URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pemerintah Kabupaten Semarang berencana membangun rumah kemas pada tahun 2023 untuk mendukung UMKM lokal pasca pandemi. Rumah kemas akan digunakan untuk mengemas produk-produk UMKM, terutama makanan seperti sate dan gecok, agar bisa tahan lama hingga satu tahun.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Geliatkan UMKM, Pemkab Semarang Bakal Bangun Rumah Kemas Tahun Ini

Geliatkan UMKM, Pemkab Semarang Bakal Bangun Rumah Kemas Tahun Ini

Geliatkan UMKM, Pemkab Semarang Bakal Bangun Rumah Kemas Tahun Ini

featured-img

RASIKAFM.COM | SEMARANG -Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang berencana membangun rumah kemas pada tahun 2023 ini. Itu dilakukan sebagai bentuk dukungan dalam menggerakkan UMKM lokal pasca pandemi.

Ditemui saat mengunjungi bazar dalam rangka HUT ke-48 IWAPI di Ungaran, Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyampaikan pihaknya bersama-sama dengan seluruh elemen mulai dari pemerintah desa, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), HIPMI dan sebagainya berkomitmen mendukung penuh keberlangsungan UMKM di Bumi Serasi.

“Kemarin sudah kita gelar Kabupaten Semarang Expo 2022. Alhamdulillah responnya luar biasa, omzet bisa naik 600 persen. Tahun ini sedang kita rencanakan untuk membangun rumah kemas bagi produk-produk UMKM,” jelasnya.

Dikatakan Ngesti, sesuai dengan namanya rumah kemas akan digunakan untuk mengemas aneka produk UMKM agar bisa tahan lama. Terutama produk kuliner seperti sate, gecok dan sebagainya yang sudah menjadi makanan khas Kabupaten Semarang.

“Biasanya sate dan gecok paling lama tahan 2 hari. Nanti di rumah kemas akan ada teknologi bagaimana mengemasnya hingga bisa tahan 1 tahun. Artinya makanan bisa lebih awet dan jadi oleh-oleh kalau ada kunjungan,” terangnya.

Selain rumah kemas, Ngesti menambahkan, pihaknya juga berkomitmen dengan mewajibkan tempat wisata, hotel, resort dan sebagainya memiliki display oleh-oleh yang berasal dari produk UMKM lokal.

“Apapun itu yang penting produk UMKM. Seperti di The Wujil Resort, sekarang sudah ada produk kopi lokal di sana. Ini semua untuk menggerakkan UMKM Kabupaten Semarang,” paparnya.

Kemudian yang terakhir, orang nomor satu di Kabupaten Semarang itu juga mengimbau kepada pelaku UMKM untuk senantiasa belajar bagaimana cara memproduksi, mengemas, dan memasarkan produknya dengan baik.

“Sekarang sudah ada PLUT KUMKM di Tuntang, silakan dimanfaatkan dengan baik. Kami sediakan juga pelatihan di sana, cari informasi sebanyak-banyaknya apa saja yang sedang ngetren,” pungkasnya. (win)

 

BACA JUGA :

Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengalihan status guru PPPK dari pemerintah daerah menjadi pegawai pemerintah pusat mulai 2027 mendapat perhatian Pemkab Semarang. BKPSDM Kabupaten Semarang menyatakan masih menunggu petunjuk teknis resmi pemerintah pusat, terutama terkait administrasi, pembiayaan, pembinaan, kewenangan, serta mekanisme pengelolaan ribuan guru PPPK dan PNS di daerah.
4.200 PPPK Guru di Kabupaten Semarang Berpotensi Diambil Alih Pusat, BKPSDM Tunggu Juknis
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela
Artis nasional Anang Hermansyah dan Ashanty mengunjungi Kota Salatiga pada Selasa (18/8/2026) malam untuk menjajaki pemanfaatan sejumlah lokasi sebagai tempat pengambilan gambar film. Didampingi Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, rombongan juga menikmati suasana kota sekaligus mengenal potensi budaya, kuliner, UMKM, dan ekonomi kreatif setempat.
Kenakan Blangkon Pecis dan Syal Motif Khas Salatiga, Artis Anang dan Ashanty Keliling Kota
Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Semarang telah menjangkau 697.318 warga atau sekitar 63 persen dari total sasaran hingga 13 Agustus 2026. Pemeriksaan yang berlangsung di 26 Puskesmas tersebut setara 116,6 persen dari target tahunan dan mencakup bayi, anak, remaja, dewasa, hingga lansia.
Lampaui Target, Cek Kesehatan Gratis di Kabupaten Semarang Jangkau 697 Ribu Warga

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
BRI Kantor Cabang Salatiga menanggapi dugaan penyalahgunaan dana sekitar Rp40 miliar yang diduga melibatkan oknum pekerja dengan menghormati proses hukum di Polres Salatiga. Pada Rabu (12/8/2026), BRI menyatakan telah memproses PHK terhadap pekerja yang diduga terlibat fraud serta memperkuat pengawasan internal untuk menjaga kepercayaan nasabah.
Tanggapi Pemberitaan Dugaan Fraud Rp 40 Miliar, BRI Cabang Salatiga Tegaskan Hormati Proses Hukum