RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Dispangtan Temukan Kasus Hati Sapi Bercacing, Dinas Pastikan Bukan PMK

Dispangtan Temukan Kasus Hati Sapi Bercacing, Dinas Pastikan Bukan PMK

Dispangtan Temukan Kasus Hati Sapi Bercacing, Dinas Pastikan Bukan PMK

Dokter Hewan dari Dinas Pangan dan Peternakan (Dispangtan) Kota Salatiga saat memeriksa hati sapi hewan kurban. (Poto dok Cristina)

Saat Sembelih Hewan kurban milik warga di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Salatiga, Dinas terkait menemukan kasus hati sapi bercacing.

Adanya temuan ini, Dinas Pangan dan Peternakan (Dispangtan) Kota Salatiga memastikan untuk diafkir dengan cara di kubur.

“Temuan hati sapi bercacing lantaran kondisi sapi memang saat pemberian pakan tidak mengandung kotoran,” kata Kepala Dispangtan Salatiga Henny Mulyani, kepada wartawan, Minggu (10/7/2022).

Henny menyampaikan, dengan adanya kasus temuan hati sapi mengandung cacing ini, ia menegaskan ini bukan karena tergolong kasus Penyakit Mulut dan Kaki (PMK).

Ungkapan senada disampaikan oleh dokter hewan Dispangtan Salatiga, Nimas. Ia menjelaskan bahwa hati sapi mengandung cacing karena memang terinfeksi cacing.

Biasanya lafa ini, masih kata dia, biasanya terbawa saat sapi sehat mengkonsumsi makanan mengandung / menempel kotoran yang di pakan.

“Lafa cacing bergerak di air, sehingga ketika makanan ternak sehat itu makan pakan mengandung kotoran dari hewan lain yang mengandung lafa tadi otomatis akan tertular,”jelas Nimas.

Nimas menandaskan, karena memang hati sapi mengandung cacing tidak layak konsumsi lebih baik dibuang dengan cara dikubur.

“Sapi yang hatinya mengandung cacing, jauh dari faktor wabah Penyakit Mulut dan Kaki (PMK). Tapi memang itu sudah tidak layak konsumsi,” pungkasnya.

 

BACA JUGA :

Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga kembali menggelar Gelar Inovasi Harmoni Nusantara (GIHN) 2026 di Balairung UKSW, Kamis (10/9/2026). Mengusung tema “Lentera Harmoni”, kegiatan tahun keempat ini menampilkan inovasi ramah lingkungan dari 15 fakultas. GIHN juga mendorong kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan UMKM agar riset menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
GIHN 2026 UKSW, Ubah Inovasi Ramah Lingkungan Menjadi Dampak Nyata bagi Masyarakat
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga?
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Sebanyak 31 sapi di Kota Salatiga terkonfirmasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sepanjang Januari hingga 4 September 2026. Dispangtan Salatiga menyebut lalu lintas sapi dari luar daerah menjadi faktor utama penyebaran penyakit. Dari jumlah tersebut, 30 sapi telah sembuh dan satu dipotong paksa, sementara saat ini tidak ada kasus aktif.
31 Sapi di Salatiga Terjangkit PMK, Dinas Pantau Lalu Lintas Ternak

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani