KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Harga Kedelai Masih Tinggi, 20 % Perajin Tahu Tempe di Kendal Berhenti Produksi

Harga Kedelai Masih Tinggi, 20 % Perajin Tahu Tempe di Kendal Berhenti Produksi

Harga Kedelai Masih Tinggi, 20 % Perajin Tahu Tempe di Kendal Berhenti Produksi


RASIKAFM – Sekitar 20 persen perajin tahu dan tempe di Kabupaten Kendal berhenti berproduksi menyusul harga kedelai yang masih tinggi. Kedelai impor saat ini di atas Rp10.000 per kilogram yang membuat perajin makin terhimpit.

Ketua Primer Koperasi Produsen Tempe dan Tahu Indonesia (Primkopti) Harum Kendal, Rifai mengatakan, Operasi pasar yang dilakukan pemerintah tidak berdampak karena harga kedelai impor masih tinggi. Sebab operasi pasar kepada pedagang hanya dilaksanakan tiga kali. Sedangkan kebutuhan kedelai di Kabupaten Kendal mencapai 1.000 ton per bulan. Sementara operasi pasarhanya menyiapkan 100 kilogram. Sehingga tidak seimbang dengan kebutuhan.

Dengan masih tingginya harga kedelai, jika dipaksakan tetap berproduksi keuntungan yang diraih sangat tipis. Perajin juga tidak mungkin menaikan harga jual produksinya karena takut tidak laku .

Kabar Terkini

POPULER

Trans Banyumas Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Trans Banyumas: Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Seorang siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berinisial R diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelas pada Rabu (23/9/2026). R mengalami sejumlah memar, luka di belakang telinga, bibir pecah, serta trauma setelah kejadian. Pihak sekolah mengaku telah memberikan konsekuensi kepada siswa yang terlibat dan menyiapkan pembinaan serta upaya pemulihan kondisi psikologis korban.
Diduga Jadi Korban Perundungan Berulang, Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran Alami Luka hingga Trauma
[pekok2]