KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Dongkrak Produksi Tembakau, Kelompok Tani di Kabupaten Semarang Terima Mesin Perajang

Dongkrak Produksi Tembakau, Kelompok Tani di Kabupaten Semarang Terima Mesin Perajang

Dongkrak Produksi Tembakau, Kelompok Tani di Kabupaten Semarang Terima Mesin Perajang

Kelompok Tani Suko Raharjo 01 Desa Payungan, Kaliwungu menerima bantuan alsintan berupa mesin perajang tembakau di Kantor Dispertanikap Kabupaten Semarang, Senin (25/8/2025). Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN — Pemerintah Kabupaten Semarang melalui Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan (Dispertanikap) menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani, dengan total anggaran mencapai Rp3,5 miliar dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT) tahun 2025.

Bantuan yang diberikan antara lain 14 unit cultivator, 33 unit kendaraan roda tiga, dan 7 unit mesin perajang tembakau. Salah satu penerima manfaat adalah Kelompok Tani Suko Raharjo 01, Desa Payungan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Semarang.

Mulyono (65), petani tembakau anggota kelompok tersebut, mengatakan kehadiran mesin perajang akan sangat membantu petani yang selama ini masih mengandalkan cara manual.

“Kalau manual satu widik bisa setengah jam, pakai mesin ini kemungkinan lebih cepat dan banyak. Kami memang butuh pelatihan karena belum pernah pakai mesin sebelumnya,” ujarnya usai menerima bantuan mesin perajang tembakau di Kantor Dispertanikap Kabupaten Semarang, Senin (25/8/2025).

Menurutnya, kelompok tani yang beranggotakan sekitar 30 petani ini memiliki lahan total 25 hektare. Dari jumlah itu, sekitar 10 hektare ditanami tembakau, sedangkan sisanya untuk padi, jagung, dan cabai.

“Semoga dalam waktu dekat segera ada pelatihan sehingga kami bisa menggunakan mesin perajang ini,” kata dia.

Bupati Semarang Ngesti Nugraha menjelaskan, bantuan alsintan ini diharapkan meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian.

“Harapan kami ini bisa membantu para petani, tidak hanya tembakau tapi juga komoditas lain, sehingga pertanian kita semakin maju,” jelasnya.

Selain alsintan, pemerintah juga menyiapkan pelatihan penggunaan peralatan, teknik budidaya, hingga pengembangan tembakau jenis kemloko yang tengah diteliti bersama BRIN.

“Kami berencana untuk mematenkan sebagai tembakau khas Kabupaten Semarang,” lanjutnya.

Saat ini, luas lahan tembakau di Kabupaten Semarang mencapai 571 hektare. Sentra utamanya berada di Getasan, Tengaran, Susukan, Sumowono, Bandungan, dan Suruh.

“Karena sumber dana berasal dari DBH CHT, harapannya petani tembakau dan cengkeh semakin bangkit. Selain itu, kami juga menyalurkan pupuk agar pascapanen tembakau bisa ditanami sayuran. Di sela lahan cengkeh pun bisa ditumpangsarikan tanaman lain untuk meningkatkan taraf hidup petani,” pungkasnya. (win)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Seorang siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berinisial R diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelas pada Rabu (23/9/2026). R mengalami sejumlah memar, luka di belakang telinga, bibir pecah, serta trauma setelah kejadian. Pihak sekolah mengaku telah memberikan konsekuensi kepada siswa yang terlibat dan menyiapkan pembinaan serta upaya pemulihan kondisi psikologis korban.
Diduga Jadi Korban Perundungan Berulang, Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran Alami Luka hingga Trauma
Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
[pekok2]