URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Dalam rangka mengisi bulan suci Ramadhan 1443 H, Rumah Tahanan Kelas IIB Salatiga mengadakan kegiatan yang bersifat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada warga binaan yang beragama Islam.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Isi Ramadhan, 50 Warga Binaan Rutan Salatiga Ikuti Khotmil Qur’an

Isi Ramadhan, 50 Warga Binaan Rutan Salatiga Ikuti Khotmil Qur’an

Isi Ramadhan, 50 Warga Binaan Rutan Salatiga Ikuti Khotmil Qur’an

Dalam rangka mengisi bulan suci Ramadhan 1443 H, Rumah Tahanan Kelas IIB Salatiga mengadakan kegiatan yang bersifat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada warga binaan yang beragama Islam.

Kepada rasikafm.com Kepala Rutan Salatiga, Andri Lesmano mengatakan dalam bulan suci Ramadhan ini pihaknya menyelenggarakan kegiatan khotmil qur’an. Dibawah asuham Ustadz Nachrawi.
“Pagi ini kami menyelenggarakan Khotmil Qur’an untuk para warga binaan khususnya yang beragama Islam,” kata Andri Selasa (5/4/2022).

Menurutnya ada sekitar 50 warga binaan yang mengikuti Khotmil Qur’an, mereka adalah yang sudah sudah bisa membaca Al Qur’an.

Setelah diadakan Khotmil Qur’an, para warga binaan langsung mengikuti pesantren kilat.

“Setelah itu, warga binaan langsung mengikuti pesantren kilat yang bekerja sama dengan Kemenag Salatiga,” tambahnya.

Andri berharap dalam Lebaran nanti warga binaan bisa mendapatkan Remisi, karena salah satu indikatornya adalah dengan mengikuti program pembinaan dengan baik serta memenuhi syarat administrasinya,

Saat ini ada Sekitar 72 warga binaan yang beragama Islam dari 135 yang memenuhi persyaratan remisi.

Andri Lesmano saat memberikan keterangan kepada Rasika FM

“Kami tetap melakukan evaluasi dan pengecekan apakah ada warga binaan yang memenuhi persyaratan tersebut,”
Pungkas Andri.

Pramono, Salah satu Warga Binaan Rutan Salatiga, menjelaskan bahwa pihaknya bersyukur dengan adanya kegiatan di Rutan Salatiga ini.

“Bagi kami yang beragama Islam sangat bersyukur dengan diadakannya kegiatan seperti ini secara rutin,” kata Pramono.

Pramono mengaku banyak sekali manfaat mengikuti kegiatan seperti ini.

“Setelah mengikuti kegiatan ini, saya punya rasa malu jika kembali mengulang perbuatan yang berdosa yang saya lakukan dulu,” paparnya. ( rief )

BACA JUGA :

Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran
Kota Salatiga meraih juara I kategori Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan dalam Apresiasi Pemda Berprestasi Regional Jawa-Bali 2026 Batch II yang digelar Kemendagri pada 28 Agustus 2026. Atas capaian tersebut, Salatiga mendapat dukungan Rp2 miliar untuk memperkuat akses dan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat.
Bukan Kaleng-kaleng! Kota Salatiga raih Prestasi di Bidang Pendidikan
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak
DPRD Kabupaten Semarang meminta pemerintah daerah melakukan kajian menyeluruh sebelum pengembangan energi panas bumi Gunung Ungaran dilanjutkan, Senin (31/8/2026). Dewan menyoroti potensi dampak pengeboran lebih dari 2.000 meter terhadap kondisi geologi, lingkungan, sumber air, cagar budaya, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
Legislator Kabupaten Semarang Soroti Risiko Geothermal Ungaran, Ingatkan Dampak Pengeboran

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
WhatsApp Image 2026-08-30 at 22.25
Meriah! Peringatan HUT Paguyuban PKL Setia Kawan ke-24 di Pasaraya Salatiga
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved