URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Kebakaran terjadi di sebuah lokasi usaha di RT 01 RW 03, Lingkungan Warung Lanang, Kelurahan Lodoyong, Ambarawa, Kabupaten Semarang, pada Jumat malam, 21 Maret 2025, melanda dua unit ruko yang digunakan sebagai tempat usaha undangan dan souvenir. Kebakaran yang menghanguskan bangunan semi permanen dua lantai seluas sekitar 120 meter persegi pertama kali diketahui oleh warga sekitar pukul 22.20 WIB

Mbak Google

KABAR RASIKA

Diduga Tabung Gas Bocor, Dua Ruko Souvenir di Ambarawa Ludes Terbakar

Diduga Tabung Gas Bocor, Dua Ruko Souvenir di Ambarawa Ludes Terbakar

Diduga Tabung Gas Bocor, Dua Ruko Souvenir di Ambarawa Ludes Terbakar

Dua ruko usaha percetakan undangan dan souvenir di Pasar Lanang, Lodoyong, Ambarawa, terbakar pada Jumat (21/3/2025) malam. Penyebab kebakaran diduga kebocoran gas di dapur lantai 2 bangunan. Foto: tangkapan layar video warga
Dua ruko usaha percetakan undangan dan souvenir di Pasar Lanang, Lodoyong, Ambarawa, terbakar pada Jumat (21/3/2025) malam. Penyebab kebakaran diduga kebocoran gas di dapur lantai 2 bangunan. Foto: tangkapan layar video warga
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Peristiwa kebakaran terjadi di sebuah lokasi usaha yang beralamat di RT 01 RW 03, Lingkungan Warung Lanang, Kelurahan Lodoyong, Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jumat (21/3/2025) malam. Kebakaran tersebut melanda dua unit ruko yang digunakan sebagai tempat usaha undangan dan souvenir, yang terbuat dari bangunan semi permanen dua lantai dengan luas sekitar 120 meter persegi.

Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Semarang, Anang Sukoco, menerangkan kebakaran kali pertama diketahui oleh warga setempat sekira pukul 22.20 WIB. Warga segera melaporkan peristiwa tersebut kepada petugas Posko Damkar Ambarawa.

“Tim tiba di lokasi kejadian pada pukul 22.25 WIB,” ujar Anang saat dikonfirmasi, Sabtu (22/3/2025).

Pemadaman api dilakukan segera setelah petugas sampai di lokasi. Api berhasil dikuasai pada pukul 23.15 WIB. Berdasarkan informasi yang diterima, kebakaran disebabkan oleh kebocoran tabung gas LPG yang berada di dapur lantai 2.

“Alhamdulillah nihil korban jiwa maupun luka-luka. Kerugian materi diperkirakan mencapai sekitar 100 juta rupiah. Empat orang karyawan yang berada di lokasi saat kejadian berhasil selamat,” sambungnya.

Dalam upaya pemadaman, tim yang terlibat meliputi petugas Damkar dari Pos Ambarawa, Ungaran, Bringin, Getasan, Bergas, dan Bawen, BPBD, Polsek Ambarawa, Koramil, relawan gabungan, serta warga sekitar.

Proses pemadaman berjalan dengan aman dan lancar, dan tim Damkar kembali ke Posko pada pukul 23.30 WIB. (win)

BACA JUGA :

Sebuah kios perlengkapan pakaian muslim di Pasar Raya II, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Salatiga, terbakar pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada lampu bagian atas ruko yang digunakan sebagai gudang. Tiga unit mobil damkar dikerahkan dan api berhasil dipadamkan tanpa korban jiwa.
Tiga Unit Mobil Pemadam Lumpuhkan Api yang Membakar Kios Perlengkapan Muslim di Salatiga
Alami Laka Tunggal Rabu Dini Hari, Innova Tergelincir hingga Terbakar di JLS Salatiga
Alami Laka Tunggal Rabu Dini Hari, Innova Tergelincir hingga Terbakar di JLS Salatiga
Daihatsu Xenia bernopol D 1712 DW terbakar sekitar 100 meter setelah mengisi BBM di SPBU Kampung Kali, Jalan Mayjen Sutoyo, Semarang, Senin (17/8/2026) malam. Pertamina menyebut pengemudi diketahui merokok sebelum kendaraan terbakar, sementara penyebab pasti insiden masih menunggu hasil pemeriksaan forensik dan keterangan resmi kepolisian.
Mobil Xenia Terbakar 100 Meter dari SPBU, Pertamina Soroti Empat Galon BBM
Pengemudi Toyota Innova berinisial SW, warga Ambarawa, diduga berada di bawah pengaruh minuman keras saat terlibat kecelakaan dengan Honda Vario di Jalan Fatmawati, Blotongan, Salatiga, Sabtu (16/8/2026) tengah malam. Korban mengalami luka ringan. Kedua pihak berdamai, sementara polisi tetap menilang SW karena mengemudi dalam pengaruh miras.
Akhir Pelarian Diduga Pelaku Tabrak Lari di Jalan Fatmawati Blotongan, Pelaku dan Korban Damai
Musim kemarau menyebabkan tanaman padi berusia sekitar 20 hari setelah semai di Dusun Pluwang, Desa Wringin Putih, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, mati akibat pasokan irigasi tidak mencukupi. Kondisi ini membuat petani penggarap mengalami kerugian jutaan rupiah setelah sebelumnya menghadapi gagal panen akibat serangan hama tikus pada musim tanam sebelumnya.
Kemarau Bikin Sawah Mengering, Petani Wringin Putih Tekor Jutaan Rupiah
Toyota Innova diduga terlibat kecelakaan dengan sepeda motor di kawasan Blotongan, Salatiga, Sabtu (15/8/2026) malam, sebelum meninggalkan lokasi. Polisi bersama warga mengejar kendaraan tersebut hingga Jetis dan berhasil menghentikannya. Korban kecelakaan dilarikan ke RSUD dr. Soebarkat Tjitrodarmojo untuk mendapat perawatan, sementara penanganan kasus diserahkan kepada Satlantas Polres Salatiga.
Mirip Film Laga, Polisi di Salatiga Kejar Pelaku Tabrak Lari

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
BRI Kantor Cabang Salatiga menanggapi dugaan penyalahgunaan dana sekitar Rp40 miliar yang diduga melibatkan oknum pekerja dengan menghormati proses hukum di Polres Salatiga. Pada Rabu (12/8/2026), BRI menyatakan telah memproses PHK terhadap pekerja yang diduga terlibat fraud serta memperkuat pengawasan internal untuk menjaga kepercayaan nasabah.
Tanggapi Pemberitaan Dugaan Fraud Rp 40 Miliar, BRI Cabang Salatiga Tegaskan Hormati Proses Hukum