URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Semarang menyiapkan program BPJS Ketenagakerjaan bagi ribuan marbut masjid dalam Rakerda 2026 di Tuntang, Selasa (12/5/2026). Program ini dilakukan untuk memberikan perlindungan sosial kepada pengurus masjid melalui pendataan marbut resmi dan sosialisasi bersama BPJS Ketenagakerjaan.

Mbak Google

KABAR RASIKA

DMI Kabupaten Semarang Siapkan BPJS Ketenagakerjaan untuk Ribuan Marbut Masjid

DMI Kabupaten Semarang Siapkan BPJS Ketenagakerjaan untuk Ribuan Marbut Masjid

DMI Kabupaten Semarang Siapkan BPJS Ketenagakerjaan untuk Ribuan Marbut Masjid

Ribuan marbut bakal mendapatkan program jaminan sosial. Hal itu terungkap dalam Rakerda DMI Kabupaten Semarang Tahun 2026 yang digelar di RM Cikal, Gading, Kecamatan Tuntang, Selasa (12/5/2026). Foto: IST
Ribuan marbut bakal mendapatkan program jaminan sosial. Hal itu terungkap dalam Rakerda DMI Kabupaten Semarang Tahun 2026 yang digelar di RM Cikal, Gading, Kecamatan Tuntang, Selasa (12/5/2026). Foto: IST
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN — Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Semarang menyiapkan program jaminan sosial bagi ribuan marbut atau pengurus masjid di wilayah Kabupaten Semarang. Program tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DMI Kabupaten Semarang Tahun 2026 yang digelar di RM Cikal, Gading, Kecamatan Tuntang, Selasa (12/5/2026).

Ketua DMI Kabupaten Semarang, KH Zaenal Abidin mengatakan seluruh marbut masjid nantinya akan didaftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Program itu diperuntukkan bagi marbut yang memiliki surat keterangan resmi sebagai pengurus masjid.

“Semua marbut masjid di Kabupaten Semarang akan didaftarkan menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan, tanpa terkecuali, asalkan memiliki surat keterangan sebagai marbut,” ujarnya di sela kegiatan.

Menurut Zaenal, perlindungan jaminan sosial penting diberikan karena para marbut telah mengabdikan banyak waktu untuk mengelola dan memakmurkan masjid. Untuk mendukung program tersebut, DMI akan melakukan sosialisasi bersama BPJS Ketenagakerjaan ke pengurus DMI di tingkat kecamatan.
Diperkirakan ribuan marbut dari sekitar 1.300 masjid di Kabupaten Semarang akan menerima manfaat program tersebut. Selain memperoleh layanan perawatan rumah sakit kelas 1, peserta juga akan mendapatkan santunan kematian sekitar Rp42 juta.

“Iuran kepesertaan rencananya diambil dari dana infak maupun sedekah yang dihimpun pengurus masjid,” katanya.

Bupati Semarang dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kabag Kesra Asep Mulyana menegaskan fungsi masjid tidak hanya sebagai pusat kegiatan ibadah, tetapi juga pelayanan sosial, pendidikan, kesehatan, hingga penguatan moderasi beragama.

“Masjid harus menjadi benteng moral di tengah derasnya arus informasi digital,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Rakerda, Nur Edi Susilo, menyampaikan kegiatan diikuti para pengurus DMI kecamatan se-Kabupaten Semarang. Ia menegaskan DMI terus mengedepankan sikap toleransi dalam memakmurkan masjid, termasuk berperan sebagai mediator ketika muncul kesalahpahaman terkait kegiatan keagamaan.

“Salah satu contohnya saat DMI membantu penyelesaian persoalan kesalahpahaman kegiatan umat di salah satu masjid di wilayah Pringapus pada Ramadan,” urainya. (win)

BACA JUGA :

Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak masyarakat aktif memeriksa data kesejahteraan dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), termasuk desil yang tercatat, di Jawa Tengah, Rabu (19/8/2026). Warga dapat menyanggah data yang tidak sesuai melalui laman kementerian agar penyaluran bantuan dan program pemberdayaan lebih tepat sasaran.
Warga Diminta Aktif Cek Data Desil dan Sanggah Data DTSEN
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan