[adinserter name="Block 1"]
[adinserter name="Block 5"]
[adinserter name="Block 4"]

KABAR RASIKA

Diduga Korsleting, Mobil Hyundai Terbakar di Depan Polsek Bawen

Diduga Korsleting, Mobil Hyundai Terbakar di Depan Polsek Bawen

Diduga Korsleting, Mobil Hyundai Terbakar di Depan Polsek Bawen

Mobil Hyundai Santa terbakar di depan Mapolsek Bawen, Selasa (19/11/2024) malam. Foto: Humas Polres Semarang

RASIKAFM.COM | UNGARAN– Sebuah mobil Hyundai Santa dengan nomor polisi L 1817 DAT terbakar di Jalan Raya Semarang-Jogja, tepat di depan Polsek Bawen, Selasa malam (19/11/2024). Insiden yang terjadi sekitar pukul 18.30 WIB ini mengakibatkan kemacetan arus lalu lintas di jalur utama tersebut.

Pengemudi mobil, Tegar Okta (37) warga Muntilan, Kabupaten Magelang mengaku tidak mengalami kendala selama perjalanan hingga mencium bau asap dari bagian mesin ketika sampai di lokasi kejadian.

“Setelah saya turun, seorang pengendara lain memberi tahu bahwa ada api dari bawah mesin mobil. Saya langsung meminta bantuan ke Polsek Bawen,” ujarnya.

Kapolsek Bawen, AKP Wiwid Wijayanti mengungkapkan, kebakaran diduga akibat korsleting listrik di bagian depan kendaraan. Mobil tersebut sedang dalam perjalanan pulang ke Magelang dari Semarang.

“Kendaraan dikemudikan sendirian tanpa penumpang. Syukurnya, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” jelas AKP Wiwid.

Pihak Polsek Bawen bersama warga setempat sempat berupaya memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) dan air. Namun, api yang terus membesar membuat pemadaman baru berhasil dilakukan setelah satu unit mobil pemadam kebakaran Kabupaten Semarang tiba di lokasi.

“Dengan bantuan Damkar, api berhasil dipadamkan dalam waktu 15 menit, sehingga kebakaran hanya merusak bagian mesin depan dan tidak menjalar ke kabin mobil,” tambahnya. (win)

BACA JUGA :

Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau belum terdeteksi mencapai permukaan Jawa Tengah berdasarkan pemantauan dan uji paper test di sejumlah wilayah, termasuk Semarang, Tegal, dan Cilacap. Pemprov Jateng, BPBD, BMKG, dan Dinkes meminta masyarakat tetap waspada tanpa panik, terutama terhadap paparan PM2,5 dan debu selama musim kemarau yang dapat memicu gangguan pernapasan.
Imbas GAK, Pemkot Semarang Minta Warga tidak Panik
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
BALAP-LIAR
Balap Liar dan Knalpot Brong Makin Meresahkan, Satlantas Polres Salatiga amankan 75 Motor
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Jejak Perangkat Elektronik Antar Polisi Ungkap Kasus Hilangnya Mozza, Terduga Pelaku Pembunuhan Ditangkap di Blora
Identitas kerangka manusia yang ditemukan di kawasan Jangli, Semarang, mulai mengerucut pada Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Gebugan, Bergas, yang dilaporkan hilang sejak Juni 2025. Keluarga mengenali sejumlah ciri, seperti gigi lengkap, gingsul, tambalan gigi, dan jepit rambut. Polisi masih menunggu pemeriksaan forensik dan pencocokan DNA.
Gingsul, Tambalan Gigi hingga Jepit Rambut: Ciri Kerangka Jangli Mengarah ke Mozza

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani