KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Ikasmanssa Kembali Gelar Bazzar, Ratusan Paket Sembako Dijual Murah di Kelurahan Sidul Salatiga

Ikasmanssa Kembali Gelar Bazzar, Ratusan Paket Sembako Dijual Murah di Kelurahan Sidul Salatiga

Ikasmanssa Kembali Gelar Bazzar, Ratusan Paket Sembako Dijual Murah di Kelurahan Sidul Salatiga

Alumni SMA 1 Salatiga (IKASMANSSA) gelar bazar sembako murah di bulan Ramadhan untuk para warga diKelurahan Sidorejo Kidul Kota Salatiga. Minggu 24.4.22. Sedikitnya 250 paket sembako diperuntukkan bagi warga.

Kegiatan ini merupakan rangkaian acara Ulang tahun Ikasmanssa, dimana Sebelumnya Sekitar 5.769 paket sembako juga sudah dibagikan kepada para warga di seluruh Kelurahan Salatiga.

Menurut Ketua Ikasmanssa Pudjo Suseno, kegiatan ini untuk membantu masyarakat dalam mendapatkan Sembako.

“Kami menggelar bazar sembako dengan harga yang sangat murah apalagi kondisi harga sembako di bulan Ramadhan mulai melambung,” kata Pudjo kepada media.

Pengadaan Paket sembako ini di subsidi oleh para alumni mulai angkatan 1960 sampai 2016 yang tersebar di seluruh Indonesia maupun di luar negeri.

“Kegiatan ini wujud kepedulian dan berbagi berkah baik untuk anggota alumni maupun masyarakat Salatiga,” tambahnya.
Sasaran sembako murah ini adalah keluarga kurang mampu yang memang membutuhkan bantuan ini.
Di dalam paket sembako tersebut meliputi beras, minyak goreng, gula, mie instan dan lainnya.

“Para warga hanya membayar uang sebesar Rp. 50.000 langsung membawa pulang sembako,” paparnya.
Setiap satu keluarga diperbolehkan untuk membeli satu paket sembako.

Suasana Bazaar di Kelurahan Sidorejo Kidul

Pihaknya dalam menentukan sasaran yang mendapat sembako dengan bekerja sama Petugas Sosial Masyarakat yang ada di setiap kelurahan.

“Untuk memastikan program ini berjalan dengan baik dan tepat sasaran, kami bekerja sama dengan PSM untuk memilih para warga yang kurang mampu agar dapat sembako ini,” ucapnya.

Sukamto salah seorang warga mengaku ia merasa terbantu dengan adanya bazar ini.

“Alhamdulillah terbantu, apalagi sebentar lagi Lebaran. Dengan harga Rp. 50.000 saya dapat berbagai macam kebutuhan pokok,” kata Sukamto.

Sejumlah Alumni saat berpoto bersama sesaat setelah acara bazaar (Poto dok ist)

Sementara itu Lurah Sidorejo Kidul, Muh Irwan Susanto, S.IP mengatakan, jika apa yang dilakukan Ikasmanssa adalah Aksi positif, seperti slogan Guyub Gayeng Migunani oleh Smansa ini, apalagi penjualan sembako murah dan pakaian pantas pakai, sehingga bisa di jadikan contoh untuk paguyuban atau organisasi lain dalam rangka membantu sesama.

“sesuai slogannya Guyub gayeng Migunani, pas banget penyelenggaraan kegiatan ini apalagi menjelang Hari Raya, di tengah mahalnya harga, paketnya juga ada minyak goreng pasti berguna bagi ibu ibu” ungkap Lurah Sidorejo Kidul ini.

Knowledge

Tidak ada postingan.

Kabar Terkini

POPULER

Siswi MTsN Salatiga Raih Medali Emas dalam Lomba KREASI 2026 di Yogyakarta
Siswi MTsN Salatiga Raih Medali Emas dalam Lomba KREASI 2026 di Yogyakarta
Pemerintah Kota Salatiga melalui Dinas Pendidikan menyalurkan insentif kesejahteraan kepada 1.009 guru dan tenaga kependidikan (GTK) Non-ASN dari berbagai jenjang pendidikan, Senin (19/10/2026). Dengan total alokasi anggaran Rp6,642 miliar, bantuan ini menjadi bentuk dukungan terhadap kesejahteraan pendidik. Wali Kota Robby Hernawan juga mendorong penguatan pendidikan karakter, pencegahan perundungan, serta adaptasi guru terhadap perkembangan teknologi.
Alhamdulillah! Pemkot Salatiga Berikan Insentif 1.009 Guru Non-ASN
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan peran santri dalam menjaga bangsa dan menyiapkan generasi masa depan saat menghadiri Jateng Bersholawat memperingati Hari Santri Nasional 2026 di Kota Tegal, Rabu (21/10/2026). Pemprov Jateng memperkuat dukungan bagi pesantren melalui beasiswa Rp6,8 miliar, insentif guru agama, tali asih penghafal Al-Qur’an, serta bantuan sarana pendidikan pesantren.
Dari Beasiswa hingga Insentif Guru Ngaji, Ini Dukungan Jateng untuk Pesantren
Sebanyak 337 pembalap cilik berusia 2–9 tahun mengikuti Pushbike Salatiga Heavy Race pada Minggu (18/10/2026). Peserta datang dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Sumatera dan Sulawesi. Kompetisi sepeda tanpa pedal ini dibagi berdasarkan kelompok usia dan menjadi ajang untuk melatih keseimbangan, keberanian, konsentrasi, serta mental berkompetisi sejak dini.
Adu Cepat Pushbike, Ratusan Pembalap Cilik Serbu Salatiga
[pekok2]