URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Ratusan penyandang disabilitas mengikuti acara Halal Bihalal yang digelar komunitas Insan Berbagi Salatiga (IBS) di lantai 2 Convention Hall Terminal Tingkir, Kota Salatiga, pada Sabtu sore, 12 April 2025. Acara ini dihadiri oleh Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, Kapolres AKBP Veronica, Forkopimda, serta tokoh masyarakat, sebagai bentuk kepedulian sosial dan upaya mempererat silaturahmi pasca-Ramadan.

Mbak Google

KABAR RASIKA

IBS ajak Ratusan Difabel Gelar Halal Bihalal di Terminal Tingkir Salatiga

IBS ajak Ratusan Difabel Gelar Halal Bihalal di Terminal Tingkir Salatiga

IBS ajak Ratusan Difabel Gelar Halal Bihalal di Terminal Tingkir Salatiga

Ratusan penyandang disabilitas mengikuti acara Halal Bihalal yang digelar komunitas Insan Berbagi Salatiga (IBS) di lantai 2 Convention Hall Terminal Tingkir, Kota Salatiga, pada Sabtu sore, 12 April 2025. Acara ini dihadiri oleh Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, Kapolres AKBP Veronica, Forkopimda, serta tokoh masyarakat, sebagai bentuk kepedulian sosial dan upaya mempererat silaturahmi pasca-Ramadan.
Foto Arief Rasika
Wali Kota Salatiga, Kapolres, Kepala Terminal Tipe A Tingkir dan Koh King serta perwakilan IBS foto bersama usai acara
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Suasana lantai 2 Convention hall Terminal Tingkir Salatiga mendadak meriah, Sabtu (12.4.2025) sore. Pasalnya ratusan penyandang disabilitas, mengikuti acara Halal Bihalal yang digelar oleh komunitas Insan Berbagi Salatiga (IBS). Acara semakin meriah dengan kehadiran wali kota Salatiga Robby Hernawan dan Kapolres AKBP Veronica.

Dalam sambutanya, Robby memberikan apresiasi kepada komunitas Insan Berbagi Salatiga, yang telah menyelenggarakan Halal Bihalal Bersama Difabel.
pihaknya berharap, kepekaan sosial ini bisa dikembangkan dalam bentuk sporadis yang kebermanfaatannya bisa terus berlanjut.

“Semoga Halal Bihalal ini bisa mempererat tali silaturahmi dari semua golongan masyarakat yang ada di Salatiga. Kami selaku Pemerintah Kota Salatiga selalu terbuka. Nanti kita ciptakan kegiatan-kegiatan, supaya potensi yang ada di mereka bisa kita salurkan, kita berdayakan untuk kemajuan Kota Salatiga,” ungkap Robby yang hadir bersama Ketua TP PKK Salatiga, Retno Robby Hernawan.

Ketua panitia, Ani Hascaryani menyampaikan, jika acara kali ini diikuti oleh 399 difabel, Mereka berasal dari Kota Salatiga, Kabupaten Semarang dan Kabupaten Boyolali. “Kegiatan ini kesekian kalinya selama lima tahun IBS memberikan ruang kepada keluarga besar difabel, Karena mereka adalah saudara kita semua, karena kasih tidak kemana-mana. Kasih di diri kita tanpa membedakan apapun dan siapapun. Dan jargon kami adalah Berbagi tanpa birokrasi,” terang Ani.

Menurut Ani, Insan Berbagi Salatiga adalah sebuah komunitas sosial yang berbasis di Salatiga, Jawa Tengah, Indonesia. Komunitas ini berfokus pada kegiatan sosial dan kemanusiaan, seperti berbagi makanan, pakaian, dan barang-barang lainnya kepada mereka yang membutuhkan. Insan Berbagi Salatiga juga sering melakukan kegiatan lainnya.

Insan Berbagi Salatiga memiliki semboyan “Berbagi Kebaikan, Menebar Kedamaian” dan berkomitmen untuk menjadi wadah bagi masyarakat Salatiga untuk berbagi dan membantu sesama. Berbagi tanpa birokrasi

Senada, Vicky Chandra Yanuar Kepala Terminal Tipe A Tingkir menyambut baik ivent yang digelar di Terminal Tingkir ini. Pihaknya mengapresiasi kepada IBS yang telah mengadakan hahal bihalal Sahabat Difable, “Ini pertama kalinya di Indonesia, dimana di terminal tipe A digunakan untuk acara hahal bihalal, Komitmen Forkompinda, bukti wali kota tidak ada sekat dengan warganya demi kemajuan warga kota Salatiga” ujar Vicky.

Pantaua Rasika FM, acara yang dimulai pukul 16.00 itu dihadiri oleh jajaran Forkopimda, Camat Tingkir, Lurah Tingkir Tengah dan owner Benang Raja (koh King) bertujuan untuk mempererat silaturahmi setelah bulan puasa.

– Vicky Chandra Yanuar Kepala Terminal Tipe A Tingkir
– Ketua panitia, Ani Hascaryani

BACA JUGA :

PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) menyalurkan bantuan peralatan kesehatan kepada Posyandu Plamboyan RW 3, Purwoyoso, Ngaliyan, serta karpet untuk Masjid Al Ghaffar di Manyaran, Semarang, pada 13 Agustus 2026. Bantuan tersebut diberikan untuk mendukung pelayanan kesehatan dan aktivitas ibadah masyarakat di sekitar wilayah operasional jalan tol serta memperkuat hubungan dengan warga.
Bantuan JTT Menyasar Posyandu dan Masjid di Semarang
Astra Infra melalui Resta Pendopo meresmikan Resta SAE Ruang Temoe di Resta Pendopo KM 456 Kabupaten Semarang, Minggu (12/7/2026), sebagai ruang inklusif bagi UMKM difabel dan neurodivergen. Program ini bertujuan memperluas akses pemasaran produk kreatif, mendorong kemandirian ekonomi, serta mendukung keberagaman dan pemberdayaan masyarakat melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Semarang.
Resta Pendopo KM 456 Luncurkan 'Ruang Temoe', Wadah Karya Spektakuler Difabel
Anggota DPR RI Muh Haris bersama Anggota DPRD Jawa Tengah Ida Nurul Farida dan Anggota DPRD Kabupaten Semarang M. Jauhari Mahmud menyerahkan bantuan sembako serta uang tunai kepada korban kebakaran rumah di Desa Karangduren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. Bantuan diberikan sebagai bentuk kepedulian sekaligus dukungan agar keluarga korban segera pulih dan kembali beraktivitas.
Pasca Musibah, Tiga Anggota Dewan Berikan Bantuan Korban Kebakaran di Tengaran
Program Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membantu Hadi Mulyono, warga Desa Gondangmanis, Kudus, mewujudkan impian memiliki rumah layak setelah 25 tahun. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau langsung hasil program tersebut, Senin (29/6/2026), seraya menegaskan perbaikan RTLH menjadi strategi pengentasan kemiskinan yang berlanjut dengan target 5.000 unit rumah pada 2026.
Dulu Kebanjiran dan Nyaris Roboh, Kini Rumah Kuli Bangunan di Kudus Berdiri Kokoh Berkat Bantuan RTLH
Dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Semarang bersama Pemerintah Kabupaten Semarang dan Baznas Kabupaten Semarang memulai program bedah tiga rumah tidak layak huni yang ditandai peletakan batu pertama di Kelurahan Candirejo, Ungaran Barat, Senin (29/6/2026). Program ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan hunian layak sekaligus memperkuat sinergi lintas instansi dalam membantu warga yang membutuhkan.
Hari Bhayangkara ke-80, Polres Semarang Wujudkan Hunian Layak bagi Tiga Warga
Dinas Sosial Kabupaten Semarang mengungkap sejarah berkembangnya kawasan Tegal Panas dan Gembol yang kini dikenal sebagai lokasi karaoke dan praktik prostitusi terselubung. Kepala Dinsos Istichomah menjelaskan, Jumat (26/6/2026), kedua kawasan bermula dari warung bagi pengguna jalan dan sopir truk, lalu berkembang menjadi usaha hiburan tanpa izin. Dinsos berfokus pada pendampingan penyintas HIV/AIDS, pelatihan keterampilan, serta penanganan dampak sosial, sementara penertiban menjadi kewenangan Satpol PP.
Kawasan Tegal Panas dan Gembol Tak Berizin, Dinsos Fokus Dampingi Warga Binaan dan Terdampak Sosial

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang mengungkap kasus perampokan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, melalui jejak salah satu tersangka saat menggunakan jasa ojek online dari Grobogan menuju Ambarawa. Polisi menelusuri pengemudi GoRide yang menerima satu unit handphone sebagai pembayaran hingga memperoleh identitas tersangka. Penyidik juga menyebut motif perkara berkaitan dengan persoalan ekonomi dan masih melengkapi berkas sebelum diserahkan kepada kejaksaan.
Terungkap Lewat Histori Ojol, Perampok Royal Phone Bayar Gojek Pakai HP Hasil Kejahatan
Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Seorang pelajar kelas 10 SMK Bakti Nusantara berinisial KM (16) ditilang Satlantas Polres Salatiga karena mengendarai sepeda motor dengan knalpot tidak sesuai spesifikasi di pertigaan Cebongan, Selasa (11/8/2026). Polisi menilai suara knalpot brong mengganggu kenyamanan pengguna jalan. Selain penindakan, Kasat Lantas AKP Henry Sulistyanta memberikan edukasi agar pelajar tidak menggunakan knalpot yang menimbulkan kebisingan.
Tertangkap Basah Gunakan Knalpot Brong di Pertigaan Cebongan, Siswa SMA di Salatiga Tertunduk Lesu

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved