URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Festival Bunga Bandungan 2026 akan berlangsung pada 3–5 Juli 2026 di Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, dengan puncak parade bunga pada 5 Juli. Memasuki penyelenggaraan kelima, panitia menargetkan festival berkembang menjadi agenda nasional guna memperkuat sektor pertanian bunga, pariwisata, UMKM, dan perekonomian masyarakat melalui kolaborasi berbagai pihak serta rangkaian kegiatan edukatif dan promosi.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Festival Bunga Bandungan 2026 Bidik Level Nasional

Festival Bunga Bandungan 2026 Bidik Level Nasional

Festival Bunga Bandungan 2026 Bidik Level Nasional

Panitia Festival Bunga Bandungan saat menggelar konferensi pers di Hotel Wahid Bandungan, Selasa (30/6/2026). Foto: win
Panitia Festival Bunga Bandungan saat menggelar konferensi pers di Hotel Wahid Bandungan, Selasa (30/6/2026). Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Festival Bunga Bandungan kembali digelar pada 3–5 Juli 2026. Memasuki penyelenggaraan yang kelima, panitia menargetkan festival tahunan tersebut berkembang menjadi agenda berskala nasional untuk memperkuat sektor pertanian bunga, pariwisata, dan perekonomian masyarakat.

Ketua Festival Bunga Bandungan 2026, Amir, mengatakan seluruh persiapan pelaksanaan hingga saat ini berjalan lancar berkat dukungan berbagai pihak. Menurutnya, Festival Bunga Bandungan lahir dari inisiatif para petani dan pedagang bunga sehingga diharapkan mampu menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Semarang.

“Harapan kami, Festival Bunga Bandungan bisa naik ke tingkat nasional. Festival ini memberikan dampak besar bagi petani dan pedagang bunga. Bandungan merupakan pasar bunga terbesar di Jawa Tengah, sehingga potensi ini harus terus dikembangkan,” ujarnya.

Amir menjelaskan, rangkaian Festival Bunga Bandungan 2026 berlangsung selama tiga hari. Pembukaan dilaksanakan pada 3 Juli, dilanjutkan berbagai kegiatan pada 4 Juli, sedangkan puncak acara digelar pada 5 Juli melalui parade bunga.

Parade akan dimulai pukul 09.00 WIB dengan titik start di Hotel Wahid Bandungan menuju Ruang Terbuka Hijau (RTH) Bandungan, kemudian berakhir di Lapangan Desa Jetis. Berbeda dengan tahun sebelumnya, seluruh penampilan peserta akan dipusatkan di Lapangan Desa Jetis.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Semarang, Bondan Marutohening, menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan Festival Bunga Bandungan. Menurutnya, festival tersebut tidak hanya menjadi ajang promosi hasil pertanian bunga, tetapi juga mampu menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat.
Ia juga mengapresiasi Hotel Wahid yang menjadi sponsor utama kegiatan tersebut sehingga pelaksanaan festival dapat berjalan dengan baik.

“Festival Bunga ini memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan pariwisata. Harapannya pemerintah kabupaten, provinsi hingga pusat dapat memberikan dukungan agar Festival Bunga Bandungan benar-benar menjadi event nasional,” katanya.

Bondan menambahkan, festival juga melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta menghadirkan kegiatan edukatif seperti pelatihan merangkai bunga. Melalui kegiatan tersebut, kompetensi petani dan pelaku usaha bunga diharapkan semakin meningkat sehingga mampu memperkuat daya saing produk bunga asal Bandungan. (win)

BACA JUGA :

Kejaksaan Negeri Kabupaten Semarang menetapkan tiga koordinator kelompok masyarakat (Pokmas) Kelurahan Bergas Lor, Kecamatan Bergas, sebagai tersangka dugaan korupsi proyek pembangunan sarana prasarana dan pemberdayaan masyarakat yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) Tambahan APBD Kabupaten Semarang Tahun Anggaran 2019–2020. Ketiganya diduga menyelewengkan dana swakelola hingga merugikan keuangan negara sekitar Rp600 juta dan ditahan sejak 30 Juni 2026 untuk kepentingan penyidikan.
Korupsi Dana Swakelola Bergas Lor Terbongkar, Tiga Koordinator Pokmas Dijebloskan ke Tahanan
Jauhi HP, Puluhan Anak Kumpulrejo Memilih Berkemah di Mushala
Jauhi HP, Puluhan Anak Kumpulrejo Memilih Berkemah di Mushala
Sekda Kabupaten Semarang Valeanto Soekendro
Pemkab Semarang Pertahankan Seluruh PPPK, Siapkan Pemetaan Ulang untuk Atasi Kekurangan Pegawai
Sebanyak 215 peserta dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti kontes Aglaonema yang digelar Asosiasi Aglaonema Nusantara (ASA) di Gedung Pertemuan Daerah Kota Salatiga, Minggu (28/6). Ajang ini menjadi wadah kompetisi, memperkuat jejaring antarkolektor, sekaligus menunjukkan prospek ekonomi tanaman hias yang masih menjanjikan dengan dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Ratusan Kolektor Tanaman Padati Kontes di Salatiga, Bukti Aglaonema Memiliki Nilai Tinggi

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

TERKINI

Pertamina Turunkan Harga BBM Non-Subsidi Mulai 1 Juli 2026
Pertamina Turunkan Harga BBM Non-Subsidi Mulai 1 Juli 2026
PT Pertamina Patra Niaga resmi menurunkan harga sejumlah BBM non-subsidi mulai 1 Juli 2026 pukul 00.00 WIB setelah melakukan evaluasi berkala berdasarkan perkembangan harga minyak dunia, regulasi pemerintah,...
Kejaksaan Negeri Kabupaten Semarang menetapkan tiga koordinator kelompok masyarakat (Pokmas) Kelurahan Bergas Lor, Kecamatan Bergas, sebagai tersangka dugaan korupsi proyek pembangunan sarana prasarana dan pemberdayaan masyarakat yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) Tambahan APBD Kabupaten Semarang Tahun Anggaran 2019–2020. Ketiganya diduga menyelewengkan dana swakelola hingga merugikan keuangan negara sekitar Rp600 juta dan ditahan sejak 30 Juni 2026 untuk kepentingan penyidikan.
Korupsi Dana Swakelola Bergas Lor Terbongkar, Tiga Koordinator Pokmas Dijebloskan ke Tahanan
Kejaksaan Negeri Kabupaten Semarang menetapkan tiga koordinator kelompok masyarakat (Pokmas) Kelurahan Bergas Lor, Kecamatan Bergas, sebagai tersangka dugaan korupsi proyek pembangunan sarana prasarana...
Pemerintah Kota Salatiga melalui Dinas Perdagangan menyiapkan Shelter Kridanggo sebagai pusat penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) kuliner melalui program SIPEKAT. Rencana tersebut disampaikan dalam kegiatan diseminasi di Aula Dinas Perdagangan Kota Salatiga sebagai upaya menyelaraskan penataan ruang kota, fungsi jalan, dan pemberdayaan ekonomi pedagang melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan serta sektor perbankan.
PKL Kuliner Salatiga akan Dipusatkan di Shelter Kridanggo
Pemerintah Kota Salatiga melalui Dinas Perdagangan menyiapkan Shelter Kridanggo sebagai pusat penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) kuliner melalui program SIPEKAT. Rencana tersebut disampaikan dalam kegiatan...
Razita Azzalea, siswi SD Muhammadiyah Plus Salatiga, meraih medali pada kompetisi Bahasa Inggris Level 2 dalam Grand Final Nasional OMNAS 15 yang digelar di Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Jawa Timur. Prestasi tersebut diraih setelah melewati seleksi berjenjang dari tingkat kota hingga provinsi, sekaligus mengharumkan nama sekolah dan Kota Salatiga di ajang akademik tingkat nasional berkat ketekunan belajar, bimbingan guru, serta dukungan keluarga.
Razita Azzalea, Raih Medali di Grand Final Nasional OMNAS 15 di Kampus UNESA
Razita Azzalea, siswi SD Muhammadiyah Plus Salatiga, meraih medali pada kompetisi Bahasa Inggris Level 2 dalam Grand Final Nasional OMNAS 15 yang digelar di Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Jawa Timur....
01 Juli 2026 Pasang Laut Semarang Puncak Pukul 09.00–10
01 Juli 2026: Pasang Laut Semarang Puncak Pukul 09.00–10.00 WIB, Tinggi Air Capai 1 Meter
BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang memprakirakan pasang laut di pesisir Semarang mencapai puncaknya pada Rabu, 1 Juli 2026 pukul 09.00–10.00 WIB dengan tinggi muka air laut 1,0 meter....
Muat Lebih

POPULER

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendukung rencana pengembangan kawasan Rawa Pening di Kabupaten Semarang sebagai destinasi wisata air unggulan setelah muncul minat investasi dari PT Pandawa Sapto Dewi Pesisir, Kamis (25/6/2026). Pengembangan yang mencakup rumah makan apung, vila, dan wahana air itu akan dilakukan secara bertahap dengan tetap mengutamakan fungsi konservasi serta pengelolaan sumber daya air berkelanjutan.
Rawa Pening Dilirik Investor, Siap Jadi Destinasi Wisata Air Andalan Jawa Tengah
Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Semarang pada 2025 belum sepenuhnya memenuhi target, terutama dari sektor parkir, pariwisata, dan pajak hotel. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyampaikan hal tersebut usai rapat paripurna APBD 2025, Rabu (24/6/2026), seraya menegaskan perlunya evaluasi dan penguatan destinasi wisata untuk mendongkrak kunjungan serta pendapatan daerah di tengah tingkat okupansi hotel yang menurun.
Evaluasi Pelaksanaan APBD Kabupaten Semarang 2025, PAD Sektor Parkir dan Pariwisata Belum Capai Target