, Petani Kadirejo Pabelan Kini Tanam Porang

Dianggap Lebih Menguntungkan, Petani Kadirejo Pabelan Kini Tanam Porang

Kades Kadirejo Riyadi saat menjelaskan manfaat tanaman porang dan prospek. Bisnisnya kepada media

RASIKAFM – Sedikitnya 200 Petani di Desa Kadirejo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, dan sejumlah petani desa disekitar Pabelan, kini mulai membudidayakan tanaman porang (amorphophallus oncophyllus prain). Umbi porang dikenal kaya akan karbohidrat, lemak, protein, mineral, vitamin, dan serat. Bahan pangan tersebut merupakan komoditas ekspor sebagai bahan baku industri pangan, kosmetik, dan produk lainnya.

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=BjeMkHnqV4w[/embedyt]
Kades Kadirejo Riyadi saat menjelaskan manfaat tanaman porang dan prospek. Bisnisnya kepada media

Kepada rasikafm.com kepala Desa Kadirejo, Riyadi mengatakan, selama beberapa bulan ini pihaknya sudah mengembangkan budidaya porang di beberapa hektare lahan pertanian. Bahkan diantaranya sudah ada yang layak panen. Untuk pengembangan budidaya tanaman tersebut pihaknya bekerja sama dengan Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP) Universitas Diponegoro dan beberapa universitas lainnya.

”Kami bersyukur budidaya porang di Desa Kadirejo dan desa lainnya di Kecamatan Pabelan telah berhasil,” katanya.

Menurut Kang Gondrong panggilan akrab Riyadi porang tumbuh subur di sekitar lahan sawah, di bawah pohon jati, sonokeling, mahoni, sengon, dan tanaman lainnya. Nilai ekonomisnya sangat tinggi, karena dicari pemasok untuk keperluan industri. Budidaya porang juga tidak sulit, karena tanaman tersebut tumbuh tanpa mengenal musim. ”Budidaya tanaman porang ini bisa menjadi alternatif tambahan penghasilan petani, selain menanam padi di sawah,” tambahnya.

Sementara itu Untuk lebih mengenalkan tanaman porang, Gondrong secara rutin melaksanakan pemberdayaan masyarakat desa, berupa pelatihan pertanian tanaman porang. Uji coba penanaman dilaksanakan di Desa Kadirejo dan desa sekitarnya.

Tanaman porang yang kini mulai dikembangkan di desa kadirejo dan sekitar Pabelan

Dilain pihak Dosen Program Studi Agroekoteknologi Departemen Pertanian FPP Undip, Dr Ir Budi Adi Kristanto MS menjelaskan, bagi para petani sangat mudah menyiapkan media tanaman porang. Termasuk dalam pengendalian hama, umbi porang yang telah diolah menjadi tepung glukomannan dimanfaatkan untuk industri pangan, kimia, dan farmasi. Tepung tersebut diolah menjadi mie, bahan campuran produk roti, es krim, permen, jeli, selai, dan lainnya.

Sudadi, salah satu petani porang mengungkapkan, tanaman porang dapat dipanen pertama kali setelah umurnya mencapai dua tahun. Umbi yang dipanen setelah mencapai bobot 1 kg. Umbi yang beratnya kurang dari 1 kg ditinggalkan dan dipanen pada musim berikutnya. Ciri-ciri tahaman porang siap panen jika daun telah kering dan jatuh ke tanah. Satu tanaman porang bisa menghasilkan umbi hingga berat 2 kg. Dari sekitar 40 ribu tanaman dalam satu hektare lahan dapat dipanen 80 ton umbi pada periode penanaman tahun kedua.

Adapun harga umbi porang segar di pasaran mencapai Rp 4.000/kg dan harga porang siap olah dan ekspor mencapai Rp 14 ribu/kg. Lalu harga umbi porang kering atau telah diolah menjadi chip sekitar Rp 50 ribu/kg hingga Rp 60 ribu/kg. Kemudian harga tepung porang di pasaran sekitar Rp 120 ribu/kg hingga Rp 150 ribu/kg. Petani juga bisa memanfaatkan ekonomis dari budidaya porang dengan menjual bibit porang, biji porang, dan lainnya. (rief)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Polres Semarang menyiapkan satuan tugas penegakan hukum untuk mengantisipasi perjudian atau praktik botoh dalam Pilkades serentak 2026. Pengamanan juga mencakup potensi konflik antarcalon dan isu lokal di 140 desa pada 19 kecamatan. Sebanyak 787 personel disiapkan dan diperkuat personel BKO serta satu SST Brimob dengan sistem rayonisasi.
Cegah Pilkades di Kabupaten Semarang Jadi Arena Judi, Polisi Siapkan Satgas Penegakan Hukum
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 6 Oktober 2026, didominasi kondisi cerah hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara Semarang 27,7°C dengan kelembapan 75%. Suhu harian diprakirakan berkisar 27–36°C dengan kelembapan 40–75%, sedangkan hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian pegunungan Jawa Tengah bagian tengah.
09 Oktober 2026: Cuaca Semarang Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Pegunungan
Pemkab Semarang memperpanjang jatuh tempo pembayaran PBB-P2 hingga 31 Oktober 2026. Wajib pajak yang membayar sampai batas waktu tersebut tidak dikenai sanksi administrasi keterlambatan sebesar 1 persen. Kebijakan ini diambil untuk meringankan beban masyarakat sekaligus mendukung kesehatan fiskal dan likuiditas keuangan daerah.
Bayar PBB-P2 Sebelum 31 Oktober, Warga Kabupaten Semarang Bebas Denda
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia menggelar program stabilisasi harga dan hilirisasi pangan di Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (12/10/2026). Program ini menyediakan beras seharga Rp11.000 per kilogram dan cabai rawit merah Rp10.000 per kemasan 200 gram, sekaligus memperkuat produksi pertanian dan membantu pedagang menghadapi kenaikan biaya bahan baku.
Tekan Inflasi, BI dan Pemprov Jateng Gelar Tebus Murah 6 Ton Beras dan 600 Kg Cabai
[pekok2]