URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Aksi penyerangan bersenjata tajam yang diduga dilakukan oleh para pelajar kembali terjadi di Kota Semarang. Kali ini penyerangan terjadi di Jalan Pekuncen Perum Klipang, Kelurahan Sendangmulyo, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang pada Jumat (27/1/2023) siang.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Diduga Pelajar Serang Pelajar Dari SMPN 42 yang Sedang Nongkrong di Sendangmulyo Semarang

Diduga Pelajar Serang Pelajar Dari SMPN 42 yang Sedang Nongkrong di Sendangmulyo Semarang

Diduga Pelajar Serang Pelajar Dari SMPN 42 yang Sedang Nongkrong di Sendangmulyo Semarang

featured-img

RASIKAFM.COM|SEMARANG – Aksi penyerangan bersenjata tajam yang diduga dilakukan oleh para pelajar kembali terjadi di Kota Semarang. Kali ini penyerangan terjadi di Jalan Pekuncen Perum Klipang, Kelurahan Sendangmulyo, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang pada Jumat (27/1/2023) siang.

Namun peristiwa ini berhasil digagalkan oleh para warga. Salah satu warga, Ananda, menduga pemicu kejadian ini karena ada sekelompok pemotor yang membuat onar di depan para pelajar SMPN 42 Semarang yang sedang nongkrong.

Kemudian, para pelajar yang tak terima itu meneriaki pemotor tersebut dan terjadilan aksi penyerangan. “Tadi siang, sebelum jam 12 gerombolan remaja berkendara sepeda motor membuat onar dengan memainkan knalpot bising di depan para pelajar yang saat itu ada di warung dan kemudian diteriaki. Terus sekitar jam 14.00 gerombolan itu datang lagi tapi bawa senjata tajam langsung menyerang,” ujar Ananda saat ditemui di lokasi.

Warga yang melihat kejadian tersebut, langsung beramai ramai mengusir gerombolan dengan batu dan bambu. Alhasil, para pembuat onar itu langsung meninggalkan lokasi.

“Warga kemudian bawa bambu dan melempari dengan batu untuk ngusir gerombolan itu,” terangnya

Sementara itu, Bhabinkamtibmas Kelurahan Sendangmulyo Polsek Tembalang, Aipda Muhammad Ihsan menjelaskan, aksi penyerangan tersebut berhasil digagalkan oleh warga. Para pembuat onar itu mengancam pelajar dari SMPN 42 Semarang yang sedang nongkrong.

“Kejadiannya sangat cepat. Gerombolan itu lewat, dan turun sambil mengacung acungkan sajam untuk menakut nakuti pelajar SMP N 42 yang sedang beristirahat ada di warung,” jelasnya Aipda Ihsan.

Dirinya menyebit, kejadian itu membuat warga resah. Hal itu lantaran lokasi tersebut juga digunakan untuk area bermain anak anak.

“Warga berharap dan meminta bapak bapak polisi berpatroli pas jam istirahat dan pulang sekolah,” paparnya.

Saat ini petugas kepolisian dari Polsek Tembalang tengah melakukan penyelidikan terkait kejadian itu. CCTV yang terpasang di dekat lokasi kejadian juga diamankan agar mengetahui siapa saja pelaku dalam aksi penyerangan ini.

BACA JUGA :

Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela
Artis nasional Anang Hermansyah dan Ashanty mengunjungi Kota Salatiga pada Selasa (18/8/2026) malam untuk menjajaki pemanfaatan sejumlah lokasi sebagai tempat pengambilan gambar film. Didampingi Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, rombongan juga menikmati suasana kota sekaligus mengenal potensi budaya, kuliner, UMKM, dan ekonomi kreatif setempat.
Kenakan Blangkon Pecis dan Syal Motif Khas Salatiga, Artis Anang dan Ashanty Keliling Kota
Mahasiswa KKN-T IDBU 54 UNDIP menjalankan program pemberdayaan masyarakat selama 45 hari di Tanjung Anom, Kabupaten Pekalongan. Kegiatan tersebut meliputi pemanfaatan sampah plastik menjadi ecobrick, pengolahan bunga telang, digitalisasi Bank Sampah Bunga Tanjung Lestari, budidaya ikan nilem, edukasi kesehatan, serta sosialisasi keamanan digital untuk meningkatkan kemandirian dan potensi lokal warga.
45 Hari KKN-T IDBU 54 UNDIP: Dari Ecobrick hingga Digitalisasi Website BSU Tanjung Anom
PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah menggelar aktivasi kemerdekaan di tujuh SPBU di Jawa Tengah dan DIY pada Senin (17/8/2026) untuk memperingati HUT ke-81 RI. Melalui program Tebus Murah Paket Sembako, masyarakat dapat membeli paket senilai Rp150 ribu seharga Rp100 ribu, sementara hasil penjualan disalurkan sebagai donasi bagi korban gempa bumi di NTT.
Semarak Kemerdekaan di SPBU, Pertamina Libatkan Veteran hingga Komunitas Ojol
Ratusan warga Dukuh Sinoman, Kelurahan Sidorejo Lor, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, mengikuti upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada Senin (17/8/2026) dengan mengenakan busana Jawa dan kostum pewayangan. Konsep tersebut dipilih warga untuk memeriahkan peringatan kemerdekaan sekaligus melestarikan budaya Jawa serta mengenalkan nilai moral pewayangan kepada generasi muda.
Rawat Budaya Jawa, Ratusan Warga Sinoman ikuti Upacara Kenakan Kostum Tokoh Pewayangan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Polres Salatiga menegaskan seluruh penerbitan SIM di Satpas wajib mengikuti persyaratan administrasi serta ujian teori dan praktik. Klarifikasi itu disampaikan Kamis (13/8/2026) menyusul informasi dugaan pungli dan percaloan. Polisi memastikan tidak ada jalur khusus tanpa ujian dan akan menindak tegas apabila ditemukan keterlibatan anggota maupun pihak lain dalam praktik tersebut.
Polres Salatiga Bantah ada Jalur Instan Penerbitan SIM. "Calo Bukan Bagian dari Satpas"
BRI Kantor Cabang Salatiga menanggapi dugaan penyalahgunaan dana sekitar Rp40 miliar yang diduga melibatkan oknum pekerja dengan menghormati proses hukum di Polres Salatiga. Pada Rabu (12/8/2026), BRI menyatakan telah memproses PHK terhadap pekerja yang diduga terlibat fraud serta memperkuat pengawasan internal untuk menjaga kepercayaan nasabah.
Tanggapi Pemberitaan Dugaan Fraud Rp 40 Miliar, BRI Cabang Salatiga Tegaskan Hormati Proses Hukum
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah