[adinserter name="Block 1"]
[adinserter name="Block 5"]
[adinserter name="Block 4"]

KABAR RASIKA

Dibuat Bingung WNA, Pegawai Pertashop di Ungaran Kehilangan Uang Rp1,5 Juta

Dibuat Bingung WNA, Pegawai Pertashop di Ungaran Kehilangan Uang Rp1,5 Juta

Dibuat Bingung WNA, Pegawai Pertashop di Ungaran Kehilangan Uang Rp1,5 Juta

Pertashop di Kalirejo menjadi sasaran penipuan dan pencurian yang diduga dilakukan oleh WNA, Selasa (11/2/2025). Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Syaiful Azhar, seorang pegawai Pertashop di Kalirejo, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang menjadi korban penipuan dan pencurian yang diduga dilakukan seorang warga negara asing (WNA). Akibatnya, ia kehilangan uang Rp1,5 juta yang sedianya akan disetorkan kepada pemilik usaha.

Syaiful mengungkapkan peristiwa itu terjadi pada Selasa (11/2/2025) sekitar pukul 13.00 WIB. Syaiful menceritakan bahwa pelaku berwajah Timur Tengah. Ia turun dari mobil dan menuju kamar mandi, namun tidak keluar-keluar selama 20 menit. Setelah itu, pelaku keluar dan meminta untuk menukar uang dengan cara yang mencurigakan.

“Modusnya dia ingin menukar uang Rp50.000 dengan dua lembar Rp100.000. Saya beri uang model lama, namun dia tidak mau dan minta uang yang baru dengan nomor seri yang bagus. Pelaku memilih sendiri uang yang diinginkan dan akhirnya mengambil satu bendel uang senilai Rp1,5 juta,” ujar Syaiful saat dikonfirmasi, Selasa (18/2/2025).

Syaiful menjelaskan bahwa dirinya sempat dibuat bingung oleh pelaku. Pelaku menggunakan bahasa Inggris saat berkomunikasi dengannya. Aksi itu diduga sengaja dilakukan untuk mengalihkan perhatian. Saat itulah, tangan pelaku dengan cepat menarik sejumlah uang dari jumlah total Rp4 juta.

“Saya sadar uang itu hilang saat pergantian shift dan melakukan hitung-hitungan, kok minusnya banyak sekali. Ternyata, setelah saya cek CCTV memang tangannya cepat sekali pas mengambil uang dan langsung dimasukkan ke saku celananya,” sambungnya.

Meski demikian, hingga kini kejadian tersebut belum dilaporkan ke pihak kepolisian. Sementara berdasarkan kesepakatan, Syaiful harus mengganti separuh dari jumlah kerugian.

“Saya diberi keringanan, mengganti sebesar Rp750 ribu dan bisa dicicil sebanyak dua kali,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau belum terdeteksi mencapai permukaan Jawa Tengah berdasarkan pemantauan dan uji paper test di sejumlah wilayah, termasuk Semarang, Tegal, dan Cilacap. Pemprov Jateng, BPBD, BMKG, dan Dinkes meminta masyarakat tetap waspada tanpa panik, terutama terhadap paparan PM2,5 dan debu selama musim kemarau yang dapat memicu gangguan pernapasan.
Imbas GAK, Pemkot Semarang Minta Warga tidak Panik
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
BALAP-LIAR
Balap Liar dan Knalpot Brong Makin Meresahkan, Satlantas Polres Salatiga amankan 75 Motor
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Jejak Perangkat Elektronik Antar Polisi Ungkap Kasus Hilangnya Mozza, Terduga Pelaku Pembunuhan Ditangkap di Blora
Identitas kerangka manusia yang ditemukan di kawasan Jangli, Semarang, mulai mengerucut pada Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Gebugan, Bergas, yang dilaporkan hilang sejak Juni 2025. Keluarga mengenali sejumlah ciri, seperti gigi lengkap, gingsul, tambalan gigi, dan jepit rambut. Polisi masih menunggu pemeriksaan forensik dan pencocokan DNA.
Gingsul, Tambalan Gigi hingga Jepit Rambut: Ciri Kerangka Jangli Mengarah ke Mozza

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani