URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Jateng meminta kepada masyarakat untuk menghilangkan tradisi atau kebiasaan dalam mengkonsumsi atau memperjualbelikan daging anjing.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Dinas PKH Jateng Minta Masyarakat Hilangkan Tradisi Konsumsi Daging Anjing

Dinas PKH Jateng Minta Masyarakat Hilangkan Tradisi Konsumsi Daging Anjing

Dinas PKH Jateng Minta Masyarakat Hilangkan Tradisi Konsumsi Daging Anjing

featured-img

SEMARANG – Perdagangan anjing untuk dikonsumsi kini menjadi perhatian publik maupun pemerintah karena dinilai tak pantas untuk dijadikan bahan makanan apalagi hidangan khusus dibeberapa daerah-daerah tertentu di Indonesia.

Oleh karena itu, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Jateng meminta kepada masyarakat untuk menghilangkan tradisi atau kebiasaan dalam mengkonsumsi atau memperjualbelikan daging anjing.

“Bapak Gubernur menyampaikan bahwa pendekatannya memang bukan aspek individu tapi penyadaran publik. Hal ini karena menyangkut kepada komoditas daging anjing pada nilai historisnya yang sudah lama ada,” ujar Kepala Dinas PKH Jateng, Agus Wariyanto saat ditemui dalam acara Dog Meat-Free Indonesia (DMFI) Award Bebas Daging Anjing di Hotel Tentrem Semarang, Kamis (17/3/2022).

Disamping aspek budaya, lanjut Agus, beberapa faktor juga sangat mempengaruhi masyarakat untuk mengkonsumsi daging anjing, diantatanya faktor ekonomi dan faktor permintaan daging anjing.

Menurutnya, selain tak pantas untuk dikonsumsi, anjing sendiri adalah hewat jinak yang bisa membantu manusia dalam beberapa hal. Misalnya membantu menjaga rumah, hewan ternak dan bisa dijadikan hewan peliharaan.

“Tetapi masalahnya memang pola pikir atau mindset. Caranya memang dibalik, baoak Gubernur menyampaikan hewan kesayangannya didulukan dipelihara yang baik sehingga tidak tega untuk mengkonsumsinya. Ini adalah proses,” paparnya.

“Kebutuhan ekonomi juga perlu diperhatikan. Bilamana memang dari aspek ekonomi, Dinas Peternakan sudah diperintah oleh Gubernur kalau itu daging anjing yang diperdagangkan nanti akan bisa diganti daging ternak,” bebernya.

Sementara itu, Koordinator Nasional DMFI Karin Faranken menegaskan akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mengkampanyekan stop memakan daging anjing. Selain itu, pihaknya juga akan memberikan edukasi dan program-program pelatihan dalam menghilangkan kebiasaan memakan daging hewan peliharaan tersebut.

“Karena Jawa Tengah ini selalu wellcome dan untuk kolaborasi enak, semangat dan antusias. Makanya kami juga lebih antusias lagi Gubernurnya paling oke jadi semuanya sangat positif di Jawa Tengah,” tuturnya.

“Sudah lama kami kolaborasi disini, mulai dari kita kampanye di karanganyar dan mulai ada larangan. Kalau sebenarnya masalah ini tidak bisa secara instan jadi yang kami lakukan secara holly stange dan otomatis kami harus bolak balik ke Jawa Tengah untuk berkolaborasi,” tambahnya.

Disisi lain, ia menyebut bahwa mengkonsumis daging bisa berdampak buruk bagi kesehatan manusia. Menurutnya, penyakit-penyakit yang akan datang jika manusia mengkonsumsi daging anjing yaitu diare bahkan bisa terkena rabies.

Oleh karena itu, ia berharap masyarakat bisa mulai menghilangkan kebiasaan dalam mengkonsumsi daging anjing mengingat hewan mamalia tersebut memang tak pantas untuk dikonsumsi dan bisa menimbulkan penyakit.

“Harapan saya semakin banyak Kabupaten dan Kota untuk ada larangan konsumsi daging anjing. Kami juga bersama-sama mengedukasi terus menerus karena itu sangat perlu kolaborasi untuk menghilangkan kebiasaan mengingat inikan tidak bisa secara instan perlu waktu dan kami siap dan senang. Karena ada satu kota itu Jawa Tengah telah kehilangan status bebas rabies,” tutupnya.

BACA JUGA :

Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak masyarakat aktif memeriksa data kesejahteraan dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), termasuk desil yang tercatat, di Jawa Tengah, Rabu (19/8/2026). Warga dapat menyanggah data yang tidak sesuai melalui laman kementerian agar penyaluran bantuan dan program pemberdayaan lebih tepat sasaran.
Warga Diminta Aktif Cek Data Desil dan Sanggah Data DTSEN
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved