URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pemerintah Kabupaten Semarang melalui Dinas Sosial menetapkan lahan seluas 5,5 hektar di Mulyorejo, Kecamatan Tengaran, sebagai lokasi pembangunan Sekolah Rakyat, setelah sebelumnya lahan di Kalongan dinyatakan tidak memenuhi syarat oleh Kementerian PUPR. Kepala Dinas Sosial Istichomah menyampaikan hal ini pada Rabu (16/7/2025) di Ungaran, menyusul arahan dari Wakil Menteri untuk memilih lahan yang satu hamparan dan kontur rata.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Dinsos Siapkan Lahan 5,5 Hektar untuk Sekolah Rakyat di Kabupaten Semarang

Dinsos Siapkan Lahan 5,5 Hektar untuk Sekolah Rakyat di Kabupaten Semarang

Dinsos Siapkan Lahan 5,5 Hektar untuk Sekolah Rakyat di Kabupaten Semarang

Kepala Dinsos Kabupaten Semarang Istichomah. Foto: win
Kepala Dinsos Kabupaten Semarang Istichomah. Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Pemerintah Kabupaten Semarang melalui Dinas Sosial menyiapkan lahan seluas 5,5 hektar untuk pembangunan Sekolah Rakyat. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Semarang, Istichomah, menjelaskan lokasi terbaru yang ditetapkan berada di wilayah Mulyorejo, Kecamatan Tengaran, satu kompleks dengan rencana pembangunan rumah sakit di wilayah selatan Kabupaten Semarang.

Sebelumnya, lahan yang diajukan berada di Kalongan, Ungaran Timur, dengan luas 5,4 hektar. Namun, setelah dilakukan verifikasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum, lahan tersebut dinyatakan belum memenuhi syarat karena terbagi dalam dua sertifikat yang terpisah sekitar 50 meter dan kondisi kontur tanah yang tidak rata.

“Kami akhirnya berkonsultasi langsung ke Jakarta bersama Pak Bupati. Pak Wamen menyarankan agar diganti dengan lahan yang satu hamparan dan rata. Maka ditetapkan di Mulyorejo, di mana tersedia hamparan seluas 17 hektar, dan kami ajukan 5,5 hektar untuk Sekolah Rakyat,” ujar Istichomah di Ungaran, Rabu (16/7/2025).

Menurutnya, Sekolah Rakyat dirancang menjadi kompleks pendidikan terpadu yang mencakup sekolah, asrama, fasilitas olahraga, kesenian, ibadah, dan sarana pendukung lainnya. Program ini ditujukan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang masuk dalam basis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) , pengganti Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Verifikasi calon siswa akan dilakukan oleh pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).

“Penerima PKH itu orang tidak mampu dan punya anak usia sekolah. Mereka akan kita datangi dan kita upayakan masuk ke Sekolah Rakyat. Harapannya semua fasilitas disiapkan, termasuk laptop satu anak satu, serta delapan jenis seragam,” jelasnya.

Proposal pembangunan telah diajukan ke Kementerian Sosial, dengan rencana membuka jenjang pendidikan dari SD, SMP, hingga SMA. Setiap tingkatan akan memiliki dua rombongan belajar (rombel), dengan kapasitas maksimal 28 anak per kelas untuk SD dan 30 anak untuk SMP dan SMA.

Jika seluruh persyaratan terpenuhi dan mendapat persetujuan pusat, pembangunan ditargetkan bisa dimulai agar Sekolah Rakyat bisa dibuka pada tahun ajaran 2026.

“Informasi yang kami terima dari Pak Sekjen Kemensos, pembangunan kompleks lengkap tiga jenjang tersebut memerlukan lahan sekitar 8 hektar dengan estimasi anggaran Rp200 miliar, ” tutupnya. (win)

BACA JUGA :

Kampung Keluarga Berkualitas Manggar Lestari, Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, meraih juara pertama nasional pengelolaan Kampung KB 2026 dari Kemendukbangga/BKKBN. Prestasi tersebut diraih melalui keterlibatan masyarakat dalam pemberdayaan lansia, pendampingan anak dan balita, seni budaya, serta berbagai program untuk meningkatkan kualitas keluarga dan lingkungan.
Kampung KB Manggar Lestari Desa Lerep Juara Nasional, Bukan Sekadar Soal “Dua Anak Cukup”
Sekitar 900 siswa SD hingga SMU di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, mengikuti lomba tari keprajuritan pada Selasa (11/8/2026) untuk memeriahkan HUT RI ke-81 dan TMMD Reguler ke-129 di Desa Cukil. Kegiatan yang diawali flashmob itu sekaligus menjadi upaya melestarikan tari keprajuritan yang menggambarkan perjuangan merebut kemerdekaan.
Meriah! Ratusan Siswa di Tengaran ikuti Lomba Tari Keprajuritan
Pemkab Semarang segera mencatat tanah hibah dari Kementerian Pertanian seluas sekitar 2,3 hektare sebagai aset daerah setelah dokumen administrasinya lengkap, Selasa (11/8/2026). Tanah eks Balai Penyuluhan Pertanian yang dihibahkan sejak 1991 tersebut diperkirakan bernilai Rp58 miliar. Pemkab Semarang juga menunggu proses sertifikasi tanah 14,8 hektare dari Badan Bank Tanah di Desa Branjang yang bernilai sekitar Rp60 miliar.
35 Tahun Mangkrak, Tanah Hibah Kementan untuk Pemkab Semarang Akhirnya Tuntas
Ratusan warga Perumahan Taman Manunggal Asri dan Wisma Karebet, Dusun Tugu, Desa Bener, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, memeriahkan HUT ke-81 RI melalui senam bersama dan jalan sehat sejauh 1 kilometer pada Minggu (9/8/2026). Kegiatan yang digelar Karang Taruna Manebet tersebut berlangsung sejak pagi dan melibatkan anak-anak hingga orang dewasa, dengan pelepasan burung perkutut sebagai simbol dimulainya jalan sehat sekaligus pesan pelestarian lingkungan.
Meriah! Karang Taruna Manebet Sukses gelar Acara Senam dan Jalan Santai
Sebanyak 15 mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) mengikuti East Asia Student Encounter (EASE) 2026 di Kwansei Gakuin University, Jepang, selama 18 hari hingga 18 Agustus 2026. Program bertema Manifest the Dream: Our Journey Toward Peace in a Divided World ini memperkuat pertukaran budaya, jejaring internasional, dan pendidikan perdamaian melalui berbagai kegiatan akademik, budaya, serta diskusi lintas negara.
15 Mahasiswa UKSW Ikuti EASE 2026 di Jepang, Rayakan Misi Perdamaian Dunia
Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, menegaskan pengelolaan sampah di Kota Salatiga akan dilakukan secara bertahap dari hulu hingga hilir dengan mengedepankan edukasi pemilahan sampah sejak dari rumah. Kebijakan yang disampaikan tersebut menargetkan penuntasan penumpukan sampah dalam waktu sekitar dua tahun melalui pengolahan sampah organik di TPS 3R serta pemanfaatan sampah anorganik menjadi bahan baku bernilai ekonomi, didukung pendampingan kepada masyarakat dan penyusunan strategi bersama konsultan.
Atasi Masalah, Pemkot Gandeng Konsultan akan Musnahkan Gunungan Sampah, 2 Tahun bisa Selesai

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
BRI Kantor Cabang Salatiga menanggapi dugaan penyalahgunaan dana sekitar Rp40 miliar yang diduga melibatkan oknum pekerja dengan menghormati proses hukum di Polres Salatiga. Pada Rabu (12/8/2026), BRI menyatakan telah memproses PHK terhadap pekerja yang diduga terlibat fraud serta memperkuat pengawasan internal untuk menjaga kepercayaan nasabah.
Tanggapi Pemberitaan Dugaan Fraud Rp 40 Miliar, BRI Cabang Salatiga Tegaskan Hormati Proses Hukum
Polres Semarang memastikan mayat yang ditemukan di dalam mobil Honda Jazz di wilayah Gubug, Kabupaten Grobogan, pada Jumat (7/8/2026), merupakan Chandra Waskito, pemilik konter Royal Phone di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa. Korban diduga tewas akibat tindak pidana pencurian dengan kekerasan. Polisi masih memburu pelaku serta mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti untuk mengungkap kronologi serta motif kejahatan.
Polisi Pastikan Mayat dalam Mobil di Grobogan Bos Royal Phone Ambarawa

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved