KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Gelapkan Sapi, Nurshodik Selamat dari Jeratan Hukum Berkat Restorative Justice

Gelapkan Sapi, Nurshodik Selamat dari Jeratan Hukum Berkat Restorative Justice

Gelapkan Sapi, Nurshodik Selamat dari Jeratan Hukum Berkat Restorative Justice

Kajari Kabupaten Semarang Husin Fahmi melepas rompi tahanan yang dikenakan Nurshodik sebagai simbol pemberian restorative justice di Kantor Balai Desa Duren, Bandungan, belum lama ini. (Foto/IST)

UNGARAN – Rasa kalut dan bingung menggelayuti pikiran Nurshodik (37) warga Dusun Tajuk Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang. Ia tak tahu harus berbuat apa untuk membiayai pengobatan ayahnya pada tahun 2019 silam.

Di tengah situasi terjepit, ia akhirnya gelap mata hingga tega menjual anak sapi milik temannya, Gugun Purnawan, warga Kecamatan Susukan Kabupaten Semarang. Sapi tersebut dijual Rp 8,5 juta dan uangnya digunakan untuk pengobatan ayahnya. Namun ternyata Tuhan berkehendak lain, ayah Nursodhik meninggal dunia dan ia pun dilaporkan ke polisi atas perbuatannya.

“Saya memang sangat terpaksa sekali menjual sapi milik Mas Gugun karena terdesak untuk mengobati bapak saya,” katanya saat ditemui di Balai Desa Duren Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang belum lama ini.

Meski dilaporkan ke penegak hukum, Nurshodik saat ini bisa bernafas lega. Kasusnya tak dilanjutkan setelah Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Semarang memutuskan restorative justice dalam perkara tersebut.

Nurshodik tak hentinya mengucap syukur. Setelah bersujud, dia juga menyalami semua orang yang ada di ruangan, termasuk Gugun. Mereka berpelukan selama beberapa saat, sembari Nurshodik terus mengucapkan permohonan maaf.

“Maaf mas Gugun. Saya mengaku salah, mohon dimaafkan,” ujarnya sambil sesekali menahan tangis.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Semarang Husin Fahmi, mengatakan kasus penggelapan sapi tersebut awalnya ditangani Polsek Getasan.

“Setelah di kejaksaan dilakukan gelar perkara, akhirnya disepakati dan disetujui adanya penghentian atau restorative justice,” paparnya.

Dia mengungkapkan syarat diberlakukan restorative justice di antaranya pelaku bukan residivis atau baru pertama melakukan tindak kriminal serta ancaman hukuman di bawah lima tahun. Selain itu antara korban dan pelaku sepakat berdamai. Keterangan pelaku juga diperkuat saksi-saksi dari perangkat desa bahwa benar orangtua dalam keadaan sakit ketika melakukan tindakan tersebut.

“Akan tetapi, pesan saya jangan sampai mengulangi tindak kejahatan. Karena restorative justice ini berlaku sekali,” tegasnya. (win)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Jateng Guyub menggelar aksi penolakan rencana pembangunan geothermal di kawasan Gunung Ungaran dan Gunung Lawu sejak Selasa (22/9/2026). Gerakan yang disebut menghimpun elemen masyarakat dari 28 kabupaten/kota di Jawa Tengah itu dilakukan dengan berjalan kaki menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah karena kekhawatiran terhadap dampak lingkungan dan kehidupan generasi mendatang.
Massa Gelar Aksi Longmarch Gedong Songo-Kantor Gubernur Jateng, Suarakan Penolakan Geothermal
[pekok2]