URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Ahmad Afifudin, seorang guru ngaji asal Desa Tamansari, Kabupaten Demak, menerima uang insentif sebesar Rp100 ribu per bulan dari Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Meskipun tidak seberapa, insentif tersebut sangat membantu Ahmad dalam menambah modal usaha istri berjualan gorengan. Ahmad dan rekan-rekan guru agama lainnya merasa terbantu dengan adanya insentif dari pemerintah karena sebelumnya tidak pernah ada insentif untuk mereka.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Guru Ngaji Asal Demak Terima Insentif dari Pemprov Jateng untuk Modal Usaha Gorengan Istri

Guru Ngaji Asal Demak Terima Insentif dari Pemprov Jateng untuk Modal Usaha Gorengan Istri

Guru Ngaji Asal Demak Terima Insentif dari Pemprov Jateng untuk Modal Usaha Gorengan Istri

Ahmad Afifudin, seorang guru ngaji asal Desa Tamansari, Kabupaten Demak, menerima uang insentif sebesar Rp100 ribu per bulan dari Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Meskipun tidak seberapa, insentif tersebut sangat membantu Ahmad dalam menambah modal usaha istri berjualan gorengan. Ahmad dan rekan-rekan guru agama lainnya merasa terbantu dengan adanya insentif dari pemerintah karena sebelumnya tidak pernah ada insentif untuk mereka.
Pemprov Jateng
Ahmad Afifudin, guru ngaji asal RT 5 RW 02, Desa Tamansari, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak saat berjualan gorengan sang istri.
featured-img

Ahmad Afifudin merasa senang menerima uang insentif dari Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Sebab guru ngaji asal RT 5 RW 02, Desa Tamansari, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, ini bisa memanfaatkan insentif, untuk menambah modal usaha sang istri berjualan gorengan.

“Kadang-kadang itu satu tahun baru kita ambil (di rekening), terutama kayak puasa begini, itu biasanya kita bisa nambahi modal untuk istri. Biar ayem, tambah modal sedikit-sedikit,” terang Afif, di musala yang bersebelahan dengan rumahnya, Sabtu (1/4/2023).

Menurut pria yang telah mengajar sejak 1994 ini, uang insentif yang diterimanya Rp100 ribu per bulan atau setahun Rp1,2 juta. Uang diterimanya langsung melalui rekening bank atas nama masing-masing penerima.

Meski nilai insentif tak banyak, diakuinya, itu tetap lebih baik ketimbang tak ada sama sekali. Mengingat hal itu merupakan salah satu bentuk kepedulian Pemerintah Provinsi Jateng kepada guru ngaji atau kiai kampung seperti dirinya.

“Saya matur nuwun sekali dengan pemerintah, dengan Pak Ganjar sama Pak Yasin (Wagub Taj Yasin Maimoen) dan yang lain, dapat insentif. Tapi walaupun, mohon maaf, nilainya tidak seberapa, tapi lumayan membantu daripada tidak sama sekali,” ucapnya, yang juga imam musala sebelah rumahnya.

Sejak 1994 mengajar, kata Afif, memang belum pernah ada insentif. Dia menuturkan, insentif bagi guru agama baru ada di era Ganjar-Taj Yasin. Oleh karena itu dia sangat berterima kasih kepada gubernur dan wagub. Dia berharapan program itu bisa dipertahankan dan nilainya ditingkatkan.

“Selama ini (dulu-dulu) tidak pernah ada (insentif), terus ada, ya sangat terbantu sekali. Kita juga senang karena selama ini tidak pernah ada. Kalau orang yang memikirkan agama Allah, maka akan mendapatkan rezeki dari jalan yang tidak disangka-disangka,” tuturnya bersukur.

Afif menyampaikan, dia dan para guru maupun ustaz, tidak menyangka akan ada insentif bagi mereka.

“Ujug-ujug (tiba-tiba) ada (insentif) ya, sangat terbantu sekali. Bahwa minimal itu diteruskan. Kalau bisa ditambah,” ucap Afif.

Guru ngaji memang ikhlas dalam mengajar generasi muda. Sebab, kata dia, tanpa guru agama, anak-anak jauh dari nilai agama, semakin jauh dari nilai budaya dan mereka tetap di jalan yang diridai oleh Allah SWT, termasuk, agar anak-anak tidak lupa dengan nilai ketimuran mereka. Itulah yang dilakukan para guru agama di desa.

Afif menyebutkan serentetan aktivitas mengajar yang dilakukan. Sejak pagi, dia mengajar pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di MTs Mifathul Ulum Ngemplak Mranggen hingga pukul 14.00 WIB. Kemudian, mengajar di Madrasah Diniyah berupa ilmu nahwu dan sorof di dekat rumahnya sampai 16.30 WIB. Sorenya, dia ikut membantu istri jualan gorengan dan jajanan. Setelah magrib, Afif ngajar anak-anak ngaji di musala.

“Kalau bicara lelah, lelah sekali. Tapi bagaimana lagi, kita niat sudah lillahi taala. Karena kata Rasulullah SAW, kan sebaik-baik manusia adalah manusia yang bisa bermanfaat bagi orang lain. Kita niatnya agar anak-anak kenal dengan Allah, kenal Rasulullah, mereka punya akhlakul karimah,” katanya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, bantuan insentif pengajar keagamaan pada 2019 ada 171.131 orang, pada 2020 ada 211.455 orang, pada 2021 ada 211.455 orang, pada 2022 ada 211.455 orang, dan pada 2023 ada 230.830 orang.

Menurut Ganjar, pemberian insentif kepada pengajar atau guru agama itu merupakan bentuk apresiasi. Sebab, guru agama telah menjadi agen yang mengajarkan kedamaian, kebaikan, toleransi, serta mendidik budi pekerti anak-anak. Nilai-nilai yang sangat bagus dalam konteks menjaga harmoni kebhinekaan serta moderasi umat beragama.

“Harapan kami pada guru-guru ini nantinya juga akan mengajarkan hubungan beda agama, juga nilai hubungan antarmanusia. Sehingga ke depan akan bisa menjadi warga yang rukun, punya nilai-nilai yang sangat bagus. Sehingga berteman dengan yang beda suku, agama, ras semua sudah terbiasa, bukan kemudian mereka saling mengelompokkan diri, dan kemudian saling memusuhi. Ini harapan kami di balik pesan-pesan itu,” jelas Ganjar.

BACA JUGA :

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah menyiapkan strategi pengembangan pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah sejak 2026 sebagai penggerak ekonomi 2027. Sekretaris Disbudparekraf Jateng Endro Wicaksa menyebut fokus diarahkan pada penguatan SDM, pengembangan destinasi, dan infrastruktur, sementara BI mendorong investasi yang tetap memperhatikan aspek lingkungan agar kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian daerah terus meningkat.
Melihat dari Dekat Resep Sukses Bali, Jawa Tengah Siapkan Pariwisata Berkelanjutan sebagai Penggerak Ekonomi 2027
Belajar dari Keberhasilan Desa Wisata Penglipuran Bali 3
Belajar dari Keberhasilan Desa Wisata Penglipuran Bali
Tak Menyerah pada Keterbatasan, Perajin Difabel Kuda Lumping Asal Ambarawa Kembangkan Usaha Lewat UEP
Tak Menyerah pada Keterbatasan, Perajin Difabel Kuda Lumping Asal Ambarawa Kembangkan Usaha Lewat UEP
Pemerintah Kota Salatiga resmi melakukan soft launching parkir elektronik di Jalan Monginsidi, Senin (27/7/2026), sebagai langkah mempercepat transformasi digital layanan publik. Program hasil kolaborasi dengan Bank Jateng ini menghadirkan sistem pembayaran retribusi parkir non-tunai untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, efisiensi, dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Uji coba dimulai di dua ruas jalan sebelum diperluas ke 20 titik pada Oktober 2026 dan ditargetkan menjangkau sekitar 120 titik parkir pada awal 2027.
Berharap PAD Naik, Pemkot Salatiga Luncurkan Uji Coba Parkir Elektronik
Petani cabai di Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, menghadapi penurunan harga saat musim panen meski produksi meningkat. Cabai sret kini hanya dihargai sekitar Rp20.000 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting sekitar Rp16.000 per kilogram di tingkat petani. Melimpahnya hasil panen dan berkurangnya pembeli menyebabkan harga turun, sehingga keuntungan petani menjadi sangat tipis meski produktivitas tanaman cukup tinggi.
Panen Cabai Berlimpah, Petani Sumowono Justru Gigit Jari karena Harga Anjlok
Optimisme masyarakat Jawa Tengah terhadap perekonomian tetap terjaga pada Juni 2026. Hal itu tercermin dari hasil Survei Konsumen Bank Indonesia yang mencatat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) sebesar 113,55 atau berada di zona optimistis. Kondisi tersebut didukung penilaian positif terhadap ekonomi saat ini serta ekspektasi perbaikan pendapatan, peluang kerja, dan aktivitas usaha dalam enam bulan ke depan, sehingga daya tahan konsumsi rumah tangga diperkirakan tetap menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.
Optimisme Konsumen Jawa Tengah Tetap Terjaga pada Juni 2026

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Pemerintah Kota Salatiga resmi melakukan soft launching parkir elektronik di Jalan Monginsidi, Senin (27/7/2026), sebagai langkah mempercepat transformasi digital layanan publik. Program hasil kolaborasi dengan Bank Jateng ini menghadirkan sistem pembayaran retribusi parkir non-tunai untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, efisiensi, dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Uji coba dimulai di dua ruas jalan sebelum diperluas ke 20 titik pada Oktober 2026 dan ditargetkan menjangkau sekitar 120 titik parkir pada awal 2027.
Berharap PAD Naik, Pemkot Salatiga Luncurkan Uji Coba Parkir Elektronik
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga