URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pada Senin (20/11/2023) pukul 07.00 WIB, MZ (11) siswa SD Pangarengan dan D (10) siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Miftakhul Ulum Pangarengan, Kabupaten Sampang, Madura, diamankan oleh personel Polsek Tengaran karena nekat mengendarai sepeda motor matic tanpa nomor polisi serta tidak mengenakan helm dari Madura menuju Jakarta. Aksi nekat mereka terungkap saat melaksanakan giat Ambang Gangguan (AG). Keduanya segera diamankan ke Mapolsek Tengaran untuk dimintai keterangan

Mbak Google

KABAR RASIKA

Dua Bocah SD Nekat Naik Motor dari Madura ke Jakarta Tanpa Helm dan Nopol, Sampai Tengaran Diamankan Polisi

Dua Bocah SD Nekat Naik Motor dari Madura ke Jakarta Tanpa Helm dan Nopol, Sampai Tengaran Diamankan Polisi

Dua Bocah SD Nekat Naik Motor dari Madura ke Jakarta Tanpa Helm dan Nopol, Sampai Tengaran Diamankan Polisi

Pada Senin (20/11/2023) pukul 07.00 WIB, MZ (11) siswa SD Pangarengan dan D (10) siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Miftakhul Ulum Pangarengan, Kabupaten Sampang, Madura, diamankan oleh personel Polsek Tengaran karena nekat mengendarai sepeda motor matic tanpa nomor polisi serta tidak mengenakan helm dari Madura menuju Jakarta. Aksi nekat mereka terungkap saat melaksanakan giat Ambang Gangguan (AG). Keduanya segera diamankan ke Mapolsek Tengaran untuk dimintai keterangan
Foto: Dok. Polsek Tengaran
Dua bocah SD asal Pengarengan, Sampang, Madura dijemput orang tuanya di Mapolsek Tengaran, Kabupaten Semarang, Senin (20/11/2023) pukul 23.00 WIB.
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Entah apa yang ada di benak MZ (11) siswa SD Pangarengan dan D (10) siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Miftakhul Ulum Pangarengan, Kabupaten Sampang, Madura ini. Mereka nekat mengendarai sepeda motor matic tanpa nomor polisi serta tidak mengenakan helm dari tempat tinggalnya di Madura menuju Jakarta.

Beruntung aksinya itu diketahui oleh personel Polsek Tengaran saat melaksanakan giat Ambang Gangguan (AG) pagi pada Senin (20/11/2023) pukul 07.00 WIB. Keduanya segera diamankan ke Mapolsek Tengaran untuk dimintai keterangan.

Berdasarkan penuturan Kapolsek Tengaran AKP Supeno, kedua bocah SD itu diketahui berangkat dari Pengarengan pada hari Minggu (19/11/2023) sekitar pukul 13.00 WIB. Setelah menempuh perjalanan sejauh ratusan kilometer dan sempat beristirahat beberapa kali, keesokan paginya sampai di daerah pertigaan Klero, jalur utama Semarang-Solo.

“Petugas yang sedang melaksanakan AG pagi dan melihat kedua bocah di bawah umur itu, segera menepikan kendaraan dan mengamankannya ke Mapolsek Tengaran,” jelas Supeno saat dikonfirmasi, Selasa (21/11/2023).

Dengan berbekal uang Rp100 ribu, kedua bocah itu mengaku berasal dari Madura dan hendak ke Jakarta untuk menemui saudaranya. Ironisnya, mereka tidak melengkapi diri dengan perlengkapan selayaknya orang bepergian jauh menggunakan kendaraan roda dua seperti helm, sepatu dan jaket. Melainkan hanya mengenakan kaus dan celana pendek.

“Jadi mereka mengandalkan GPS yang ada di ponselnya,” ujarnya.

Mengetahui hal itu, lanjut Supeno, petugas segera memeriksa ponsel yang dibawa kedua bocah itu. Dari situ pihaknya menemukan kontak salah seorang guru di sekolahnya. Oleh sang guru kemudian dihubungkan kepada keluarga salah satu bocah tersebut.

“Awalnya keluarga mengira penipuan. Namun setelah kami kirimkan foto dan videonya, baru percaya dan mau menjemput ke Polsek Tengaran,” sambungnya.

Orang tua kedua bocah itu diketahui datang menjemput malam harinya sekitar pukul 23.00 WIB. Atas kejadian ini, Supeno mengimbau kepada orang tua untuk senantiasa mengawasi putra-putrinya.

“Jangan biarkan anak-anak di bawah umur naik kendaraan sendiri. Selain berbahaya, juga agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

Dua kebakaran terjadi hampir bersamaan di Kecamatan Bergas dan Tengaran, Kabupaten Semarang, Selasa (4/8/2026). Kebakaran di Toko Niki Mantep diduga dipicu korsleting listrik, sedangkan kebakaran rumah di Desa Klero diduga berasal dari tungku yang masih menyala. Berkat respons cepat petugas pemadam kebakaran dan bantuan warga, kedua peristiwa berhasil dipadamkan tanpa menimbulkan korban jiwa.
Dalam Waktu Bersamaan, Dua Kebakaran Terjadi di Kabupaten Semarang
Seorang remaja berinisial MYN (21), warga Kabupaten Purworejo, meninggal dunia setelah tenggelam di dam Sungai Kalimojo, Dusun Manggisan, Desa Tegalwaton, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Senin (3/8/2026) sore. Korban diduga tenggelam usai melompat ke sungai saat bermain bersama rekannya, kemudian dievakuasi oleh warga, polisi, PMI, dan relawan sebelum dibawa ke rumah sakit.
Berenang di Sungai Kalimojo Tengaran, Remaja asal Purworejo Tenggelam
Sekitar 870 jiwa atau 260 kepala keluarga di Dusun Jagir, Desa Kedungringin, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, kembali mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau. Kondisi yang terjadi setiap tahun ini membuat warga bergantung pada bantuan droping air, sementara pemerintah dusun terus berupaya mencari solusi permanen melalui pengeboran sumur bersama pemerintah dan BNPB.
870 Jiwa di Dusun Jagir Suruh Krisis Air Bersih, Warga Bertahun-tahun Bergantung pada Droping
Sempat Hilang Sepekan, Remaja Asal Sukabumi Ditemukan Selamat di Demak 2
Sempat Hilang Sepekan, Remaja Asal Sukabumi Ditemukan Selamat di Demak
Proyek wisata Jateng Valley di Kelurahan Susukan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, hingga kini belum kembali dilanjutkan setelah terhenti sejak pandemi COVID-19. Kondisi tersebut disampaikan warga dan pemerintah kelurahan, Senin (3/8/2026), yang berharap pembangunan segera diteruskan agar kawasan kembali hidup, membuka lapangan kerja, dan menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.
Mangkraknya Jateng Valley, Warga Menanti Proyek Wisata Kembali Hidup
Pabrik Pengolahan Triplek di Tengaran Terbakar, Kerugian Milyaran Rupiah
Pabrik Pengolahan Triplek di Tengaran Terbakar, Kerugian Milyaran Rupiah

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Bupati Semarang Ngesti Nugraha
Pertumbuhan Kawasan Industri Picu Permukiman Baru, Pemkab Semarang Siapkan Penataan
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved