URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Penemuan jenazah seorang perempuan menggegerkan warga Dusun Pateran. Korban bernama Kotiah (50), warga Banyubiru, ditemukan meninggal di kamar kos Desa Plumbon, Suruh, Kabupaten Semarang, Senin (9/2/2026). Korban diduga wafat akibat asma, diketahui setelah suami membuka kamar bersama warga dan diperiksa polisi serta tim medis.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Diduga Asma Kambuh, Wanita Paruh Baya Asal Banyubiru Ditemukan Meninggal di Kamar Kos

Diduga Asma Kambuh, Wanita Paruh Baya Asal Banyubiru Ditemukan Meninggal di Kamar Kos

Diduga Asma Kambuh, Wanita Paruh Baya Asal Banyubiru Ditemukan Meninggal di Kamar Kos

Garis polisi masih terpasang di sebuah kamar kos di daerah Plumbon, Kecamatan Suruh usai penemuan jenazah wanita, Senin (9/2/2026). Foto: Humas Polres Semarang
Garis polisi masih terpasang di sebuah kamar kos di daerah Plumbon, Kecamatan Suruh usai penemuan jenazah wanita, Senin (9/2/2026). Foto: Humas Polres Semarang
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Warga Dusun Pateran, Desa Plumbon, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, digegerkan dengan penemuan jenazah seorang di kamar kosnya, Senin (9/2/2026) pagi.

Korban diketahui bernama Kotiah (50), warga Kecamatan Banyubiru. Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh suami korban, Rohani (44), sepulang dari bekerja.

Kapolsek Suruh AKP Sutarto menjelaskan, suami korban sempat mengetuk pintu kamar kos, namun tidak mendapat respons.

“Karena merasa curiga, suami korban bersama tetangga kos berinisiatif membuka jendela kamar. Saat itulah korban ditemukan sudah meninggal dunia di atas tempat tidur,” terangnya.

Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Suruh bersama Unit Inafis Polres Semarang serta petugas medis dari Puskesmas Suruh segera mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan.
Hasil pemeriksaan luar menunjukkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Polisi menduga korban meninggal dunia akibat penyakit yang telah lama dideritanya.

“Dugaan sementara korban meninggal karena sakit asma. Hal ini diperkuat keterangan suami, anak korban, serta tetangga kos yang menyebut korban sempat mengeluhkan sesak napas pada Minggu (8/2/2026) malam,” jelasnya.

Di lokasi kejadian, petugas juga menemukan obat asma dan obat pereda nyeri yang diduga sempat dikonsumsi korban sebelum meninggal dunia.

Setelah berkoordinasi dengan pihak keluarga dan disaksikan kepala desa setempat, keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Selanjutnya, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. (win)

BACA JUGA :

Cemburu Buta, Seorang Pemuda Asal Bawen Dihajar Pakai Knalpot
Cemburu Buta, Seorang Pemuda Asal Bawen Dihajar Pakai Knalpot
Kebakaran Rumah di Kedungringin Suruh, Satu Orang Meninggal Terjebak Kobaran Api
Kebakaran Rumah di Kedungringin Suruh, Satu Orang Meninggal Terjebak Kobaran Api
WhatsApp Image 2026-08-12 at 22.08
Diduga Alami Rem Blong, Truk Tronton Tabrak Tiga Motor Di JLS Salatiga, Satu Orang Meninggal
BRI Kantor Cabang Salatiga menanggapi dugaan penyalahgunaan dana sekitar Rp40 miliar yang diduga melibatkan oknum pekerja dengan menghormati proses hukum di Polres Salatiga. Pada Rabu (12/8/2026), BRI menyatakan telah memproses PHK terhadap pekerja yang diduga terlibat fraud serta memperkuat pengawasan internal untuk menjaga kepercayaan nasabah.
Tanggapi Pemberitaan Dugaan Fraud Rp 40 Miliar, BRI Cabang Salatiga Tegaskan Hormati Proses Hukum
Kecelakaan lalu lintas melibatkan Honda Vario H-5153-CI dan Kawasaki Ninja AD-6999-HM di Simpang Tiga Tegalrejo, Kelurahan Tegalrejo, Argomulyo, Kota Salatiga, Minggu (9/8/2026) pagi. Pengendara Vario, P (60), warga Getasan, Kabupaten Semarang, mengalami cedera kepala setelah bertabrakan saat berbelok dan kemudian meninggal dunia setelah mendapat perawatan, sedangkan pengendara Kawasaki Ninja tidak mengalami luka serius.
Dua Motor Adu Banteng Minggu Pagi. Pengendara Honda Vario Wassalam
Puluhan warga mendatangi lingkungan rumah salah satu terduga pelaku kasus perampokan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Candra Waskito, di Green Ambarawa Residence, Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jumat (7/8/2026) malam. Polisi memastikan situasi tetap terkendali setelah warga dan pengendara sempat memadati sekitar lokasi hingga pukul 21.00 WIB, sementara pengamanan diperketat dan kondisi kembali normal sekitar pukul 01.15 WIB.
Massa Datangi Perumahan Terduga Pelaku Perampokan Bos Royal Phone, Polisi: Situasi Terkendali

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang mengungkap kasus perampokan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, melalui jejak salah satu tersangka saat menggunakan jasa ojek online dari Grobogan menuju Ambarawa. Polisi menelusuri pengemudi GoRide yang menerima satu unit handphone sebagai pembayaran hingga memperoleh identitas tersangka. Penyidik juga menyebut motif perkara berkaitan dengan persoalan ekonomi dan masih melengkapi berkas sebelum diserahkan kepada kejaksaan.
Terungkap Lewat Histori Ojol, Perampok Royal Phone Bayar Gojek Pakai HP Hasil Kejahatan
Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Seorang pelajar kelas 10 SMK Bakti Nusantara berinisial KM (16) ditilang Satlantas Polres Salatiga karena mengendarai sepeda motor dengan knalpot tidak sesuai spesifikasi di pertigaan Cebongan, Selasa (11/8/2026). Polisi menilai suara knalpot brong mengganggu kenyamanan pengguna jalan. Selain penindakan, Kasat Lantas AKP Henry Sulistyanta memberikan edukasi agar pelajar tidak menggunakan knalpot yang menimbulkan kebisingan.
Tertangkap Basah Gunakan Knalpot Brong di Pertigaan Cebongan, Siswa SMA di Salatiga Tertunduk Lesu

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved