URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]

Mbak Google

KABAR RASIKA

H-7 Lebaran, Forkompimda Kabupaten Semarang Sidak Pusat Perbelanjaan

H-7 Lebaran, Forkompimda Kabupaten Semarang Sidak Pusat Perbelanjaan

H-7 Lebaran, Forkompimda Kabupaten Semarang Sidak Pusat Perbelanjaan

featured-img

Bupati Semarang Ngesti Nugraha bersama Kapolres Semarang AKBP Ari Wibowo dan Dandim 0714/Salatiga Letkol (Inf) Loka Jaya Sembada sidak bahan makanan di swalayan Luwes Ungaran, Rabu (5/5/2021). (Foto/ Humas Polres Semarang)

UNGARAN – Dalam rangka memastikan stabilitas harga barang kebutuhan pokok menjelang Lebaran Idul Fitri 1442 H dan pengawasan terhadap harga barang dan kadaluarsa di wilayah Kabupaten Semarang, Pemkab Semarang bersama TNI dan Polri turun langsung ke sejumlah pasar tradisional dan pasar modern yang ada di Kabupaten Semarang. Pengawasan dilakukan di dua lokasi yakni Pasar Swalayan Luwes dan Superindo Ungaran.

“Kegiatan Sidak ini bertujuan untuk mengantisipasi lonjakan harga pangan serta kualitas pangan yang akan dikonsumsi menjelang Hari Raya Idul Fitri,” ujar Bupati Semarang Ngesti Nugraha usai inspeksi mendadak (sidak) makanan dan minuman di pasar modern Luwes, Rabu (5/5/2021).

Berdasarkan pantauan sementara, harga bahan pangan masih stabil. Kenaikan harga beberapa komoditi juga masih wajar.

“Sejauh ini belum ada harga atau barang kadaluarsa yang bermasalah sehingga bisa dijual dan dikonsumsi oleh masyarakat,” ujarnya.

Sementara Kapolres Semarang AKBP Ari Wibowo menjelaskan bagi pasar swalayan dan pasar tradisional untuk menerapkan protokol kesehatan secara masif, termasuk mengurangi kerumunan guna mencegah klaster penyebaran Covid-19.

“Kami telah mengimbau kepada pengelola Pasar Swalayan dan Pasar Tradisional di Kabupaten Semarang selain menjaga ketahanan pangan dan kualitas pangan untuk tetap menerapkan protokol kesehatan guna masyarakat kabupaten semarang yang sehat dan aman. Terlebih lebaran tinggal hitungan hari, kemungkinan kunjungan masyarakat untuk berbelanja akan meningkat,” urainya. (win)

BACA JUGA :

Masyarakat Dusun Wates, Desa Wates, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, terus melestarikan tradisi Saparan atau merti dusun yang digelar setiap Senin Kliwon pada bulan Sapar. Tradisi yang berlangsung turun-temurun ini diwujudkan melalui rangkaian ritual adat, open house, serta pertunjukan kesenian sebagai ungkapan syukur, mempererat silaturahmi, dan menjaga nilai gotong royong sekaligus melestarikan warisan budaya Jawa di tengah perkembangan zaman.
Saparan di Getasan, Tradisi Tahunan yang Hadirkan Suasana Mudik dan 'MBG Swadaya'
Dosen STAI Kuningan, Dakhori, menjelaskan bahwa istilah Londo Ireng kini berkembang sebagai simbol kritik terhadap praktik kekuasaan yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat. Pernyataan tersebut disampaikan kepada Rasika FM, Minggu (26/7/2026), sebagai refleksi atas ketimpangan sosial, pembangunan, dan demokrasi. Menurutnya, kritik terhadap kebijakan merupakan bagian penting dalam menjaga akuntabilitas pemerintahan serta memastikan kemerdekaan benar-benar dirasakan masyarakat.
Istilah Londo Ireng Kembali Muncul, Dr. Dakhori Soroti Bahaya Mental Penjajah di Tubuh Bangsa Sendiri
Forkopimda Kabupaten Semarang tampil sebagai pemain ketoprak bertajuk "Rebut Kembar Mayang" pada puncak peringatan HUT ke-35 DPD Permadani Kabupaten Semarang di GOR Pandanaran Wujil, Kecamatan Bergas, Sabtu (25/7/2026) malam. Ngesti Nugraha bersama jajaran pimpinan daerah turun langsung ke panggung sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya Jawa sekaligus mengajak generasi muda menjaga bahasa, tata krama, dan nilai-nilai luhur budaya melalui seni tradisional
Forkopimda Kabupaten Semarang Main Ketoprak, Cara Unik Permadani Lestarikan Budaya Jawa
Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Abdul Ghoffar Rozin menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan kolaborasi lintas elemen dalam menghadapi bencana saat Apel Kesiapsiagaan Jambore Relawan NU Peduli se-Jawa Tengah di Bumi Perkemahan Harda Walika, Gunungpati, Kota Semarang, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan ini diisi peluncuran aplikasi NU Risk, penyerahan bantuan kebencanaan, serta penanaman pohon sebagai upaya memperkuat respons bencana, pemulihan korban, dan konservasi lingkungan.
Gus Rozin: Relawan NU Peduli Harus Siaga, Cepat dan Utamakan Kemanusiaan
BPBD Kabupaten Semarang Siapkan 150 Tangki Air Bersih Hadapi Kemarau, Enam Desa Sudah Terdampak
BPBD Kabupaten Semarang Siapkan 150 Tangki Air Bersih Hadapi Kemarau, Enam Desa Sudah Terdampak
Petani cabai di Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, menghadapi penurunan harga saat musim panen meski produksi meningkat. Cabai sret kini hanya dihargai sekitar Rp20.000 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting sekitar Rp16.000 per kilogram di tingkat petani. Melimpahnya hasil panen dan berkurangnya pembeli menyebabkan harga turun, sehingga keuntungan petani menjadi sangat tipis meski produktivitas tanaman cukup tinggi.
Panen Cabai Berlimpah, Petani Sumowono Justru Gigit Jari karena Harga Anjlok

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Pemerintah Kota Salatiga resmi melakukan soft launching parkir elektronik di Jalan Monginsidi, Senin (27/7/2026), sebagai langkah mempercepat transformasi digital layanan publik. Program hasil kolaborasi dengan Bank Jateng ini menghadirkan sistem pembayaran retribusi parkir non-tunai untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, efisiensi, dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Uji coba dimulai di dua ruas jalan sebelum diperluas ke 20 titik pada Oktober 2026 dan ditargetkan menjangkau sekitar 120 titik parkir pada awal 2027.
Berharap PAD Naik, Pemkot Salatiga Luncurkan Uji Coba Parkir Elektronik
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga