URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Menjelang Idul Adha, peternak sapi jumbo di Desa Ketapang, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, seperti Rizki Amin, mengalami peningkatan permintaan untuk sapi kurban, terutama jenis limosin dan simental. Pembeli tidak hanya berasal dari Indonesia, tetapi juga ada yang dari Malaysia.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Jelang Idul Adha Peternak Sapi Jumbo di Susukan Panen Rejeki, Kuncinya Promo Melalui Medsos

Jelang Idul Adha Peternak Sapi Jumbo di Susukan Panen Rejeki, Kuncinya Promo Melalui Medsos

Jelang Idul Adha Peternak Sapi Jumbo di Susukan Panen Rejeki, Kuncinya Promo Melalui Medsos

Rizki Amin, peternak sapi asal Desa Ketapang, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang
featured-img

RASIKAFM.COM | SUSUKAN – Mendekati hari raya idul adha menjadi ladang panen cuan bagi para peternak sapi. Tak terkecuali para peternak sapi jumbo. Meskipun dengan harga yang cukup tinggi, sapi jumbo saat ini juga diminati sebagai hewan untuk kurban.

Hal itu salah seorang peternak sapi asal Desa Ketapang, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Rizki Amin. Diakuinya, peminat sapi jumbo jenis limosin dan simental untuk kebutuhan kurban meningkat terus setiap tahun. Bahkan pembeli ada yang dari negara Malaysia.

“Kalau pembeli di sini biasanya para pengusaha, atau kelas manajer dan direktur di perusahaan gitu. Tahun ini ada pembeli dari Malaysia tapi untuk kurban di sini (Indonesia). Banyak pembeli itu biasa dari Jabodetabek dan Jawa Tengah khususnya Tegal dan Pekalongan juga banyak,” beber Amin saat di kandang pedalaman miliknya.

Dikatakan, saat ini stok sapi jumbo miliknya sebagian besar sudah terjual. Sebab ia mulai menjual sapi untuk kurban sejak setalah puasa. Sehingga banyak pembeli yang langsung memesannya.

“Pesannya sudah lama. Jadi kita kasih harga plus kita rawat sampai mendekati iduladha, baru kita kirim ke pembeli. Harga saat beli itu sudah termasuk perawatan sampai dengan pengiriman,” terang dia.

Amin menyebut, saat ini di kadang miliknya terdapat berbagai jenis sapi. Namun paling banyak diminati adalah sapi jenis limosin dan simental. Sebab sapi tersebut jenis sapi paling bagus kualitas dagingnya. Untuk harga mulai dari Rp 24 juta sampai dengan ratusan juta.

Diakuinya, untuk pemasaran dirinya banyak menggunakan media sosial. Bahkan sering kali pembeli pesan hanya lewat media sosial atau WhatsApp. Selain itu, ia juga banyak menggunakan jaringan pertemanan untuk menjual sapi-sapi untuk kurban.

“Kita mainnya di media sosial. Kita lihatin sapi yang dinginkan pembeli. Jadi tak perlu datang ke sini. Kami juga ada jaminan jika sapi mati sebelum dikirim bisa diganti atau transaksi ulang,” tandasnya.

BACA JUGA :

Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela
Artis nasional Anang Hermansyah dan Ashanty mengunjungi Kota Salatiga pada Selasa (18/8/2026) malam untuk menjajaki pemanfaatan sejumlah lokasi sebagai tempat pengambilan gambar film. Didampingi Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, rombongan juga menikmati suasana kota sekaligus mengenal potensi budaya, kuliner, UMKM, dan ekonomi kreatif setempat.
Kenakan Blangkon Pecis dan Syal Motif Khas Salatiga, Artis Anang dan Ashanty Keliling Kota
Mahasiswa KKN-T IDBU 54 UNDIP menjalankan program pemberdayaan masyarakat selama 45 hari di Tanjung Anom, Kabupaten Pekalongan. Kegiatan tersebut meliputi pemanfaatan sampah plastik menjadi ecobrick, pengolahan bunga telang, digitalisasi Bank Sampah Bunga Tanjung Lestari, budidaya ikan nilem, edukasi kesehatan, serta sosialisasi keamanan digital untuk meningkatkan kemandirian dan potensi lokal warga.
45 Hari KKN-T IDBU 54 UNDIP: Dari Ecobrick hingga Digitalisasi Website BSU Tanjung Anom
PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah menggelar aktivasi kemerdekaan di tujuh SPBU di Jawa Tengah dan DIY pada Senin (17/8/2026) untuk memperingati HUT ke-81 RI. Melalui program Tebus Murah Paket Sembako, masyarakat dapat membeli paket senilai Rp150 ribu seharga Rp100 ribu, sementara hasil penjualan disalurkan sebagai donasi bagi korban gempa bumi di NTT.
Semarak Kemerdekaan di SPBU, Pertamina Libatkan Veteran hingga Komunitas Ojol

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
BRI Kantor Cabang Salatiga menanggapi dugaan penyalahgunaan dana sekitar Rp40 miliar yang diduga melibatkan oknum pekerja dengan menghormati proses hukum di Polres Salatiga. Pada Rabu (12/8/2026), BRI menyatakan telah memproses PHK terhadap pekerja yang diduga terlibat fraud serta memperkuat pengawasan internal untuk menjaga kepercayaan nasabah.
Tanggapi Pemberitaan Dugaan Fraud Rp 40 Miliar, BRI Cabang Salatiga Tegaskan Hormati Proses Hukum