URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Hujan deras yang mengguyur sebagian besar wilayah Kabupaten Semarang pada Senin (5/2/2024) sore mengakibatkan sejumlah bencana meteorologi berupa banjir bandang dan tanah longsor. Salah satu yang terdampak adalah SMAN 1 Bergas, di mana pagar sekolah sepanjang lebih kurang 30 meter roboh diterjang banjir. Sebuah rekaman video yang menggambarkan peristiwa banjir di lingkungan sekolah itu sempat viral di media sosial.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Diterjang Banjir, Pagar SMAN 1 Bergas Sepanjang 30 Meter Roboh

Diterjang Banjir, Pagar SMAN 1 Bergas Sepanjang 30 Meter Roboh

Diterjang Banjir, Pagar SMAN 1 Bergas Sepanjang 30 Meter Roboh

Pagar tembok tempat parkir SMAN 1 Bergas sepanjang 30 meter roboh diterjang banjir, Senin (5/2/2024) sore. Foto: win
Pagar tembok tempat parkir SMAN 1 Bergas sepanjang 30 meter roboh diterjang banjir, Senin (5/2/2024) sore. Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Hujan deras yang mengguyur sebagian besar wilayah Kabupaten Semarang pada Senin (5/2/2024) sore mengakibatkan sejumlah bencana meteorologi berupa banjir bandang dan tanah longsor.

Salah satu yang terdampak adalah SMAN 1 Bergas. Pagar sekolah sepanjang lebih kurang 30 meter roboh diterjang banjir. Sebuah rekaman video yang menggambarkan terjadinya peristiwa banjir di lingkungan sekolah itu sempat viral di media sosial.

Kepala SMAN 1 Bergas Titik Rahayu menerangkan peristiwa banjir itu terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Ia yang waktu itu sudah pulang ke rumah menerima laporan dari siswa yang masih berada di sekolah.

“Menjelang maghrib, anak-anak (siswa) yang kebetulan masih latihan paskibra di gedung serba guna (GSG) laporan kalau banjir dan pagarnya roboh,” terang Titik ditemui di kantornya, Selasa (6/2/2024).

Menerima laporan itu, lanjut Titik, ia segera mengonfirmasinya dan didapati, air dengan debit yang besar mengalir dari arah persawahan tak jauh dari sekolah. Dikarenakan saluran air berukuran kecil, sehingga tidak mampu menampung aliran air, akibatnya melimpas ke lingkungan sekolah.

“Kemarin sore ketinggian air sempat 1 meter lebih. Ada 2 bangunan yang terdampak, dekat GSG persis. Mungkin karena usia bangunan juga,” urainya.

Peristiwa robohnya pagar sekolah itu tidak mengganggu proses pembelajaran. Sebab, yang paling parah terdampak adalah lokasi parkir yang cukup jauh dari ruang kelas.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Tadi malam sudah dicek, ruang kelas semua aman. Sementara parkirnya dipindah ke belakang,” sambungnya.

Titik menambahkan, kejadian ini telah dilaporkan kepada Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah. “Bapak Kacab (Dinas Pendidikan) dan MKKS sudah rawuh ke sini. Berita acara juga sudah dibuat. Intinya minta untuk segera diperbaiki, karena terkait keamanan lingkungan sekolah,” tambahnya. (win)

BACA JUGA :

Polres Semarang mengamankan pelajar berinisial YA (16) yang diduga hendak melakukan duel satu lawan satu di Jalan Lingkar Ambarawa, Kabupaten Semarang, Rabu (26/8/2026) dini hari. Polisi menemukan celurit sepanjang sekitar 130 sentimeter yang dibawa YA setelah ajakan duel diduga disepakati melalui media sosial.
Viral Pelajar Bawa Celurit 1,3 Meter di Ambarawa, Polisi Gagalkan Rencana Duel
Kepala Dinsos Kabupaten Semarang Istichomah
Penerima Bansos Terindikasi Judol Bakal Dicoret, Dinsos Kabupaten Semarang Buka Pengajuan Sanggahan
pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Seorang pria berinisial M (59), penghuni kos di Kampung Sawo, Bugel, Sidorejo, Kota Salatiga, ditemukan meninggal dunia pada Rabu (26/8/2026) malam. Polisi dan tim medis melakukan pemeriksaan serta olah TKP setelah menerima laporan melalui Call Center 110. Pemeriksaan awal tidak menemukan tanda penganiayaan maupun kekerasan pada tubuh korban.
Murni Sakit, Penghuni Kos Ditemukan Meninggal. Saksi akui Cium Bau Busuk
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Daihatsu Ayla dan Mitsubishi L300 Pick Up bertabrakan di Simpang Empat Klampeyan, Noborejo, Argomulyo, Kota Salatiga, Selasa (25/8/2026) siang. Kecelakaan terjadi saat Ayla hendak menyeberang Jalan Pertapaan Gedono dan bertabrakan dengan L300 yang melaju dari arah Tingkir menuju Kembang. Kedua pengemudi selamat tanpa luka.
Ayla VS L300 Adu Banteng, Pemilik Mobil hanya bisa Geleng - geleng

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5.000 Persen, Industri Jadi Motor Pertumbuhan