RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Ikasmanssa Kembali Gelar Bazzar, Ratusan Paket Sembako Dijual Murah di Kelurahan Sidul Salatiga

Ikasmanssa Kembali Gelar Bazzar, Ratusan Paket Sembako Dijual Murah di Kelurahan Sidul Salatiga

Ikasmanssa Kembali Gelar Bazzar, Ratusan Paket Sembako Dijual Murah di Kelurahan Sidul Salatiga

Alumni SMA 1 Salatiga (IKASMANSSA) gelar bazar sembako murah di bulan Ramadhan untuk para warga diKelurahan Sidorejo Kidul Kota Salatiga. Minggu 24.4.22. Sedikitnya 250 paket sembako diperuntukkan bagi warga.

Kegiatan ini merupakan rangkaian acara Ulang tahun Ikasmanssa, dimana Sebelumnya Sekitar 5.769 paket sembako juga sudah dibagikan kepada para warga di seluruh Kelurahan Salatiga.

Menurut Ketua Ikasmanssa Pudjo Suseno, kegiatan ini untuk membantu masyarakat dalam mendapatkan Sembako.

“Kami menggelar bazar sembako dengan harga yang sangat murah apalagi kondisi harga sembako di bulan Ramadhan mulai melambung,” kata Pudjo kepada media.

Pengadaan Paket sembako ini di subsidi oleh para alumni mulai angkatan 1960 sampai 2016 yang tersebar di seluruh Indonesia maupun di luar negeri.

“Kegiatan ini wujud kepedulian dan berbagi berkah baik untuk anggota alumni maupun masyarakat Salatiga,” tambahnya.
Sasaran sembako murah ini adalah keluarga kurang mampu yang memang membutuhkan bantuan ini.
Di dalam paket sembako tersebut meliputi beras, minyak goreng, gula, mie instan dan lainnya.

“Para warga hanya membayar uang sebesar Rp. 50.000 langsung membawa pulang sembako,” paparnya.
Setiap satu keluarga diperbolehkan untuk membeli satu paket sembako.

Suasana Bazaar di Kelurahan Sidorejo Kidul

Pihaknya dalam menentukan sasaran yang mendapat sembako dengan bekerja sama Petugas Sosial Masyarakat yang ada di setiap kelurahan.

“Untuk memastikan program ini berjalan dengan baik dan tepat sasaran, kami bekerja sama dengan PSM untuk memilih para warga yang kurang mampu agar dapat sembako ini,” ucapnya.

Sukamto salah seorang warga mengaku ia merasa terbantu dengan adanya bazar ini.

“Alhamdulillah terbantu, apalagi sebentar lagi Lebaran. Dengan harga Rp. 50.000 saya dapat berbagai macam kebutuhan pokok,” kata Sukamto.

Sejumlah Alumni saat berpoto bersama sesaat setelah acara bazaar (Poto dok ist)

Sementara itu Lurah Sidorejo Kidul, Muh Irwan Susanto, S.IP mengatakan, jika apa yang dilakukan Ikasmanssa adalah Aksi positif, seperti slogan Guyub Gayeng Migunani oleh Smansa ini, apalagi penjualan sembako murah dan pakaian pantas pakai, sehingga bisa di jadikan contoh untuk paguyuban atau organisasi lain dalam rangka membantu sesama.

“sesuai slogannya Guyub gayeng Migunani, pas banget penyelenggaraan kegiatan ini apalagi menjelang Hari Raya, di tengah mahalnya harga, paketnya juga ada minyak goreng pasti berguna bagi ibu ibu” ungkap Lurah Sidorejo Kidul ini.

BACA JUGA :

Tri Susena (43), warga Gayamsari, Kota Semarang, rutin datang ke Ungaran setiap Jumat untuk menerima bantuan dalam program Jumat Berkah. Kondisi ekonomi dan pekerjaan yang tidak menentu membuat keluarganya kesulitan memenuhi kebutuhan. Pada Jumat (11/9/2026), sebanyak 400 paket sembako dari Alfamart dibagikan kepada masyarakat melalui program Bupati Semarang Ngesti Nugraha.
Tak Masuk Daftar Penerima Bansos, Warga Gayamsari Ini Rela ke Ungaran Berburu Jumat Berkah
Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga kembali menggelar Gelar Inovasi Harmoni Nusantara (GIHN) 2026 di Balairung UKSW, Kamis (10/9/2026). Mengusung tema “Lentera Harmoni”, kegiatan tahun keempat ini menampilkan inovasi ramah lingkungan dari 15 fakultas. GIHN juga mendorong kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan UMKM agar riset menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
GIHN 2026 UKSW, Ubah Inovasi Ramah Lingkungan Menjadi Dampak Nyata bagi Masyarakat
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga?
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Polres Semarang mengamankan dua tersangka dugaan pencurian kabel dan baterai tower telekomunikasi di sejumlah wilayah Kabupaten Semarang. Salah satu tersangka, BD, merupakan karyawan Telkomsel dan diduga mengajak IY melakukan pencurian di Desa Jambu pada 9 September 2026. Polisi juga mendalami keterlibatan keduanya dalam sedikitnya 12 lokasi pencurian baterai sejak Januari hingga Mei 2026.
Kabel dan Baterai di 12 Tower Milik Telkomsel Digasak Maling, Kerugian Capai Ratusan Juta
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani