URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Perajin tahu di Kabupaten Semarang dalam beberapa minggu terakhir harus berlapang dada. Pasalnya, mereka mengalami penurunan omzet sebagai dampak dari naiknya harga kedelai sebagai bahan baku.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Harga Kedelai Naik, Perajin Tahu di Kabupaten Semarang Turun Omzet

Harga Kedelai Naik, Perajin Tahu di Kabupaten Semarang Turun Omzet

Harga Kedelai Naik, Perajin Tahu di Kabupaten Semarang Turun Omzet

Seorang perajin tahu di Desa Langensari, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang sedang memproduksi tahu, Jumat (10/11/2023). Foto: win
Seorang perajin tahu di Desa Langensari, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang sedang memproduksi tahu, Jumat (10/11/2023). Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Perajin tahu di Kabupaten Semarang dalam beberapa minggu terakhir harus berlapang dada. Pasalnya, mereka mengalami penurunan omzet sebagai dampak dari naiknya harga kedelai sebagai bahan baku.

Seperti yang dialami oleh Eko Pujiono (44), perajin tahu asal Desa Langensari, Kecamatan Ungaran Barat. Ia mengaku kenaikan harga kedelai sudah terjadi sejak satu bulan yang lalu.

“Dari Rp10.500 menjadi Rp12.600 per kilogram, lumayan (naiknya),” kata Eko ditemui di lokasi pembuatan tahu miliknya, Jumat (10/11/2023).

Kenaikan harga kedelai itu, jelasnya, tidak serta merta membuat harga tahu produksinya ikut naik. Kondisi ini menyebabkan omzetnya turun hingga 50 persen.

“Padahal setiap hari produksi jalan terus. Ongkosnya naik, tapi harga jual tahu masih tetap,” ujarnya.

Pasca kenaikan harga kedelai ini, ia belum memikirkan langkah untuk menyiasatinya. Termasuk dengan mengurangi jumlah produksi dan memperkecil ukuran.

“Jumlah produksi masih ajeg, dalam sehari bikin 2,5 kuintal tahu. Ukuran juga tetap,” sambungnya.

Ia berharap, harga kedelai bisa turun kembali. Hal itu agar ia dan para perajin lainnya tidak terus menanggung kerugian.

“Paling tidak harga kedelai bisa di bawah Rp11.000 per kilogram, biar ongkos produksi tidak terus membengkak,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

DPRD Kabupaten Semarang Desak Galian C Dipersempit, Nilai Kerusakan Lingkungan Tak Sebanding dengan Manfaat
DPRD Kabupaten Semarang Desak Galian C Dipersempit, Nilai Kerusakan Lingkungan Tak Sebanding dengan Manfaat
Keluhan Jalan Rusak Masih Mendominasi Aduan Warga Kabupaten Semarang, DPU Akui Keterbatasan Anggaran
Keluhan Jalan Rusak Masih Mendominasi Aduan Warga Kabupaten Semarang, DPU Akui Keterbatasan Anggaran
Ratusan kepala keluarga di Dusun Kebontaman, Desa Kalikayen, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, mulai mengalami krisis air bersih seiring awal musim kemarau. Kondisi yang disampaikan pemerintah desa pada Kamis (16/7/2026) itu dipicu mengeringnya sumur warga di kawasan perbukitan, sehingga masyarakat terpaksa membeli air, memanfaatkan air sungai, atau mengandalkan bantuan dropping air bersih.
Kemarau Baru Dimulai, Ratusan KK di Desa Kalikayen Ungaran Timur Sudah Krisis Air Bersih
DPC PPP Kabupaten Semarang mulai menyusun strategi menghadapi Pemilu 2029 dengan memperkuat konsolidasi organisasi dan menyasar generasi milenial serta pemilih pemula. Hal itu disampaikan Sekretaris DPC PPP Kabupaten Semarang Zaenudin di Ungaran, Kamis (16/7/2026), usai kepengurusan baru periode 2026–2031 menerima SK DPP. Langkah tersebut dilakukan melalui pembentukan kepengurusan hingga tingkat desa serta peningkatan pendidikan politik bagi kader muda.
PPP Kabupaten Semarang Bidik Pemuda dan Pemilih Pemula Hadapi Pemilu 2029
Puluhan korban dugaan penipuan pembelian rumah di Perumahan Bandarjo Village Permai, Kecamatan Ungaran Barat, mengadukan kasus tersebut ke Komisi C DPRD Kabupaten Semarang, Rabu (15/7/2026). Para korban menuntut pengembang mengembalikan dana sekitar Rp1,4 miliar setelah proyek mangkrak, rumah tidak kunjung dibangun, dan sebagian sertifikat belum diterbitkan. DPRD meminta pengembang menuntaskan pengembalian dana hingga September 2026 serta menunda penerbitan izin proyek sampai seluruh persoalan konsumen selesai.
Puluhan Korban Perumahan Bandarjo Village Permai Mengadu ke DPRD, Tuntut Refund Rp1,4 Miliar
Kementerian Agama Kabupaten Semarang meluncurkan Program Pohon Cinta secara serentak di seluruh Kantor Urusan Agama (KUA), Selasa (14/7/2026), dengan mewajibkan setiap calon pengantin menanam sedikitnya satu pohon. Program yang menjadi bagian dari implementasi Ekoteologi ini bertujuan mendorong pelestarian lingkungan, memperkuat nilai keagamaan, sekaligus mendukung penghijauan di Kabupaten Semarang. Hingga kini, sekitar 6.600 bibit pohon telah ditanam melalui program tersebut.
Catin di Kabupaten Semarang Wajib Tanam "Pohon Cinta" Sebelum Menikah

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Puluhan pecatur dari berbagai daerah mengikuti Turnamen Catur Taman Tingkir Cup I kategori non-master di Kota Salatiga, Minggu (19/7/2026), dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Salatiga. Ajang ini digelar untuk mewadahi penghobi catur, mengembangkan bibit atlet muda, mempererat komunitas pecatur, serta diharapkan menjadi agenda bergengsi yang mampu melahirkan prestasi hingga tingkat nasional.
Puluhan Peserta ikuti Turnamen Catur Taman Tingkir Cup I Non-Master
Dinas Perhubungan Kabupaten Semarang bersama Satlantas Polres Semarang melakukan monitoring operasional angkutan galian C milik PT Mitra Anugerah Bumi Agung (MABA) di Desa Delik, Kecamatan Tuntang, Senin (13/7/2026). Dalam inspeksi tersebut, petugas menemukan sejumlah truk yang belum memenuhi persyaratan laik jalan. Pengusaha tambang diberi peringatan untuk melengkapi persyaratan teknis dan administrasi kendaraan, serta diminta mengoptimalkan penyiraman jalan, penggunaan terpal, dan pengaturan lalu lintas guna mengurangi dampak terhadap masyarakat.
Dishub Kabupaten Semarang Lakukan Pengawasan Angkutan Galian C di Delik Tuntang, Soroti Kelayakan Kendaraan dan Pengendalian Debu
Forum Pelanggan Air Minum Nasional (FORPAMNAS) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) IV di Yogyakarta, Jumat (17/7/2026), yang diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai provinsi. Forum ini membahas pembentukan badan regulator air minum, menyusun program kerja serta memilih kepengurusan periode 2026–2030 guna memperkuat perlindungan hak pelanggan, meningkatkan kualitas pelayanan Perumda Air Minum, dan mempererat kolaborasi dengan pemerintah serta para pemangku kepentingan.Munas IV FORPAMNAS di Yogyakarta mendorong pembentukan regulator air minum, memperkuat hak pelanggan, dan meningkatkan pelayanan Perumda Air Minum.
FORPAMNAS Dorong Pembentukan Badan Regulator Air Minum, Munas IV Resmi Digelar di Yogyakarta