URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Genangan air di Jalan Kaligawe Raya, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, mulai surut pada Senin (3/11) setelah sepekan terendam banjir. Petugas gabungan bersama Polsek Genuk memastikan jalur sudah bisa dilalui semua kendaraan, meski jalan masih licin dan bergelombang, sehingga pengendara diminta tetap waspada.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Genangan di Jalan Kaligawe Raya Mulai Surut, Jalur Sudah Bisa Dilalui Semua Kendaraan

Genangan di Jalan Kaligawe Raya Mulai Surut, Jalur Sudah Bisa Dilalui Semua Kendaraan

Genangan di Jalan Kaligawe Raya Mulai Surut, Jalur Sudah Bisa Dilalui Semua Kendaraan

Genangan air di Jalan Kaligawe Raya, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, mulai surut pada Senin (3/11) setelah sepekan terendam banjir. Petugas gabungan bersama Polsek Genuk memastikan jalur sudah bisa dilalui semua kendaraan, meski jalan masih licin dan bergelombang, sehingga pengendara diminta tetap waspada.
Foto: Dok.
Jalur Utama Kaligawe Raya Semarang
featured-img

Semarang, 3 November 2025 — Genangan air di Jalan Kaligawe Raya, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, mulai surut pada Senin (3/11) setelah lebih dari sepekan terendam banjir. Meski demikian, genangan sudah tidak terlihat di depan Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung Semarang.

Sebelumnya, banjir di kawasan Pantura Semarang–Demak menyebabkan jalur utama tersebut terendam hingga kedalaman 90 sentimeter, sehingga hanya kendaraan besar seperti truk dan bus yang dapat melintas. Pengguna jalan sempat diarahkan melewati jalur alternatif Wolter Monginsidi untuk menghindari banjir.

Sementara itu, sejumlah pengguna jalan yang melaporkan kondisi terkini ke Radio Rasika USA menyebutkan bahwa genangan memang telah surut, hanya terlihat genangan tipis di depan RSI Sultan Agung, namun permukaan jalan masih rusak dan bergelombang. Para pengendara diimbau untuk menjaga kecepatan dan waspada terhadap lubang yang tertutup air sisa genangan.

Kanit Lantas Polsek Genuk, Iptu Bambang Triono, mengatakan kondisi jalan kini sudah dapat dilalui semua jenis kendaraan.

“Sudah bisa dilalui sepeda motor dan mobil,” ujarnya.

Menurutnya, petugas gabungan terus berupaya mengatasi sisa genangan agar arus lalu lintas kembali normal sepenuhnya.

Bambang juga mengimbau pengendara untuk tetap berhati-hati saat melintas.

“Banjir memang sudah surut, tetapi tetap utamakan keselamatan. Kondisi jalan masih licin dan ada beberapa titik yang rusak,” tambahnya.

BACA JUGA :

Seorang pria berinisial M (59), penghuni kos di Kampung Sawo, Bugel, Sidorejo, Kota Salatiga, ditemukan meninggal dunia pada Rabu (26/8/2026) malam. Polisi dan tim medis melakukan pemeriksaan serta olah TKP setelah menerima laporan melalui Call Center 110. Pemeriksaan awal tidak menemukan tanda penganiayaan maupun kekerasan pada tubuh korban.
Murni Sakit, Penghuni Kos Ditemukan Meninggal. Saksi akui Cium Bau Busuk
Daihatsu Ayla dan Mitsubishi L300 Pick Up bertabrakan di Simpang Empat Klampeyan, Noborejo, Argomulyo, Kota Salatiga, Selasa (25/8/2026) siang. Kecelakaan terjadi saat Ayla hendak menyeberang Jalan Pertapaan Gedono dan bertabrakan dengan L300 yang melaju dari arah Tingkir menuju Kembang. Kedua pengemudi selamat tanpa luka.
Ayla VS L300 Adu Banteng, Pemilik Mobil hanya bisa Geleng - geleng
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Sebuah kios perlengkapan pakaian muslim di Pasar Raya II, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Salatiga, terbakar pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada lampu bagian atas ruko yang digunakan sebagai gudang. Tiga unit mobil damkar dikerahkan dan api berhasil dipadamkan tanpa korban jiwa.
Tiga Unit Mobil Pemadam Lumpuhkan Api yang Membakar Kios Perlengkapan Muslim di Salatiga
Alami Laka Tunggal Rabu Dini Hari, Innova Tergelincir hingga Terbakar di JLS Salatiga
Alami Laka Tunggal Rabu Dini Hari, Innova Tergelincir hingga Terbakar di JLS Salatiga

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon