URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Sebanyak 24 Kepala Desa (Kades) hasil pilkades serentak pada 30 Oktober 2022 lalu resmi dilantik. Pelantikan dilaksanakan secara langsung oleh Bupati Semarang Ngesti Nugraha di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang, Selasa (6/12/2022).

Mbak Google

KABAR RASIKA

Ini Pesan Bupati Semarang Kepada Kades Usai Dilantik

Ini Pesan Bupati Semarang Kepada Kades Usai Dilantik

Ini Pesan Bupati Semarang Kepada Kades Usai Dilantik

featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Sebanyak 24 Kepala Desa (Kades) hasil pilkades serentak pada 30 Oktober 2022 lalu resmi dilantik. Pelantikan dilaksanakan secara langsung oleh Bupati Semarang Ngesti Nugraha di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang, Selasa (6/12/2022).

Ditemui usai melantik, Ngesti mengucapkan selamat dan sukses kepada Kades yang telah mengikuti pilkades serentak dan dinyatakan sebagai pemenang. Ia juga berpesan agar Kades yang sudah resmi dilantik bersama tim penggerak PKK segera bekerja melayani masyarakat.

“Per hari ini silakan bekerja, layani masyarakat. Waktunya juga dari pagi sampai pagi lagi, harus siap sedia setiap saat terutama bagi warga yang mempunyai kebutuhan mendesak,” ujarnya.

Ngesti juga mengingatkan jika APBDes 2022 sudah akan berakhir dalam waktu dekat. Oleh karena itu ia berharap kepada Kades yang baru untuk bisa melanjutkan program Kades sebelumnya.

“Dalam hitungan hari sudah berganti tahun, artinya Kades yang baru juga harus eksis melaksanakan program sesuai APBDes 2022 yang telah disusun,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Ngesti, saat ini RAPBDes untuk tahun anggaran 2023 sedang disusun. Dalam rangka itu, terkait sumber dana desa, pendapatan asli desa dan semua transaksi pengelolaan APBDes dilakukan secara non tunai.

“Semua harus siap. Nanti tidak ada lagi uang cash, semua non tunai,” bebernya.

Ngesti juga menyinggung perihal penghargaan dari KPK yang diterima oleh Desa Banyubiru sebagai Desa Antikorupsi TA 2022 dengan nilai tertinggi se-Indonesia. Hal itu patut dicontoh desa yang lain bagaimana menjaga integritas dalam pengelolaan keuangan dan pemberian layanan kepada masyarakat.

“KPK sudah menyentuh level desa. Artinya pelaksanaan APBDes harus sesuai ketentuan perundang-undangan yang ada,” tuturnya.

Orang nomor satu di jajaran pemerintahan Kabupaten Semarang ini juga memohon kepada Kades yang baru untuk bisa merangkul semua pihak. Artinya komunikasi dengan perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, kaum muda harus terjalin baik agar iklim kamtibmas di desa tetap kondusif.

“Kalo kondusif, kerjanya enak nyaman. Visi misi Kades berjalan optimal,” terangnya. (win)

 

BACA JUGA :

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengalihan status guru PPPK dari pemerintah daerah menjadi pegawai pemerintah pusat mulai 2027 mendapat perhatian Pemkab Semarang. BKPSDM Kabupaten Semarang menyatakan masih menunggu petunjuk teknis resmi pemerintah pusat, terutama terkait administrasi, pembiayaan, pembinaan, kewenangan, serta mekanisme pengelolaan ribuan guru PPPK dan PNS di daerah.
4.200 PPPK Guru di Kabupaten Semarang Berpotensi Diambil Alih Pusat, BKPSDM Tunggu Juknis
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan