URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Menjelang Hari Raya Idul Adha 2024, sejumlah lapak musiman hewan kurban mulai muncul di Ungaran, Kabupaten Semarang, termasuk lapak kambing milik Muhayat (65) di Jalan Ahmad Yani, Sidomulyo, Ungaran Timur. Pada Senin (10/6/2024), Muhayat mengungkapkan bahwa ia bersama dua pegawainya membawa 90 ekor kambing dari Purwantoro, Wonogiri, dan telah menjual empat ekor pada hari pertama.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Mendulang Cuan dari Lapak Hewan Kurban Musiman

Mendulang Cuan dari Lapak Hewan Kurban Musiman

Mendulang Cuan dari Lapak Hewan Kurban Musiman

Muhayat, salah seorang penjual kambing asal Wonogiri berada di lapak hewan kurban musiman di Ungaran. Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Sepekan menjelang Hari Raya Idul Adha 2024, sejumlah lapak musiman hewan kurban mulai terlihat di wilayah Ungaran, Kabupaten Semarang. Salah satunya adalah lapak kambing milik Muhayat (65), yang berada di lahan kosong Jalan Ahmad Yani, Sidomulyo, Ungaran Timur.

Ditemui di lapak miliknya pada Senin (10/6/2024) Muhayat mengatakan ia bersama dua pegawainya membawa 90 ekor kambing dari Purwantoro, Wonogiri. Pada hari pertama berjualan kali ini, sudah empat ekor kambing yang laku terjual.

“Saya harap bisa ludes terjual sampai H-1 (Idul Adha), karena kalau sudah hari H kasihan kambingnya saya bawa pulang lagi,” katanya.

Harga kambing yang dijual berkisar antara Rp2,5 juta sampai Rp4,5 juta, tergantung ukuran dan beratnya. “Semuanya kambing lokal, ada 3 ekor domba garut juga,” ungkapnya.

Dari pengalamannya berjualan di sana setiap tahun selama sembilan kali, puncak keramaian pembeli biasanya terjadi antara H-3 dan H-2 Idul Adha.

Sebagai upaya dia untuk menaikkan penjualan, Muhayat mematok harga standar atau lebih rendah dibanding hewan kurban yang dia jual tahun sebelumnya.

“Biar cepat habis. Tapi kalau permintaan tinggi, negonya tipis-tipis saja,” selorohnya.

Muhayat mengaku, lapak miliknya buka selama 24 jam non-stop hingga Hari-H Idul Adha, Senin (17/6/2024). (win)

BACA JUGA :

Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran
Kota Salatiga meraih juara I kategori Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan dalam Apresiasi Pemda Berprestasi Regional Jawa-Bali 2026 Batch II yang digelar Kemendagri pada 28 Agustus 2026. Atas capaian tersebut, Salatiga mendapat dukungan Rp2 miliar untuk memperkuat akses dan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat.
Bukan Kaleng-kaleng! Kota Salatiga raih Prestasi di Bidang Pendidikan
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak
DPRD Kabupaten Semarang meminta pemerintah daerah melakukan kajian menyeluruh sebelum pengembangan energi panas bumi Gunung Ungaran dilanjutkan, Senin (31/8/2026). Dewan menyoroti potensi dampak pengeboran lebih dari 2.000 meter terhadap kondisi geologi, lingkungan, sumber air, cagar budaya, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
Legislator Kabupaten Semarang Soroti Risiko Geothermal Ungaran, Ingatkan Dampak Pengeboran
Kejaksaan Negeri Salatiga memberikan penyuluhan hukum dan kampanye antikorupsi kepada sekitar 150 siswa SMAN 3 Salatiga melalui program Jaksa Masuk Sekolah, Senin. Kegiatan tersebut bertujuan menanamkan kesadaran hukum, kejujuran, integritas, dan tanggung jawab sejak dini, sekaligus mengenalkan bahaya HIV/AIDS serta pengelolaan sampah kepada para pelajar.
JMS di SMAN 3 Salatiga, Gandeng Berbagai Pihak, “Wujudkan Generasi Emas Anti Korupsi”

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
WhatsApp Image 2026-08-30 at 22.25
Meriah! Peringatan HUT Paguyuban PKL Setia Kawan ke-24 di Pasaraya Salatiga
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved