KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Diduga Asma Kambuh, Wanita Paruh Baya Asal Banyubiru Ditemukan Meninggal di Kamar Kos

Diduga Asma Kambuh, Wanita Paruh Baya Asal Banyubiru Ditemukan Meninggal di Kamar Kos

Diduga Asma Kambuh, Wanita Paruh Baya Asal Banyubiru Ditemukan Meninggal di Kamar Kos

Garis polisi masih terpasang di sebuah kamar kos di daerah Plumbon, Kecamatan Suruh usai penemuan jenazah wanita, Senin (9/2/2026). Foto: Humas Polres Semarang

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Warga Dusun Pateran, Desa Plumbon, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, digegerkan dengan penemuan jenazah seorang di kamar kosnya, Senin (9/2/2026) pagi.

Korban diketahui bernama Kotiah (50), warga Kecamatan Banyubiru. Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh suami korban, Rohani (44), sepulang dari bekerja.

Kapolsek Suruh AKP Sutarto menjelaskan, suami korban sempat mengetuk pintu kamar kos, namun tidak mendapat respons.

“Karena merasa curiga, suami korban bersama tetangga kos berinisiatif membuka jendela kamar. Saat itulah korban ditemukan sudah meninggal dunia di atas tempat tidur,” terangnya.

Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Suruh bersama Unit Inafis Polres Semarang serta petugas medis dari Puskesmas Suruh segera mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan.
Hasil pemeriksaan luar menunjukkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Polisi menduga korban meninggal dunia akibat penyakit yang telah lama dideritanya.

“Dugaan sementara korban meninggal karena sakit asma. Hal ini diperkuat keterangan suami, anak korban, serta tetangga kos yang menyebut korban sempat mengeluhkan sesak napas pada Minggu (8/2/2026) malam,” jelasnya.

Di lokasi kejadian, petugas juga menemukan obat asma dan obat pereda nyeri yang diduga sempat dikonsumsi korban sebelum meninggal dunia.

Setelah berkoordinasi dengan pihak keluarga dan disaksikan kepala desa setempat, keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Selanjutnya, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. (win)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Jateng Guyub menggelar aksi penolakan rencana pembangunan geothermal di kawasan Gunung Ungaran dan Gunung Lawu sejak Selasa (22/9/2026). Gerakan yang disebut menghimpun elemen masyarakat dari 28 kabupaten/kota di Jawa Tengah itu dilakukan dengan berjalan kaki menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah karena kekhawatiran terhadap dampak lingkungan dan kehidupan generasi mendatang.
Massa Gelar Aksi Longmarch Gedong Songo-Kantor Gubernur Jateng, Suarakan Penolakan Geothermal
[pekok2]