URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Sejumlah elemen masyarakat lintas agama Kota Salatiga menggelar aksi damai dan doa bersama di depan Mapolres Salatiga pada Minggu (31/8/2025). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap Polres pasca unjuk rasa ricuh. Melalui doa lintas agama, mereka menyerukan persatuan dan menolak aksi anarkis demi menjaga kota tetap aman dan kondusif.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Dukung Polres, Elemen Masyarakat Kota Salatiga Gelar Aksi Damai dan Doa Bersama

Dukung Polres, Elemen Masyarakat Kota Salatiga Gelar Aksi Damai dan Doa Bersama

Dukung Polres, Elemen Masyarakat Kota Salatiga Gelar Aksi Damai dan Doa Bersama

Sejumlah elemen warga saat doa bersama
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Sejumlah elemen masyarakat lintas agama Kota Salatiga menggelar Aksi Damai dan Doa Bersama di depan Mapolres Salatiga sebagai bentuk dukungan kepada Polres Salatiga, pasca terjadinya aksi unjuk rasa yang berakhir ricuh beberapa waktu lalu.

Kegiatan tersebut merupakan wujud keprihatinan sekaligus kepedulian masyarakat terhadap maraknya aksi anarkis yang kerap terjadi di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Kota Salatiga, saat penyampaian pendapat di muka umum yang disertai pengrusakan dan penyerangan terhadap aparat keamanan.

Dalam kesempatan itu, masyarakat menyampaikan bahwa Polri tidak sendiri dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Kehadiran elemen masyarakat lintas agama menjadi simbol persatuan serta komitmen bersama menjaga Kota Salatiga tetap damai, aman, dan kondusif.

Salah seorang sesepuh Kota Salatiga yang juga memimpin doa lintas agama, H. Musyowir, menyampaikan bahwa masyarakat Salatiga adalah masyarakat yang cinta damai.

“Aksi ricuh yang terjadi sangat menodai jati diri masyarakat Salatiga. Kami mendukung tindakan tegas aparat keamanan demi mewujudkan situasi kondusif. Salatiga ini Kota Tertoleran, kami siap memberikan dukungan penuh membackup aparat keamanan untuk mencegah aksi anarkis. Kami cinta Polri dan cinta Kapolres Salatiga,” ungkap H. Musyowir, Minggu (31.8.2025)

Kapolres Salatiga, AKBP Veronica, menyampaikan terima kasih yang mendalam atas dukungan masyarakat.

“Terima kasih atas dukungan yang diberikan. Ini merupakan kekuatan terbesar bagi aparat Kepolisian dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. Dukungan ini menjadi energi positif bagi kami untuk terus hadir di tengah masyarakat,” ungkap Veronica.

Dengan adanya dukungan dari berbagai elemen masyarakat, Polres Salatiga semakin berkomitmen untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Kota Salatiga, sekaligus mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menolak segala bentuk provokasi dan aksi anarkis demi terciptanya situasi yang aman dan damai.

BACA JUGA :

Kecelakaan lalu lintas melibatkan Honda Vario H-5153-CI dan Kawasaki Ninja AD-6999-HM di Simpang Tiga Tegalrejo, Kelurahan Tegalrejo, Argomulyo, Kota Salatiga, Minggu (9/8/2026) pagi. Pengendara Vario, P (60), warga Getasan, Kabupaten Semarang, mengalami cedera kepala setelah bertabrakan saat berbelok dan kemudian meninggal dunia setelah mendapat perawatan, sedangkan pengendara Kawasaki Ninja tidak mengalami luka serius.
Dua Motor Adu Banteng Minggu Pagi. Pengendara Honda Vario Wassalam
Puluhan warga mendatangi lingkungan rumah salah satu terduga pelaku kasus perampokan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Candra Waskito, di Green Ambarawa Residence, Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jumat (7/8/2026) malam. Polisi memastikan situasi tetap terkendali setelah warga dan pengendara sempat memadati sekitar lokasi hingga pukul 21.00 WIB, sementara pengamanan diperketat dan kondisi kembali normal sekitar pukul 01.15 WIB.
Massa Datangi Perumahan Terduga Pelaku Perampokan Bos Royal Phone, Polisi: Situasi Terkendali
Tim gabungan kepolisian mengamankan dua terduga pelaku kasus dugaan perampokan yang menewaskan pemilik konter Royal Phone, Chandra Waskito, di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Penangkapan dilakukan di Kota Semarang dan Kabupaten Semarang pada Jumat (7/8/2026), kurang dari 48 jam setelah kejadian, setelah polisi mengembangkan penyelidikan dengan melibatkan Polda Jawa Tengah, Polres Semarang, dan Polres Grobogan untuk mengungkap peran serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Misteri Perampokan Royal Phone Ambarawa Terkuak, Polisi Ringkus Dua Terduga Pelaku
Polres Semarang mengungkap temuan serpihan tulang yang diduga bagian dari tulang kepala serta bercak darah di TKP konter Royal Phone, Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Jumat (7/8/2026), dalam penyelidikan kasus dugaan perampokan disertai pembunuhan terhadap Chandra Waskito. Polisi juga telah memeriksa tujuh saksi, menemukan 53 unit telepon genggam di mobil tempat jasad korban ditemukan di Gubug, Kabupaten Grobogan, dan masih menunggu hasil otopsi untuk memastikan penyebab kematian.
Serpihan Tulang Ditemukan di TKP Royal Phone Ambarawa, 53 Unit HP Ditinggal Di Dalam Mobil Korban
Polres Semarang memastikan mayat yang ditemukan di dalam mobil Honda Jazz di wilayah Gubug, Kabupaten Grobogan, pada Jumat (7/8/2026), merupakan Chandra Waskito, pemilik konter Royal Phone di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa. Korban diduga tewas akibat tindak pidana pencurian dengan kekerasan. Polisi masih memburu pelaku serta mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti untuk mengungkap kronologi serta motif kejahatan.
Polisi Pastikan Mayat dalam Mobil di Grobogan Bos Royal Phone Ambarawa
Satreskrim Polres Semarang mengembangkan penyelidikan dugaan pencurian dengan kekerasan di konter HP Royal Phone, Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, setelah ditemukan sesosok mayat dan mobil milik korban di wilayah Gubug, Kabupaten Grobogan, Jumat (7/8/2026). Penyidik masih mengumpulkan keterangan saksi, hasil olah tempat kejadian perkara, serta barang bukti untuk mengungkap identitas pelaku dan memastikan keterkaitan kedua
Polisi Selidiki Dugaan Curas Royal Phone Ambarawa hingga Telusuri Penemuan Mayat di Grobogan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Rabu, 5 Agustus 2026, didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara di Semarang 24,1 derajat Celsius dengan kelembapan 85 persen, sementara hujan ringan berpotensi terjadi secara tidak merata di wilayah pegunungan, dataran tinggi, sebagian Jawa Tengah bagian timur, dan sekitarnya.
05 Agustus 2026: Cuaca Semarang Cerah Berawan, BMKG Prediksi Hujan Ringan di Sejumlah Wilayah Jawa Tengah
Polres Semarang memastikan mayat yang ditemukan di dalam mobil Honda Jazz di wilayah Gubug, Kabupaten Grobogan, pada Jumat (7/8/2026), merupakan Chandra Waskito, pemilik konter Royal Phone di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa. Korban diduga tewas akibat tindak pidana pencurian dengan kekerasan. Polisi masih memburu pelaku serta mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti untuk mengungkap kronologi serta motif kejahatan.
Polisi Pastikan Mayat dalam Mobil di Grobogan Bos Royal Phone Ambarawa

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved