KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Harga Kedelai Masih Tinggi, 20 % Perajin Tahu Tempe di Kendal Berhenti Produksi

Harga Kedelai Masih Tinggi, 20 % Perajin Tahu Tempe di Kendal Berhenti Produksi

Harga Kedelai Masih Tinggi, 20 % Perajin Tahu Tempe di Kendal Berhenti Produksi


RASIKAFM – Sekitar 20 persen perajin tahu dan tempe di Kabupaten Kendal berhenti berproduksi menyusul harga kedelai yang masih tinggi. Kedelai impor saat ini di atas Rp10.000 per kilogram yang membuat perajin makin terhimpit.

Ketua Primer Koperasi Produsen Tempe dan Tahu Indonesia (Primkopti) Harum Kendal, Rifai mengatakan, Operasi pasar yang dilakukan pemerintah tidak berdampak karena harga kedelai impor masih tinggi. Sebab operasi pasar kepada pedagang hanya dilaksanakan tiga kali. Sedangkan kebutuhan kedelai di Kabupaten Kendal mencapai 1.000 ton per bulan. Sementara operasi pasarhanya menyiapkan 100 kilogram. Sehingga tidak seimbang dengan kebutuhan.

Dengan masih tingginya harga kedelai, jika dipaksakan tetap berproduksi keuntungan yang diraih sangat tipis. Perajin juga tidak mungkin menaikan harga jual produksinya karena takut tidak laku .

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Urban Steak di Karangpete, Benoyo, Salatiga, menawarkan sajian steak bergaya western street food dengan penyajian menyerupai restoran. Berdiri hampir tiga tahun, usaha milik Ery Setiawan ini menghadirkan olahan ayam dan daging sapi dengan harga mulai sekitar Rp20.000, serta melayani pelanggan langsung di lokasi maupun pesanan untuk acara privat.
Urban Steak Salatiga, Sajian Western dengan Konsep Kuliner Jalanan
DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
Gagal Salip dari Sebelah Kiri, Pengendara Motor Diduga Terlindas Truk di Dekat Exit Tol Salatiga
Gagal Salip dari Sebelah Kiri, Pengendara Motor Diduga Terlindas Truk di Dekat Exit Tol Salatiga
Yakuza Maneges wilayah Salatiga dan Semarang menyiapkan pendampingan hukum serta posko pengaduan 24 jam bagi masyarakat yang menghadapi persoalan hukum atau menjadi korban kekerasan. Komitmen itu disampaikan usai deklarasi di Grand Wahid Hotel Salatiga, Sabtu (3/10/2026), dengan melibatkan pengacara untuk mendampingi korban tanpa melihat latar belakang pihak yang terlibat.
Deklarasi Yakuza Maneges Salatiga, Hadirkan Perubahan Positif, Berikan Manfaat Nyata di Masyarakat
[pekok2]