URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
MD KAHMI Kota Salatiga menggelar Seminar Nasional bertema pembangunan growth mindset di Resto OK GO Salatiga, belum lama ini. Kegiatan yang diikuti ratusan peserta ini bertujuan memperkuat karakter dan ketahanan moral masyarakat melalui integrasi pendidikan, psikologi humanistik, dan nilai luhur di tengah disrupsi digital.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Growth Mindset Jadi Kunci Hadapi Kesenjangan Teknologi dan Kebijaksanaan

Growth Mindset Jadi Kunci Hadapi Kesenjangan Teknologi dan Kebijaksanaan

Growth Mindset Jadi Kunci Hadapi Kesenjangan Teknologi dan Kebijaksanaan

KAHMI Kota Salatiga gelar Seminar Nasional bertajuk “Membangun Growth Mindset Foto dok IST
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Majelis Daerah (MD) KAHMI Kota Salatiga sukses menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “Membangun Growth Mindset: Kunci Karakter Sepanjang Hayat” di Resto OK GO Salatiga belum lama ini.

Kegiatan ini diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari masyarakat umum dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Salatiga. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dalam sesi pemaparan materi maupun diskusi.

Seminar ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan moral masyarakat di tengah krisis etika dan laju disrupsi digital yang kian menantang. Forum tersebut menjadi ruang sinergi kolektif untuk menanamkan nilai-nilai luhur secara konsisten, sekaligus merumuskan navigasi pendidikan karakter yang relevan dengan dinamika global saat ini.

Narasumber pertama, Dr. Edi Kuswanto, M.Pd., Kepala Bagian Tata Usaha Fakultas Syari’ah UIN Salatiga, menegaskan bahwa integrasi Psikologi Humanistik dalam pendidikan Islam dapat menjadi solusi atas fenomena dehumanisasi yang bersifat mekanistik.

Edi mengajak para pendidik memandang peserta didik sebagai “biji benih unggul” yang membawa kemuliaan fitrah sejak lahir. Menurutnya, paradigma pendidikan harus menempatkan guru sebagai “perawat potensi” yang membantu individu mengenal diri, untuk kemudian mengenal Tuhan. Ia memaparkan visi Insan Kamil sebagai puncak perkembangan manusia, ketika potensi diri ditransformasikan menjadi sarana pengabdian spiritual kepada Ilahi.

Dalam praktiknya, Edi mendorong penggunaan metode unconditional positive regard atau penerimaan tanpa syarat, yakni memisahkan perilaku buruk siswa dari jati dirinya. Pendekatan ini diyakini dapat menumbuhkan karakter yang bertumpu pada kesadaran autentik atau siddiq.

Melengkapi perspektif tersebut, Dr. MS Viktor Purhanudin, M.Pd., Dosen UIN Salatiga sekaligus Sekjen Perkumpulan Profesi Musik Indonesia, menyoroti urgensi penguatan karakter di era VUCA untuk menjembatani paradoks antara kemajuan teknologi yang sangat cepat dengan emosi manusia yang masih berada pada tahap purba.

Viktor memperkenalkan konsep Moral Operating System (MOS) sebagai kerangka menyeluruh yang mengintegrasikan logika, rasa, dan laku secara harmonis dalam diri individu. “Stimulus estetika seperti seni berperan melatih sensitivitas rasa agar prefrontal cortex sebagai pusat kendali diri dapat mendominasi emosi primitif atau amygdala,” papar Viktor.

Ia juga mengusung tahapan internalisasi nilai melalui niteni (mengamati), nirokke (menirukan), dan nambahi (mengembangkan hingga menjadi otomatis) guna mentransformasi moralitas menjadi identitas internal yang berintegritas. Menurutnya, ekosistem sekolah memegang peran besar karena desain fisik maupun sosial di lingkungan sekolah berfungsi sebagai “kurikulum tersembunyi” yang secara otomatis membentuk perilaku moral siswa.

Koordinator Presidium MD KAHMI Kota Salatiga, Prof. Dr. Mukti Ali, M.Hum., dalam pernyataan reflektifnya menegaskan esensi pertemuan tersebut. Ia menyebut agenda ini sebagai manifestasi nyata tanggung jawab moral organisasi terhadap masa depan bangsa di tengah gempuran disrupsi.

“Seminar ini adalah ikhtiar khidmah KAHMI dalam merawat martabat kemanusiaan. Konsep growth mindset harus menjadi kompas bagi setiap pribadi agar terus bertransformasi dengan tetap berpegang pada akar nilai luhur, karena karakter adalah jangkar utama saat badai perubahan menerpa,” tutupnya.

BACA JUGA :

Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran
Kota Salatiga meraih juara I kategori Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan dalam Apresiasi Pemda Berprestasi Regional Jawa-Bali 2026 Batch II yang digelar Kemendagri pada 28 Agustus 2026. Atas capaian tersebut, Salatiga mendapat dukungan Rp2 miliar untuk memperkuat akses dan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat.
Bukan Kaleng-kaleng! Kota Salatiga raih Prestasi di Bidang Pendidikan
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak
DPRD Kabupaten Semarang meminta pemerintah daerah melakukan kajian menyeluruh sebelum pengembangan energi panas bumi Gunung Ungaran dilanjutkan, Senin (31/8/2026). Dewan menyoroti potensi dampak pengeboran lebih dari 2.000 meter terhadap kondisi geologi, lingkungan, sumber air, cagar budaya, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
Legislator Kabupaten Semarang Soroti Risiko Geothermal Ungaran, Ingatkan Dampak Pengeboran
Kejaksaan Negeri Salatiga memberikan penyuluhan hukum dan kampanye antikorupsi kepada sekitar 150 siswa SMAN 3 Salatiga melalui program Jaksa Masuk Sekolah, Senin. Kegiatan tersebut bertujuan menanamkan kesadaran hukum, kejujuran, integritas, dan tanggung jawab sejak dini, sekaligus mengenalkan bahaya HIV/AIDS serta pengelolaan sampah kepada para pelajar.
JMS di SMAN 3 Salatiga, Gandeng Berbagai Pihak, “Wujudkan Generasi Emas Anti Korupsi”
Pemkab Semarang menyiapkan anggaran hampir Rp16 miliar untuk pelaksanaan Pilkades serentak yang dijadwalkan pada 14 Desember 2026. Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan anggaran tersebut digunakan untuk mendukung seluruh tahapan Pilkades, dengan kebutuhan tambahan dipenuhi melalui efisiensi belanja yang tidak menjadi prioritas.
Pemkab Semarang Tambah Anggaran Pilkades, Belanja Tak Mendesak Jadi Sasaran Efisiensi

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo: Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Kepala Dinsos Kabupaten Semarang Istichomah
Penerima Bansos Terindikasi Judol Bakal Dicoret, Dinsos Kabupaten Semarang Buka Pengajuan Sanggahan

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved