KABAR RASIKA

Isi Liburan Sekolah, Puluhan Anak di Salatiga Ini Ikuti Khitan Sehat

Isi Liburan Sekolah, Puluhan Anak di Salatiga Ini Ikuti Khitan Sehat

Isi Liburan Sekolah, Puluhan Anak di Salatiga Ini Ikuti Khitan Sehat

RASIKAFM.COM|SALATIGA  – Ada banyak cara yang dilakukan dalam mengisi liburan sekolah, mulai dari wisata ketempat bersejarah ataupun belajar kelompok, namun ada fenomena baru dimana 80 anak ikuti khitan sehat di kota Salatiga, mereka mengikuti khitan sehat yang digelar secara gratis oleh Singkong Keju bersama Sahabat Khitan Indonesia, minggu 18/12/2022.

Dengan didampingi orang tua para anak masuk ke ruang khitan yang tersedia belasan tempat tidur untuk khitan, dengan tim medis profesional yang melakukan proses khitan, banyak anak mengaku tidak kesakitan, namun ada juga yang takut hingga menangis. Setelah selesai khitan para peserta mendapat bingkisan dan uang saku.

Ibrahim misalnya, warga dari Tingkir ini mengaku tidak sakit saat dikhitan, ia bahkan sempat tersenyum saat selesai karena diberikan hadiah dari panitya “dengan adanya kegiatan khitan sehat ini orang tua saya tidak perlu mengeluarkan biaya dan bisa khitan dalam hari libur sekolah ini jadi tidak mengganggu kegiatan belajar’ ujarnya.

Hal senada diungkapkan oleh Alif Yudha peserta khitan asal Kemiri, usai dikhitan langsung pulang tanpa merasakan sakit sedikitpun.

“kegiatan khitan sehat ini sengaja digelar saat libur sekolah, untuk membantu dan mempermudah anak bisa khitan tanpa biaya dengan tenaga medis profesional dibidang khitan, kali ini ada 80 peserta, dengan tujuan anak tidak takut khitan karena digelar dengan nyaman dan mengasyikkan” ujar Nadia, panitia khitan sehat.

Sementara itu metode yang digunakan adalah khitan laser tanpa perban, dengan tujuan pendarahan berkurang, dengan penyembuhan antara tiga hingga lima hari bagi anak usia 1 hingga 19 tahun.
Dokter Zulfa Juniarto, petugas khitan mengatakan dengan adanya khitan sehat ini bisa meringankan warga kurang mampu untuk mendapatkan pelayanan khitan yang sehat dan mengurangi sakit pada anak tanpa biaya, dengan tenaga medis profesional dibidang khitan.

Nadia, panitia khitan sehat.saat diwawancarai wartawan

 

BACA JUGA :

Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga kembali menggelar Gelar Inovasi Harmoni Nusantara (GIHN) 2026 di Balairung UKSW, Kamis (10/9/2026). Mengusung tema “Lentera Harmoni”, kegiatan tahun keempat ini menampilkan inovasi ramah lingkungan dari 15 fakultas. GIHN juga mendorong kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan UMKM agar riset menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
GIHN 2026 UKSW, Ubah Inovasi Ramah Lingkungan Menjadi Dampak Nyata bagi Masyarakat
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga?
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Sebanyak 31 sapi di Kota Salatiga terkonfirmasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sepanjang Januari hingga 4 September 2026. Dispangtan Salatiga menyebut lalu lintas sapi dari luar daerah menjadi faktor utama penyebaran penyakit. Dari jumlah tersebut, 30 sapi telah sembuh dan satu dipotong paksa, sementara saat ini tidak ada kasus aktif.
31 Sapi di Salatiga Terjangkit PMK, Dinas Pantau Lalu Lintas Ternak

KNOWLEDGE

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved

Lebar: px

Tinggi: px