URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Kebakaran terjadi di Pasar Raya Salatiga pada Sabtu (27/7/2024) yang diduga akibat korsleting listrik, mengakibatkan empat kios terbakar namun tidak ada korban jiwa. Petugas keamanan pasar yang melihat api pertama kali mencoba memadamkannya dengan alat pemadam ringan (Apar) tetapi gagal, kemudian menghubungi Damkar Kota Salatiga.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Diduga Akibat Korsleting, 4 Kios di Pasar Raya Salatiga Ludes Terbakar

Diduga Akibat Korsleting, 4 Kios di Pasar Raya Salatiga Ludes Terbakar

Diduga Akibat Korsleting, 4 Kios di Pasar Raya Salatiga Ludes Terbakar

Sejumlah petugas PMK saat evakuasi kebakaran
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Musibah Kebakaran di terjadi Pasar Raya Salatiga diduga karena korsleting, Sabtu (27/7/2024). Akibat kebakaran itu ada empat kios milik pedagang terbakar. Petugas memastikan, tidak ada korban jiwa dalam insiden itu. Namun untuk kerugian masih dalam penyelidikan.

“Petugas keamanan pasar melihat ada api di dalam kios, kemudian berusaha memadamkan api menggunakan Apar, tetapi api semakin membesar kemudian menghubungi Damkar Kota Salatiga,” jelas Kabid Damkar Satpol PP Kota Salatiga Joko Widodo.

Menurut Widodo laporan adanya kebakaran itu diterima pada petugas pemadam kebakaran (Damkar) Salatiga pada pukul 21.21 Wib. Saat memadamkan api Petugas sampai mendobrak Pintu Kios untuk Padamkan Api agar tidak meluas.

Setelah tiba di lokasi, petugas alami kendala untuk memadamkan api dan terpaksa mendobrak kios karena terkunci. Petugas selanjutnya menjebol kios untuk melakukan pemadaman. Lebih kurang satu jam akhirnya petugas berhasil memadamkan api. “Pukul 22.53 WIB proses pemadaman dan pendinginan di lokasi kebakaran selesai,” jelasnya.

Hingga saat ini kerugian belum diketahui secara pasti

 

Mobil PMK saat berusaha memadamkan kobaran api di pasar

BACA JUGA :

Seorang pecinta reptil, Galih Rizky F (20), terjatuh ke jurang sedalam sekitar 40 meter saat melakukan herping di kawasan Curug Lawe Benowo Kalisidi (CLBK), Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jumat (28/8/2026) malam. Tim SAR gabungan mengevakuasi korban sekitar 2,5 jam kemudian dengan teknik HART. Korban mengalami cedera kepala, lengan, dan tungkai.
Pecinta Reptil Terjatuh ke Jurang 40 Meter Saat Herping di CLBK Ungaran
Polres Semarang mengamankan pelajar berinisial YA (16) yang diduga hendak melakukan duel satu lawan satu di Jalan Lingkar Ambarawa, Kabupaten Semarang, Rabu (26/8/2026) dini hari. Polisi menemukan celurit sepanjang sekitar 130 sentimeter yang dibawa YA setelah ajakan duel diduga disepakati melalui media sosial.
Viral Pelajar Bawa Celurit 1,3 Meter di Ambarawa, Polisi Gagalkan Rencana Duel
Seorang pria berinisial M (59), penghuni kos di Kampung Sawo, Bugel, Sidorejo, Kota Salatiga, ditemukan meninggal dunia pada Rabu (26/8/2026) malam. Polisi dan tim medis melakukan pemeriksaan serta olah TKP setelah menerima laporan melalui Call Center 110. Pemeriksaan awal tidak menemukan tanda penganiayaan maupun kekerasan pada tubuh korban.
Murni Sakit, Penghuni Kos Ditemukan Meninggal. Saksi akui Cium Bau Busuk
Daihatsu Ayla dan Mitsubishi L300 Pick Up bertabrakan di Simpang Empat Klampeyan, Noborejo, Argomulyo, Kota Salatiga, Selasa (25/8/2026) siang. Kecelakaan terjadi saat Ayla hendak menyeberang Jalan Pertapaan Gedono dan bertabrakan dengan L300 yang melaju dari arah Tingkir menuju Kembang. Kedua pengemudi selamat tanpa luka.
Ayla VS L300 Adu Banteng, Pemilik Mobil hanya bisa Geleng - geleng
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo: Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved