URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Dua desa, Batur dan Tajuk di Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, mengalami dampak serius akibat banjir bandang dan tanah longsor pada Jumat (24/11/2023). Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan, menyampaikan bahwa bencana hidrometeorologi ini dilaporkan sekitar pukul 15.30 WIB. Tim penanggulangan segera melakukan assesment dan evakuasi di lokasi kejadian.
Dua desa Batur dan Tajuk di Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang, mengalami dampak serius akibat banjir bandang dan tanah longsor pada Jumat, 24 November 2023. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Semarang Alexander Gunawan menyampaikan, bahwa bencana hidrometeorologi ini dilaporkan sekitar pukul 15.30 WIB. Tim penanggulangan segera melakukan assessment dan evakuasi di lokasi kejadian.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Diguyur Hujan Lebat, Lereng Merbabu Dilanda Banjir Bandang dan Longsor, Dua Desa Terdampak

Diguyur Hujan Lebat, Lereng Merbabu Dilanda Banjir Bandang dan Longsor, Dua Desa Terdampak

Diguyur Hujan Lebat, Lereng Merbabu Dilanda Banjir Bandang dan Longsor, Dua Desa Terdampak

Sejumlah warga membantu menyeberangkan seorang lansia melewati aliran banjir bandang dan longsor yang memutus akses Dusun Ngaduman-Gedong, Desa Tajuk, Kecamatan Getasan, Jumat (24/11/2023) sore. Foto: tangkapan layar video warga

Foto: tangkapan layar video warga

Sejumlah warga membantu menyeberangkan seorang lansia melewati aliran banjir bandang dan longsor yang memutus akses Dusun Ngaduman-Gedong, Desa Tajuk, Kecamatan Getasan, Jumat (24/11/2023) sore. Foto: tangkapan layar video warga
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Dua desa di kawasan lereng gunung Merbabu terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor, Jumat (24/11/2023). Kedua desa tersebut adalah Desa Batur dan Tajuk, yang berada di Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang.

Disampaikan oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang Alexander Gunawan, pihaknya menerima laporan adanya bencana hidrometeorologi itu sekitar pukul 15.30 WIB.

“Kami segera terjunkan tim untuk melakukan assesment dan evakuasi di lokasi kejadian,” ujar Alex (sapaan akrabnya) saat dijumpai di lokasi kejadian, Jumat (24/11/2023) malam.

Penyebab banjir bandang dan tanah longsor itu, kata Alex, di daerah hulu (puncak Merbabu) diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Sehingga air yang turun ke bawah membawa serta material longsoran berupa tanah, pasir, bebatuan dan batang pohon.

“Tidak ada korban jiwa, karena lokasi longsor jauh dari permukiman,” jelasnya.

Meski tak sampai menimbulkan korban jiwa, dampak kerusakan yang ditimbulkan cukup banyak. Antara lain tanggul di Dusun Batur Kidul jebol dan mengakibatkan satu unit sepeda motor milik warga hanyut, jalur penghubung Dusun Ngaduman ke Gedong tertutup, dan akses ke Dusun Pulihan juga tertimbun material longsor hingga mencapai ketebalan 1,5 meter.

“Ini masih kita bersihkan menggunakan ekskavator sejak sore tadi,” ungkapnya.

Alex menambahkan, bencana yang terjadi kali ini diduga ada hubungannya dengan kebakaran yang terjadi di Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb) beberapa waktu lalu yang menyebabkan vegetasi di daerah hulu rusak.

“Sehingga tidak ada pepohonan yang berfungsi sebagai penahan aliran air dari hulu ke hilir,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

Polres Semarang mengamankan pelajar berinisial YA (16) yang diduga hendak melakukan duel satu lawan satu di Jalan Lingkar Ambarawa, Kabupaten Semarang, Rabu (26/8/2026) dini hari. Polisi menemukan celurit sepanjang sekitar 130 sentimeter yang dibawa YA setelah ajakan duel diduga disepakati melalui media sosial.
Viral Pelajar Bawa Celurit 1,3 Meter di Ambarawa, Polisi Gagalkan Rencana Duel
Seorang pria berinisial M (59), penghuni kos di Kampung Sawo, Bugel, Sidorejo, Kota Salatiga, ditemukan meninggal dunia pada Rabu (26/8/2026) malam. Polisi dan tim medis melakukan pemeriksaan serta olah TKP setelah menerima laporan melalui Call Center 110. Pemeriksaan awal tidak menemukan tanda penganiayaan maupun kekerasan pada tubuh korban.
Murni Sakit, Penghuni Kos Ditemukan Meninggal. Saksi akui Cium Bau Busuk
Daihatsu Ayla dan Mitsubishi L300 Pick Up bertabrakan di Simpang Empat Klampeyan, Noborejo, Argomulyo, Kota Salatiga, Selasa (25/8/2026) siang. Kecelakaan terjadi saat Ayla hendak menyeberang Jalan Pertapaan Gedono dan bertabrakan dengan L300 yang melaju dari arah Tingkir menuju Kembang. Kedua pengemudi selamat tanpa luka.
Ayla VS L300 Adu Banteng, Pemilik Mobil hanya bisa Geleng - geleng
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Sebuah kios perlengkapan pakaian muslim di Pasar Raya II, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Salatiga, terbakar pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada lampu bagian atas ruko yang digunakan sebagai gudang. Tiga unit mobil damkar dikerahkan dan api berhasil dipadamkan tanpa korban jiwa.
Tiga Unit Mobil Pemadam Lumpuhkan Api yang Membakar Kios Perlengkapan Muslim di Salatiga

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon