URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Bawaslu Kabupaten Semarang menggelar konferensi pers terkait hasil pengawasan Pilkada Serentak 2024 di Kabupaten Semarang pada Kamis, 13 Maret 2025, yang secara umum dinilai sukses tanpa adanya Pemungutan Suara Ulang (PSU).

Mbak Google

KABAR RASIKA

Evaluasi Pilkada Serentak 2024 Kabupaten Semarang: 1 PPK Tak Netral, 1 PPS Meninggal Dunia

Evaluasi Pilkada Serentak 2024 Kabupaten Semarang: 1 PPK Tak Netral, 1 PPS Meninggal Dunia

Evaluasi Pilkada Serentak 2024 Kabupaten Semarang: 1 PPK Tak Netral, 1 PPS Meninggal Dunia

Bawaslu Kabupaten Semarang menggelar konferensi pers hasil pengawasan pada Pilkada Serentak 2024 di Aula Kantor Bawaslu setempat, Kamis (13/3/2025).

Foto: win

Bawaslu Kabupaten Semarang menggelar konferensi pers hasil pengawasan pada Pilkada Serentak 2024 di Aula Kantor Bawaslu setempat, Kamis (13/3/2025).
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Semarang menggelar konferensi pers hasil pengawasan pada Pilkada Serentak 2024, Kamis (13/3/2025). Secara umum, pelaksanaan Pilkada dapat dianggap berhasil. Salah satu indikator keberhasilan tersebut adalah tidak adanya Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang dilakukan sepanjang tahapan pemilu.

Ketua Bawaslu Kabupaten Semarang, Agus Riyanto, menjelaskan meskipun pelaksanaan Pilkada berlangsung lancar, ada beberapa peristiwa yang perlu dicatat. Salah satunya adalah temuan pelanggaran kode etik oleh salah satu anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), yang diketahui menghadiri acara kampanye salah satu pasangan calon.

“Sudah kami teruskan ke KPU dan sudah ditindaklanjuti,” ujar Agus.

Selanjutnya, catatan yang lain adalah meninggalnya seorang Petugas Pemungutan Suara (PPS) dari lingkungan Pundungputih, Kelurahan Gedanganak, Ungaran Timur saat menjalankan tugas.

“Informasinya punya riwayat penyakit jantung. Sebagai bentuk perhatian, keluarga almarhum telah diberikan santunan kematian sebesar Rp 42 juta,” terangnya.

Pihaknya juga turut menangani sengketa antar peserta pemilihan terkait alat peraga kampanye (APK) yang saling menutupi.

“APK salah satu paslon dipasang dengan ukuran cukup besar dan menutupi APK paslon yang lain. Sengketa tersebut berhasil diselesaikan melalui musyawarah,” sambungnya.

Dalam hal data pemilih, pihaknya memastikan bahwa Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pemilihan Bupati Semarang tercatat sebanyak 807.204 pemilih. Bawaslu juga terus mengawal validitas data pemilih untuk mencegah adanya pemilih fiktif, ganda, tidak sah, atau meninggal dunia.

“Caranya dengan melakukan patroli dan pengecekan lapangan secara sampling,” kata Agus.

Ihwal mekanisme pencalonan, baik berkas maupun calon itu sendiri, berjalan tanpa ada temuan masalah. Begitu pula dengan tahapan kampanye yang secara umum didominasi oleh kampanye tatap muka dan pertemuan terbatas. Bawaslu menegaskan bahwa kampanye seperti “tebus murah” atau senam bersama, selama koordinasi dengan KPU dan tidak melanggar aturan, tetap diperbolehkan.

“Meski ada rumor terkait pembagian uang atau keterlibatan pihak tertentu, tidak ditemukan laporan pelanggaran yang dapat dibuktikan secara materiil dan formil,” lanjutnya.

Dalam tahapan pemungutan suara dan rekapitulasi suara, Agus menegaskan tidak ada peristiwa menonjol atau pelanggaran yang terjadi. Beberapa masalah teknis yang pernah terjadi, seperti TPS yang jauh atau sulit diakses, tidak ditemui pada Pilkada Serentak 2024 ini.

Secara keseluruhan, Bawaslu Kabupaten Semarang mengapresiasi pelaksanaan Pilkada Serentak 2024 yang berjalan lancar, tanpa adanya PSU. Agus menilai bahwa keberhasilan ini merupakan pencapaian besar, mengingat PSU bisa menimbulkan komplikasi anggaran dan masalah lainnya, seperti yang terjadi di 24 wilayah lain yang melaksanakan PSU berdasarkan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK).

BACA JUGA :

Sekitar 900 siswa SD hingga SMU di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, mengikuti lomba tari keprajuritan pada Selasa (11/8/2026) untuk memeriahkan HUT RI ke-81 dan TMMD Reguler ke-129 di Desa Cukil. Kegiatan yang diawali flashmob itu sekaligus menjadi upaya melestarikan tari keprajuritan yang menggambarkan perjuangan merebut kemerdekaan.
Meriah! Ratusan Siswa di Tengaran ikuti Lomba Tari Keprajuritan
Pemkab Semarang segera mencatat tanah hibah dari Kementerian Pertanian seluas sekitar 2,3 hektare sebagai aset daerah setelah dokumen administrasinya lengkap, Selasa (11/8/2026). Tanah eks Balai Penyuluhan Pertanian yang dihibahkan sejak 1991 tersebut diperkirakan bernilai Rp58 miliar. Pemkab Semarang juga menunggu proses sertifikasi tanah 14,8 hektare dari Badan Bank Tanah di Desa Branjang yang bernilai sekitar Rp60 miliar.
35 Tahun Mangkrak, Tanah Hibah Kementan untuk Pemkab Semarang Akhirnya Tuntas
Ratusan warga Perumahan Taman Manunggal Asri dan Wisma Karebet, Dusun Tugu, Desa Bener, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, memeriahkan HUT ke-81 RI melalui senam bersama dan jalan sehat sejauh 1 kilometer pada Minggu (9/8/2026). Kegiatan yang digelar Karang Taruna Manebet tersebut berlangsung sejak pagi dan melibatkan anak-anak hingga orang dewasa, dengan pelepasan burung perkutut sebagai simbol dimulainya jalan sehat sekaligus pesan pelestarian lingkungan.
Meriah! Karang Taruna Manebet Sukses gelar Acara Senam dan Jalan Santai
Sebanyak 15 mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) mengikuti East Asia Student Encounter (EASE) 2026 di Kwansei Gakuin University, Jepang, selama 18 hari hingga 18 Agustus 2026. Program bertema Manifest the Dream: Our Journey Toward Peace in a Divided World ini memperkuat pertukaran budaya, jejaring internasional, dan pendidikan perdamaian melalui berbagai kegiatan akademik, budaya, serta diskusi lintas negara.
15 Mahasiswa UKSW Ikuti EASE 2026 di Jepang, Rayakan Misi Perdamaian Dunia
Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, menegaskan pengelolaan sampah di Kota Salatiga akan dilakukan secara bertahap dari hulu hingga hilir dengan mengedepankan edukasi pemilahan sampah sejak dari rumah. Kebijakan yang disampaikan tersebut menargetkan penuntasan penumpukan sampah dalam waktu sekitar dua tahun melalui pengolahan sampah organik di TPS 3R serta pemanfaatan sampah anorganik menjadi bahan baku bernilai ekonomi, didukung pendampingan kepada masyarakat dan penyusunan strategi bersama konsultan.
Atasi Masalah, Pemkot Gandeng Konsultan akan Musnahkan Gunungan Sampah, 2 Tahun bisa Selesai
Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah menggelar Festival Jateng Syariah (FAJAR) 2026 di Queen City Mall Semarang pada 6–9 Agustus 2026 untuk memperkuat literasi serta ekosistem ekonomi dan keuangan syariah. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M. Noor Nugroho, menyebut kegiatan ini mengedepankan kolaborasi lintas sektor melalui penguatan literasi, pengembangan Halal Value Chain, pemberdayaan UMKM, dan perluasan akses ekonomi syariah yang inklusif serta berkelanjutan.
BI Jateng Tancap Gas Bangun Ekonomi Syariah, 450 Guru Disiapkan Jadi Motor Literasi Halal

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Pemkab Semarang segera mencatat tanah hibah dari Kementerian Pertanian seluas sekitar 2,3 hektare sebagai aset daerah setelah dokumen administrasinya lengkap, Selasa (11/8/2026). Tanah eks Balai Penyuluhan Pertanian yang dihibahkan sejak 1991 tersebut diperkirakan bernilai Rp58 miliar. Pemkab Semarang juga menunggu proses sertifikasi tanah 14,8 hektare dari Badan Bank Tanah di Desa Branjang yang bernilai sekitar Rp60 miliar.
35 Tahun Mangkrak, Tanah Hibah Kementan untuk Pemkab Semarang Akhirnya Tuntas
Pemerintah Kota Salatiga dan LPK Serbaindo menjalin kolaborasi strategis untuk memperluas kesempatan kerja ke Jepang melalui pelatihan dan penempatan tenaga kerja resmi. Audiensi yang dipimpin Direktur LPK Serbaindo, Iman Abdul Rahman, bersama Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, membahas penyusunan nota kesepahaman (MoU), sosialisasi ke sekolah dan masyarakat, serta pengembangan kerja sama internasional guna meningkatkan kualitas SDM dan menekan angka pengangguran di Salatiga.
Perluas Kesempatan, LPK Serbaindo dan Pemkot Salatiga siap Kirim Tenaga Kerja ke Jepang